Cara Menanam Tomat Secara Benar Agar Pertumbuhannya Maksimal

umur tomat, panen tomat, umur tanaman tomat, masa panen tomat, BELANJA TANI

Jual Bibit Tanaman Tomat Berkualitas Unggul Harga Terjangkau | Belanja Tani

Banyak masyarakat telah mengetahui, dalam buah tomat terdapat beberapa jenis kandungan nutrisi dan gizi yang cukup tinggi.

Dengan kandungan nutrisi dan gizi yang melimpah tersebut, tomat mempunyai manfaat sangat baik untuk menjaga tubuh, agar kesehatannya terjaga dengan baik.

Tidak mengherankan, banyak masyarakat sangat menyukai buah tomat, sebab dapat bermanfaat baik untuk menyehatkan tubuh dan mencegah penyakit berbahaya menyerang tubuh.

Sehingga, dengan melakukan budidaya tanaman tomat, bisa menguntungkan para petani, sebab banyak masyarakat yang sangat menyukai buah ini.

Dalam melakukan budidaya tanaman tomat, petani perlu melaksanakan cara menanam tomat dengan benar, agar pertumbuhan tanaman berjalan dengan lebih optimal.

Pertumbuhan tanaman tomat yang berjalan dengan optimal, akan mendukung umur panen tanaman tomat agar sesuai perkiraan awal petani.

Biasanya, umur panen tanaman tomat adalah sekitar 90 – 100 hari, setelah petani memindahkan pada lahan tanam pertanian.

Untuk itu, petani perlu menerapkan cara menanam tomat secara benar saat budidaya, agar umur panen tanaman tomat sesuai dengan perkiraan awal petani.

Pada bawah ini merupakan berbagai cara menanam tomat secara benar pada lahan tanam pertanian, agar pertumbuhannya maksimal serta memproduksi panen tinggi.

Pemilihan Varietas

Proses pertama dalam budidaya tanaman tomat merupakan, petani harus menentukan varietas tanaman yang akan petani manfaatkan.

Dalam pemilihan varietas, petani sebaiknya perlu menentukan dengan keadaan iklim dan kondisi tumbuh pada daerah sekitar petani.

Sebab, terdapat beberapa varietas tanaman tomat yang memiliki beberapa ukuran, warna dan bentuk yang bermacam – macam.

Dengan menentukan varietas tanaman tomat yang sesuai untuk daerah petani, pertumbuhan tanaman akan berjalan lancar serta optimal.

Persiapan Lahan Tanam

Sebelum petani melakukan penanaman tomat pada lahan tanam, petani harus melakukan persiapan lahan pertanian yang akan petani manfaatkan.

Tanaman tomat membutuhkan lahan yang subur dan memiliki kandungan unsur hara melimpah, agar pertumbuhannya berjalan maksimal.

Langkah awal dari persiapan lahan pertanian adalah, petani perlu membersihkan gulma dan bekas tanaman yang telah petani budidayakan sebelumnya.

Saat lahan pertanian sudah aman dari bekas tanaman serta gulma, petani dapat memberikan pupuk dasar sebelum menggemburkan tanah.

Tujuan pemberian pupuk tersebut agar unsur hara pada dalam pupuk dapat tersebar dengan merata pada lahan pertanian.

Untuk jenis pupuk yang bisa petani manfaatkan seperti pada bawah ini :

  • 5 kg TSP
  • 4 kg KCl
  • 4 kg Urea atau ZA

Dosis tersebut bisa petani gunakan, apabila melaksanakan budidaya pada lahan pertanian seluas satu hektar.

Apabila petani memanfaatkan pupuk majemuk NPK, dosisnya adalah sekitar 20 kg per hektarnya.

Selanjutnya, petani dapat memeriksa pH tanah, apabila terlalu asa, petani dapat menaburkan kapur dolomit, dengan dosis 150 kg per hektar.

Setelah pemberian pupuk dan pemeriksaan pH tanah, petani dapat menggemburkan tanah menggunakan cangkul, dan membuat bedengan yang berlebar 40 – 50 cm.

Pada sekitar bedengan, petani bisa membuat parit dengan lebar 20 – 30 cm, agar sistem drainase pada lahan pertanian berjalan baik.

Bedengan tersebut harus petani tutup dengan mulsa plastik, agar tanaman tomat aman dari hama.

Setelah penutupan plastik mulsa, bedengan perlu petani biarkan terlebih dahulu sekitar 5 – 7 hari sebelum penanaman.

Terakhir, petani perlu membuat lubang tanam dengan jarak 60X50 cm, diameter 7 – 8 cm, dan kedalamannya 15 cm.

Persemaian Bibit

Setelah persiapan lahan pertanian, petani bisa menyemai bibit tanaman tomat, sebelum menanam pada lahan pertanian.

Dalam persemaian bibit tanaman tomat, petani harus menyiapkan media semai, yang berupa campuran tanah serta pupuk kandang.

Media semai tersebut perlu petani campurkan hingga merata, kemudian dapat petani masukkan ke dalam polybag.

Selanjutnya, petani dapat memberikan bibit tanaman tomat pada dalam polybag, serta bisa petani tutup menggunakan tanah tipis.

Polybag tersebut perlu petani tutup dengan daun pisang atau pepaya kering, agar kelembabannya dapat terjaga baik.

Saat pohon tomat telah tumbuh mencapai 5 – 6 helai daun, petani dapat memindahkan bibit pada bedengan lahan pertanian.

Pemindahan Bibit Pada Lahan Pertanian

Cara menanam tomat yang terakhir adalah, petani bisa memindahkan bibit pada lahan tanam pertanian.

Sehari sebelum memindahkan bibit tanaman tomat pada lahan pertanian, terlebih dahulu petani perlu melakukan pengairan pada bedengan.

Bibit tomat yang berusia 3 – 4 minggu setelah semai dan sudah tumbuh 5 – 6 helai daun telah siap untuk petani pindahkan.

Proses pemindahan bibit tanaman tomat sebaiknya petani laksanakan saat pagi hari, agar pertumbuhannya berjalan optimal.

Teknik pemindahan bibit tomat pada lahan pertanian adalah, pertama petani harus membuka polybag secara perlahan, agar akar tanaman tidak rusak.

Bibit tanaman tomat dapat petani benamkan dengan dangkal pada sekitar pangkal batang, lalu petani timbun menggunakan tanah di sekitarnya.

Setelah pemindahan bibit, petani dapat langsung menyiramnya, agar pertumbuhannya bisa berjalan lebih lancar.

Baca Juga : Jual Bibit Tomat Gustavi Harga Murah Hasil Panen Tinggi