Perawatan Terong Yang Sesuai Agar Tanaman Tumbuh Lancar
Buka Daftar Isi :
Tidak hanya mengawasi cara menanam terong ungu yang benar, petani juga harus menerapkan praktek perawatan terong ungu dengan tepat.
Melaksanakan praktek perawatan terong ungu yang sesuai, akan memaksimalkan proses perkembangannya, supaya pertumbuhannya sehat, sehingga bisa menghasilkan panen tinggi.
Maka dari itu, petani juga perlu menjalankan perawatan terong ungu dengan benar, selain melakukan cara menanam tanaman terong ungu secara sesuai.
Pada bawah ini merupakan beraneka teknik perawatan terong ungu dengan tepat, agar pertumbuhannya lancar serta bisa memproduksi panen tinggi.
Menyiram Dengan Benar
Selalu rutin menyiram tanaman terong ungu sebanyak 1 – 2 kali sehari, terutama pada pagi atau sore hari.
Jangan sampai tanah pada lahan tanam untuk terong ungu terlalu kering atau terlalu becek untuk mencegah infeksi penyakit busuk akar.
Metode penyiramannya adalah, gunakan irigasi tetes atau siram langsung pada sekitar pangkal tanaman terong ungu.
Sebaiknya, hindari membasahi daun tanaman terong ungu terlalu sering untuk mengurangi resiko penyakit jamur.
Memberikan Pupuk Susulan
Proses memberikan pupuk susulan ke tanaman terong ungu perlu petani lakukan secara rutin, untuk memastikan tanaman memperoleh asupan nutrisi yang cukup.
Ada beberapa panduan pemupukan ke tanaman terong ungu yang dapat petani jalankan, seperti berikut ini :
- Minggu ke-2 setelah tanam : Dengan memakai pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5 – 10 gram per tanaman atau pupuk organik cair.
- Minggu ke-4 dan ke-6 : Tambahkan pupuk KNO3 atau pupuk berbasis kalium untuk meningkatkan produksi buah.
- Setelah mulai berbuah : Berikan pupuk dengan dosis rendah tetapi lebih sering (misalnya setiap 10 hari sekali) untuk mempertahankan produktivitas tanaman.
Menyiangi Gulma dan Menimbun Tanah
Selalu rutin bersihkan gulma liar pada sekitar lahan budidaya tanaman terong ungu, agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
Untuk memangkas gulma liar, petani bisa melakukannya secara manual dengan menggunakan peralatan pertanian tajam.
Apabila memang perlu, petani bisa mengaplikasikan herbisida untuk menumpas gulma liar, dengan memperhatikan dosisnya.
Menimbun tanah pada sekitar tanaman terong ungu bertujuan supaya akar tanaman lebih kuat serta tidak gampang roboh.
Caranya adalah, petani dapat menimbun tanah pada sekitar pangkal batang tanaman terong ungu, setiap 3 – 4 minggu sekali.
Memasang Ajir
Pasang ajir dengan ketinggian sekitar 1 meter pada dekat tanaman tanaman terong ungu sejak awal masa tanam.
Ikat batang tanaman terong ungu pada ajir, dengan menggunakan tali rafia secara longgar supaya tidak mudah patah saat berbuah.
Menumpas Hama dan Penyakit
Hama utama yang sering menginfeksi ke tanaman terong ungu, seperti kutu daun, lalat buah serta ulat grayak.
Sementara untuk penyakit yang dapat menyerang pada tanaman terong ungu, meliputi penyakit layu bakteri, bercak daun dan busuk akar.
Untuk menumpas adanya hama dan penyakit pada tanaman terong ungu, petani dapat memanfaatkan beberapa merk pestisida, dengan dosis yang tepat.
Memangkas
Pangkas tunas liar dan daun tanaman terong ungu yang pertumbuhannya terlalu rimbun untuk meningkatkan sirkulasi udara.
Selain itu, petani juga harus membuang daun tanaman terong ungu yang menguning atau terserang penyakit untuk mencegah penyebaran infeksi yang meluas.
Baca Juga : Harga Bibit Terong Yumi F1 Murah Panen Berkualitas
Masa Panen Terong Ungu Yang Tepat Agar Hasilnya Tinggi
Setelah menjalankan cara menanam dan praktek perawatan terong ungu yang tepat, proses berikutnya yang harus petani lakukan adalah memperhatikan masa panen terong ungu.
Umumnya, masa panen terong ungu yang benar yaitu sekitar 60 – 80 hari, setelah petani menanam terong ungu ke lahan budidaya.
Akan tetapi, tidak hanya memperhatikan masa panen terong ungu yang tepat, ada beberapa panduan pemanenan buah terong ungu yang benar, seperti berikut ini :
Ciri – Ciri Terong Ungu Siap Panen
Ada beberapa ciri – ciri buah terong ungu siap panen, yang perlu petani ketahui, seperti pada bawah ini :
- Ukuran buah terong ungu optimal : Panjang buahnya harus sekitar 15 – 25 cm tergantung dengan varietasnya.
- Warna kulit ungu mengkilap : Jika terlalu tua, kulit buah terong ungu akan tampak kusam dan terlihat keras.
- Tekstur masih kenyal : Jika ditekan ringan, buah terong ungu terasa agak lunak dan bukan keras.
- Belum muncul biji keras : Buah terong ungu yang terlalu tua memiliki banyak biji dan rasanya cenderung lebih pahit.
Teknik Pemanenan
Gunakan gunting, pisau atau peralatan pertanian tajam untuk memotong tangkai buah terong ungu dalam proses pemanenan.
Sebaiknya, jangan menarik atau memutar buah terong ungu, karena dapat merusak bagian cabang tanaman.
Tangkai tanaman terong ungu dapat petani sisakan sekitar 2 – 3 cm, agar daya simpannya menjadi lebih lama.
Frekuensi Panen
Masa panen terong ungu dapat petani lakukan setiap 3 – 5 hari sekali untuk menjaga produksi supaya tetap optimal.
Umumnya, tanaman terong ungu bisa terus berbuah hingga 3 – 4 bulan setelah masa panen terong ungu yang pertama.
Setelah Panen
Simpan buah terong ungu pada tempat yang kondisinya teduh dengan suhu 10 – 12°C untuk mencegah cepat layu.
Jangan menumpuk buah terong ungu terlalu banyak agar tidak cepat rusak, sehingga menjadi tidak layak jual.
Baca Juga : Jual Merk Bibit Terong Ungu Yang Bagus Tahan Serangan Penyakit


Leave A Comment