Teknik Pengendalian Gulma Yang Dapat Petani Terapkan
Buka Daftar Isi :
Kehadiran gulma pada sekitar lingkungan lahan pertanian untuk kegiatan budidaya dapat mengacaukan fase pertumbuhan tanaman.
Sebab, gulma bisa bersaing dengan tanaman dalam mendapatkan asupan air, cahaya matahari serta unsur hara, yang tanaman perlukan untuk proses pertumbuhannya.
Tidak hanya itu, gulma juga dapat menjadi tempat bersarangnya bermacam – macam penyakit dan hama, yang bisa menyerang ke tanaman.
Sehingga, apabila petani mendapati adanya pertumbuhan gulma pada sekitar lahan tanam, perlu segera memberantasnya, supaya tidak terganggu pertumbuhan tanaman.
Teknik pengendalian gulma yang efektif memerlukan beberapa cara, yang melibatkan beberapa metode, untuk menurunkan populasi gulma, tanpa perlu merusak lingkungan.
Berikut adalah beberapa teknik pengendalian gulma yang dapat petani laksanakan, untuk menjaga tanaman budidaya, supaya pertumbuhannya berjalan optimal.
Pengendalian Dengan Cara Mekanis
Pengendalian dengan cara mekanis dapat melibatkan penggunaan beberapa alat pertanian atau tenaga manusia secara fisik untuk memberantas pertumbuhan gulma liar.
Hal tersebut melibatkan mencabut gulma secara manual, menggunakan peralatan untuk penggemburan tanah atau menyiangi gulma dengan menggunakan mesin.
Pengendalian Dengan Cara Kimiawi
Pengendalian dengan cara kimiawi, biasanya sering petani lakukan untuk menumpas kehadiran gulma liar dengan menggunakan beberapa produk herbisida berkualitas unggul.
Namun, pemilihan produk herbisida yang sesuai sangat penting untuk petani dan pemakaiannya perlu memperhatikan petunjuk pemakaiannya.
Dampak dari penggunaan herbisida terhadap lingkungan dan kesehatan manusia juga perlu untuk petani perhatikan, supaya kondisi tanaman tetap aman.
Pengendalian Dengan Cara Biologis
Pengendalian dengan cara biologis dapat melibatkan penggunaan organisme hidup, seperti predator, parasitoid dan patogen yang dapat menginfeksi untuk menumpas gulma liar.
Biasanya, pengendalian biologis cenderung ramah untuk lingkungan sekitar lahan pertanian, bila dibanding dengan pengendalian dengan cara kimiawi.
Tetapi, perlu untuk petani ketahui, tentang ekologi lokal dan korelasi antar organisme yang terlibat, ketika pengendalian dengan memakai cara ini.
Pengendalian Dengan Cara Budidaya
Pengendalian dengan cara budidaya khusus juga dapat petani lakukan untuk menumpas keberadaan gulma liar pada sekitar lingkungan lahan pertanian.
Contohnya seperti, merotasi tanaman untuk mengganggu fase hidup gulma dan mengurangi pengendalian gulma dengan cara kimiawi.
Menanam tanaman penutup tanah atau menggunakan plastik mulsa juga berguna untuk mencegah kehadiran gulma liar pada sekitar lahan tanam.
Pengendalian Dengan Cara Kultur Teknis
Pengendalian dengan cara kultur teknis, melibatkan cara penyiangan secara tepat waktu, pengairan dengan sesuai atau pemupukan yang benar.
Hal tersebut akan membantu tanaman agar dapat bersaing dengan gulma dalam mendapatkan kebutuhan air, cahaya matahari serta nutrisi.
Pengendalian Dengan Cara Termal
Pengendalian dengan cara termal dapat melibatkan memanaskan tanah, dengan memakai cahaya matahari atau alat khusus untuk membasmi gulma liar.
Teknik tersebut, seperti menggunakan kain plastik hitam untuk menutupi gulma dan memanaskan bagian bawah tanah atau menggunakan peralatan pemanas tanah.
Baca Juga : Jual Herbisida Calaris Syngenta Racun Rumput Kuat Berkualitas
Herbisida Dapat Menjadi Solusi Untuk Memberantas Gulma
Herbisida atau masyarakat menyebutnya sebagai racun rumput merupakan bahan kimia yang bermanfaat untuk mengendalikan atau membunuh gulma pada sekitar lahan pertanian.
Mereka bisa menjadi alat yang penting untuk mengelola lahan pertanian atau hortikultura, karena dapat membantu petani untuk menumpas gulma liar.
Untuk menumpas pertumbuhan gulma, herbisida bisa bekerja dengan berbagai teknik, tergantung dengan jenis herbisida yang petani gunakan.
Beberapa herbisida bisa bekerja dengan menghambat fase perkembangan gulma, sementara jenis yang lain akan mengganggu proses fisiologis atau metabolisme gulma liar.
Pada bawah ini merupakan beberapa jenis herbisida serta sistem kerjanya untuk memberantas pertumbuhan gulma liar pada sekitar lingkungan lahan tanam.
Herbisida Berjenis Non-Selektif
Herbisida berjenis Non-Selektif untuk segala jenis tanaman, baik gulma liar atau tanaman yang sedang petani jalankan proses budidayanya.
Jenis herbisida Non-Selektif bermanfaat pada tempat untuk non-budidaya, seperti jalan, trotoar atau beberapa tempat pembangunan.
Contoh herbisida yang termasuk dalam jenis non-selektif merupakan glifosat, yang terbukti untuk membasmi adanya gulma liar.
Herbisida Berjenis Selektif
Herbisida berjenis selektif terkenal berguna untuk memberantas pertumbuhan gulma liar, tanpa perlu merusak tanaman yang petani jalankan proses budidayanya.
Sistem kerjanya yaitu, dengan menargetkan karakteristik fisiologis atau biokimia khusus pada gulma, yang tidak tanaman miliki. Contoh jenis herbisida selektif yaitu 2.4-D serta atrazin.
Herbisida Berjenis Kontak
Herbisida berjenis kontak mampu bekerja dengan cara kontak langsung dengan beberapa bagian atas tanaman, seperti bagian daun dan batang.
Umumnya, jenis herbisida ini mampu membunuh bagian tersebut tanpa menyebabkan kerusakan akar dan sering petani manfaatkan dalam menumpas gulma.
Herbisida Berjenis Sistemik
Herbisida berjenis sistemik mampu terserap gulma, melalui bagian akar, daun atau batang dan bisa menyebar secara luas serta membunuhnya dari dalam.
Jenis herbisida ini terkenal efektif untuk menumpas adanya gulma liar yang tumbuh subur, untuk mencegah gulma perennial.
Baca Juga : Jual Herbisida Roundup Racun Rumput Berkualitas Produk Nufarm Indonesia


Leave A Comment