Cara Merawat Jagung Supaya Pertumbuhannya Berjalan Sehat
Buka Daftar Isi :
Ketika budidaya, petani juga harus memperhatikan cara merawat jagung, selain mengawasi jarak tanam jagung BISI 18 serta penanaman dengan benar.
Dengan melakukan cara merawat jagung yang tepat, tanaman jagung BISI 18 mampu tumbuh maksimal, sehingga dapat memproduksi panen yang lebih melimpah.
Untuk itu, petani juga harus melaksanakan cara merawat jagung, selain memperhatikan jarak tanam jagung BISI 18 serta penanaman dengan benar.
Berikut adalah beraneka cara merawat jagung dengan tepat, agar tanaman tumbuh optimal sehingga tanaman tumbuh sehat serta memproduksi panen tinggi.
Pengairan Tanaman
Proses merawat tanaman jagung yang pertama adalah, petani perlu melakukan pengairan dengan rutin dan terjadwal.
Setelah petani melakukan penanaman benih jagung BISI 18, petani perlu melaksanakan pengairan secara secukupnya.
Jika kondisi tanah pada lahan pertanian agak lembab, petani tidak perlu melakukan pengairan pada tanaman jagung BISI 18.
Langkah pengairan yang berikutnya dapat petani lakukan dengan seperlunya, untuk menjaga tanaman supaya tidak layu.
Ketika tanaman akan berbunga, air yang tanaman jagung BISI 18 lebih banyak, sehingga petani bisa melakukan pengairan pada parit tanaman jagung.
Pemberian Pupuk Susulan
Cara merawat jagung yang berikutnya adalah, petani bisa melakukan pemberian pupuk susulan pada tanaman jagung BISI 18.
Pemberian pupuk susulan tersebut bermanfaat supaya tanaman jagung memperoleh asupan nutrisi yang cukup, sehingga tanaman dapat tumbuh maksimal.
Untuk dosis dari pemupukan susulan tersebut untuk budidaya pada lahan seluas satu hektar, adalah seperti pada bawah ini :
- Urea : 200 – 300 kg
- TSP/SP 36 : 70 – 100 kg
- KCl : 50 – 100 kg
Proses pemupukan susulan tersebut dapat petani lakukan selama dua kali, pertama adalah ketika usia tanaman berumur 3 – 4 minggu setelah tanam.
Sedangkan yang kedua adalah, dapat petani berikan saat umur tanaman jagung sekitar 8 minggu setelah tanam atau saat malai sudah keluar.
Penyiangan Gulma serta Pembumbunan Tanaman
Proses cara merawat tanaman jagung BISI 18 yang selanjutnya merupakan, penyiangan gulma liar serta pembumbunan tanaman jagung.
Gulma yang tumbuh secara liar pada sekitar tanaman jagung BISI 18 dapat bersaing untuk memperoleh unsur hara pada dalam tanah.
Petani dapat melakukan penyiangan selama dua minggu sekali, dengan memakai tangan atau cangkul kecil hingga gulma terlepas dari tanah.
Tetapi, cara tersebut tidak cukup efektif, sehingga petani biasanya menggunakan herbisida untuk menyiangi pertumbuhan gulma liar.
Saat memanfaatkan herbisida untuk melakukan penyiangan gulma liar pada tanaman jagung BISI 18, petani harus memperhatikan dosisnya.
Ini bertujuan supaya herbisida tidak berdampak buruk terhadap tanaman jagung BISI 18 serta lingkungan sekitar lahan pertanian.
Selain menyiangi gulma yang tumbuh liar, petani juga harus melakukan pembumbunan pada tanaman jagung BISI 18.
Pembumbunan pada tanaman jagung BISI 18 dapat petani lakukan bersamaan dengan menyiangi pertumbuhan gulma liar.
Tujuan dari pembumbunan tersebut adalah supaya batang tanaman jagung BISI 18 lebih kokoh, sehingga tanaman tidak gampang roboh.
Pemusnahan Hama dan Penyakit
Cara merawat jagung yang berikutnya adalah, petani perlu memusnahkan serangan dari hama atau penyakit pada tanaman jagung BISI 18.
Hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung BISI 18 akan mengganggu pertumbuhannya, sehingga bisa merugikan petani saat budidaya.
Contoh dari beberapa hama tanaman jagung adalah ulat grayak, kepik, belalang, nematoda akar, serta masih banyak hama berbahaya lainnya.
Sementara itu, untuk penyakit tanaman jagung seperti bulai, busuk batang, karat daun, busuk akar dan beberapa penyakit membahayakan yang lain.
Untuk memusnahkan serangan hama dan penyakit pada tanaman jagung, petani dapat menggunakan beberapa produk insektisida atau fungisida.
Pemakaian insektisida atau fungisida harus petani sesuaikan terlebih dahulu dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman jagung BISI 18.
Sama dengan penggunaan herbisida, dalam pengaplikasian insektisida atau fungisida pada tanaman jagung BISI 18 juga harus petani perhatikan dosisnya.
Hal ini untuk menjaga tanaman jagung BISI 18 agar terbebas dari residu insektisida atau fungisida dan mencegah lingkungan lahan pertanian tercemar.
Pemanenan Jagung
Proses cara merawat jagung BISI 18 yang terakhir adalah, petani bisa melakukan langkah pemanenan pada jagung tersebut.
Tanaman jagung dapat petani panen saat terlihat agak tua, atau ketika umur tanaman sudah siap untuk petani panen.
Berapa lama jagung siap panen? Proses pemanenan jagung dapat petani lakukan ketika umur tanaman berjalan sekitar 100 – 125 hari setelah tanam.
Jagung yang telah siap panen adalah bijinya yang telah kering, lumayan keras serta terlihat agak mengkilat.
Proses pemanenan jagung bisa petani lakukan dengan memetik atau memutarnya, supaya tangkai buah jagung patah.
Baca Juga : Fungisida Terbaik Untuk Jagung Ampuh Atasi Penyakit Akibat Jamur


Leave A Comment