Pemasangan Mulsa Plastik Pada Budidaya Tanaman Cabai

Pemasangan, Mulsa, Plastik, Budidaya, Tanaman, Cabai

Cabai merupakan salah satu bahan makanan yang sering masyarakat gunakan sebagai bumbu masakan, sambal dan juga lalapan. Untuk mendapatkan cabai para petani melakukan budidaya tanaman cabai pada lahan pertanian yang mereka miliki.

Budidaya cabai bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi para petani karena hasilnya bisa petani jual pada pedagang pasar.

Pemilihan Benih Cabai

Sebelum melakukan usaha budidaya tanaman cabai, para petani harus mempunyai benih cabai terlebih dahulu. Benih cabai ini merupakan cikal bakal tanaman cabai dari petani. Tanaman cabai yang berkualitas berasal dari benih cabai yang berkualitas pula.

Oleh karena itu petani harus memilih benih tanaman cabai yang berkualitas dan tahan penyakit. Hal ini karena tanaman yang tahan penyakit akan dapat tumbuh dengan maksimal dan produktif. Tanaman cabai yang produktif dan sehat akan menguntungkan para petani karena hasilnya bisa petani jual pada pedagang.

Petani bisa membeli benih cabai pada toko pertanian terdekat. Pembelian benih tanaman cabai ini juga bisa secara online.

Toko Pertanian Online Belanja Tani jual benih cabai berkualitas tahan penyakit harga murah dan siap kirim ke seluruh wilayah Indonesia.

Penyemaian Benih Cabai

Setelah memilih benih tanaman cabai yang berkualitas dan tahan penyakit. Proses selanjutnya adalah penyamaian benih tanaman cabai. Cara penyemaiannya bisa dengan mencampurkan tanah dan pupuk kandang.

Lalu buat bedengan kecil dengan tinggi 20 cm dan panjang 100 cm. Pada media semai beri naungan dari daun agar tidak tersinari cahaya matahari secara langsung. Kemudian tanam benih cabai pada lahan persemaian dan kemudian tutup dengan rata secara tipis. Lakukan penyiraman menggunakan sprayer agar tidak terlalu lembab.

Pengolahan Lahan Penanaman

Sebelum penanaman pada lahan pertanian sebaiknya petani melakukan pengolahan pada lahan penanaman. Pengolahan lahan penanaman ini bisa dengan melakukan pembajakan tanah agar lebih gembur.

Jangan lupa untuk mencampurkan pupuk kandang pada lahan penanaman. Pupuk kandang ini berfungsi sebagai pupuk dasar dari tanaman cabai. Setelah selesai melakukan penggemburan, proses selanjutnya adalah pembuatan bedengan.

Buat bedengan dengan ukuran tinggi 40 cm, lebar 1 m dan panjang menyesuaikan lahan yang petani miliki. Jika tanah pada lahan penanaman terlalu asam, lakukan penaburan dolomit agar tidak terlalu asam kadar pH tanahnya.

Pemasangan Mulsa Plastik

Setelah bedengan terbentuk proses selanjutnya adalah pemasangan mulsa plastik. Jenis mulsa yang petani gunakan adalah mulsa plastik hitam perak. Cara pemasangannya adalah meletakkan bagian warna perak pada atas bedengan.

Posisi ini membuat sinar matahari menjadi memantul sehingga tidak hama yang mendekat akan silau dan pergi dari tanaman cabai. Tarik kedua ujung mulsa dan pasang pasak dari bamboo pada sisi kanan kiri bedengan agar mulsa tidak terbang terkena angina.

Beri lubang pada mulsa yang telah terpasang dengan menggunakan alat pelubang mulsa. Sebaiknya gunakan alat pelubang mulsa yang berkualitas agar hasilnya juga berkualitas dan tidak merusak mulsa. Selanjutnya beri lubang pada tanah untuk tempat bibit cabai. Beri jarak lubang 70 x 70 cm.

Proses Penanaman Bibit Cabai

Setelah bibit siap pindah tanam dan lahan sudah siap. Proses selanjutnya adalah memindahkan bibit dari media semai ke media tanam. Sebaiknya pemindahan pada saat pagi atau sore hari.

Biasanya bibit cabai yang siap pindah tanam berumur 17 – 23 hari dan memiliki daun sebanyak 2 – 4 helai. Masukkan bibit pada lubang penanaman dan kemudian tutup kembali menggunakan tanah. Pindahkan dengan berhati – hati agar tidak merusak akar dari tanaman cabai.

Penyiraman Tanaman Cabai

Penyiraman pada tanaman cabai perlu petani lakukan setiap hari terutama pada musim kemarau. Jika tanaman cabai sudah cukup kuat maka penyiraman cukup tiga hari sekali.

Pengendalian Gulma dan Hama

Jika terdapat gulma atau rerumputan yang tumbuh pada area sekitar tanaman cabai, segera lakukan pembersihan agar gulma tersebut tidak menyerap nutrisi dari tanaman cabai. Tanaman cabai yang kekurangan nutrisi akan tumbuh kerdil.

Apabila ada hama yang menyerang tanaman cabai segera lakukan pembasmian dengan menggunakan pestisida. Pembasmian gulma dan hama bisa menggunakan pestisida sesuai jenisnya.

Herbisida untuk membasmi gulma dan insektisida serta akarisida bisa untuk membasmi hama yang menyerang seperti serangga.

Hama yang menyerang tanaman pertanian biasanya membawa bibit penyakit yang dapat menular dari satu tanaman ke tanaman yang lain.

Tanaman cabai yang terkena bibit penyakit ini akan menyebar cepat karena hama yang hinggap pada tanaman lainnya sehingga menyebar luas dengan cepat. Jika tidak terkendalikan tanaman cabai akan mengalami kerusakan bahkan kematian dan gagal panen.

Pemupukan Lanjutan

Tanaman cabai yang tumbuh maksimal dan produktif merupakan idaman bagi para petani cabai. Untuk membantu pertumbuhhan dan produktifitasnya petani perlu memberikan pupuk lanjutan agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal. Pupuk yang petani gunakan bisa NPK, KNP Putih, Urea dan TSP.

Panen Cabai

Pemanenan cabai petani lakukan saat tanaman memasuki umur kurang lebih 4 bulan. Panen cabai bisa petani lakukan dua kali seminggu.

Cabai yang petani panen memiliki ciri warna hijau tua atau hijau kemerahan, biji padat, berisi dan buahnya keras.  Setelah panen petani bisa memasukkannya pada wadah dan kemudian menjualnya pada pedagang pasar.

Jika ada yang ingin ditanyakan bisa menghubungi Toko Pertanian Belanja Tani melalui SMS / WA 0812 5222 117. Demikian sekilas pembahasan dari kami tentang Mulsa Plastik Kualitas Terbaik Untuk Budidaya Tanaman.