Menanam Sawi Sebagai Peluang Usaha Budidaya Tanaman Sayuran
Buka Daftar Isi :

Sayur sawi merupakan salah satu sayuran yang banyak peminatnya. Masyarakat dalam kesehariannya mengolah sawi untuk olahan makanan seperti mie, nasi goreng, capcay, sayur sup dll. Dengan banyaknya konsumen sawi membuat petani untuk melakukan usaha budidaya tanaman sawi pada lahan pertanian.
Budidaya sayuran sawi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sawi pada masyarakat. Selain itu para petani mendapat keuntungan dari penjualan hasil panen tanaman sayur sawi ini. Menanam sawi bisa menjadi peluang usaha budidaya tanaman sayuran yang menguntungkan bagi para petani.
Penanam sawi sebaiknya petani lakukan dengan memperhatikan beberapa hal terlebih dulu. Agar nantinya budidaya sawi yang petani lakukan dapat berhasil dan menghasilkan tanaman sawi yang berkualitas dan hasil melimpah.
Cara Menanam Sawi Pada Lahan Pertanian
Cara menanam sawi yang tepat dapat membuat petani berhasil dalam usaha budidaya tanaman sawi. Sebelum melakukan usaha budidaya tanaman sawi sebaiknya petani memperhatikan beberapa hal agar nantinya petani bisa berhasil dalam usaha budidaya sayuran sawi.
Dengan budidaya sayur sawi yang berhasil akan menguntungkan petani. Hasil panen yang berkualitas dan melimpah merupakan salah satu keinginan dari para petani sayuran.
Benih Sawi
Sebelum melakukan budidaya tanaman sawi, petani perlu memilih benih sawi yang berkualitas. Kualitas benih yang bagus dapat menumbuhakan tanaman sawi yang berkualitas pula. Petani harus memilih benih sawi yang berkualitas dan tahan virus, bakteri dan penyakit.
Benih sawi yang tahan virus, bakteri dan penyakit ini dapat membuat tanaman sawi yang tumbuh akan terhindar dari kegagalan panen. Penyebab dari kegagalan panen salah satunya adalah serangan dari virus dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman sawi.
Toko Pertanian Online Belanja Tani jual benih sawi berkualitas tahan serangan virus, bakteri dan penyakit dengan harga murah dan siap kirim ke seluruh wilayah Indonesia.
Penyemaian Benih Sawi
Setelah mendapatkan benih sawi yang berkualitas, proses selanjutnya adalah penyemaian benih sawi. Rendam benih sawi selama kurang lebih 6 – 12 jam. Kemudian pilih benih yang tidak mengapung dan kemudian keringkan.
Sebelumnya siapkan media penyemaian berupa polybag yang berisi dengan tanah yang tercampur dengan pupuk kandang. Buat lubang pada bagian tengah media penanaman dan masukkan 5 – 10 benih dari tanaman sawi. Tutup dengan menggunakan tanah dan kemudian lakukan penyiraman dua kali sehari hingga muncul tunas.
Letakkan media penyemaian pada tempat yang terkena sinar matahari dan terhindar dari air hujan. Ketika sudah tumbuh tunas proses selanjutnya adalah memindahkan pada lahan penanaman yang lebih luas.
Pengolahan Lahan Penanaman Sayuran Sawi
Sebelum memindahkan bibit tanaman sawi, petani haru mengolah tanah pertanian dahulu. Pengolahan lahan penanaman dengan cara menggemburkan menggunakan bajak maupun cangkul. Penggemburan tanah ini berguna untuk memperbaiki struktur dari tanah agar lebih bagus saat penanaman.
Selain proses penggemburan jangan lupa untuk mencampurkan pupuk organik pada lahan penanaman agar nantinya tanaman sawi dapat tumbuh dengan optimal. Setelah tercampur lanjut ke proses pembuatan bedengan. Bedengan memiliki ukuran lebar 80 cm, tinggi 30 cm dan panjang menyesuaikan lahan yang petani miliki.
Pindah Tanam Benih Sawi
Setelah benih sayuran sawi sudah mulai tumbuh tunas maka proses selanjutnya adalah pemindahan bibit sawi ke lahan penanaman. Beri lubang dengan kedalaman 10 cm pada lahan bedengan dan kemudian masukkan bibit sawi ke dalamnya dan tutup kembali dengan tanah. Beri jarak antar lubang kurang lebih 30 cm antar lubang penanaman.
Penyiraman Tanaman Sawi
Jangan lupa untuk melakukan penyiraman pada tanaman sawi agar dapat tumbuh dengan optimal. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari terutama saat musim kemarau. Pada saat musim hujan tidak perlu melakukan penyiraman karena lahan sudah otomatis basah terkena air hujan.
Penyulaman Tanaman Sawi
Apabila terdapat tanaman sawi yang layu dan mati segera ganti dengan bibit yang lebih bagus. Penyulaman ini bisa petani lakukan saat sebelum masa tanam.
Penyiangan Tanaman Sawi
Apabila terdapat gulma yang tumbuh pada sekitar lahan penanaman segera bersihkan agar tidak menyerap nutrisi dalam tanah. Tanaman sawi yang kekurangan nutrisi akan mengalami pertumbuhan yang tidak optimal hingga tanaman mati.
Pemupukan Susulan
Pemupukan susulan bisa petani lakukan tiga minggu setelah masa tanam. Pemberian pupuk bisa menggunakan pupuk urea yang terlarutkan dengan air. Setelah mencampurkan pupuk dengan air, cara pemberiannya adalah dengan menyiramnya setiap pagi dan sore hari pada setiap tanaman.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat grayak, ulat perusak daun dan ulat tanah. Untuk mengendalikan serangan hama ulat ini petani bisa menggunakan pestisida dengan cara menyemportkannya. Penyemprotan pestisida sebaiknya tidak berlebihan agar tidak mencemari lingkungan dan juga membuat hama menjadi resisten.
Beberapa jenis hama biasanya membawa bibit penyakit yang dapat menyebar dari hama yang hinggap dari tanaman satu ke tanaman lainnya. Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman sawi adalah busuk alternaria, bercak daun, busuk daun dan penyakit akar gada.
Panen Sayuran Sawi
Tanaman sawi biasanya siap panen ketika memasuki umur kurang lebih 80 hari setelah penanaman benih. Untuk memanennya bisa dengan mencabut sampai akar atau hanya memotong bagian batangnya saja.
Sebelumnya bersihkan sawi menggunakan air bersih mengalir agar sisa tanah tidak menempel pada sawi. Satukan dan ikat sawi dan kumpulkan pada wadah yang bersih sehingga tampilan menarik. Selanjutnya adalah pengiriman atau penjualan pada pedagang sayuran.
Jika ada yang ingin anda tanyakan bisa menghubungi Toko Pertanian Belanja Tani melalui SMS / WA 0812 5222 117. Demikian sekilas pembahasan dari kami tentang Menanam Sawi Sebagai Peluang Bisnis Budidaya Sayuran.

Leave A Comment