Hama Dan Penyakit Musuh Utama Tanaman Pare
Buka Daftar Isi :

Setiap Budidaya tanaman pasti bertujuan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal dan berkualitas tinggi. Untuk memperoleh hal tersebut petani harus melakukan perawatan dn pengawasan tanaman agar tanaman tidak terserang hama dan penyakit. Tidak terkecuali dalam budidaya pare Raden.
Jika tanaman terserang hama dan penyakit membuat pertumbuhan tanaman menjadi terganggu dan hasil panen yang kurang memuaskan.
Walaupun tanaman pare mudah petani budidayakan tetapi jika hama menyerang maka tanaman akan rusak dan bahkan sampai mati.
Berikut ini kami bahas sejumlah hama dan penyakit tanaman pare :
Hama Tanaman Pare Perusak Tanaman
Leptoglossus Australis
Hama yang biasa petani sebut kepik ini akan menyerang buah pare hingga menyebabkan kualitas buah menurun. Itu akibat bekas gigitan haam ini akan tumbuh cendawan nestopora yang mengakibatkan buah menjadi busuk.
Kepik dapat petani kendalikan dengan cara penyemprotan insektisida seperti azodrin dengan dosis 2 cc / liter air.
Aulacophora Silimis
Hama menyerang akar ini akan membuat tanaman pare menjadi layu karena jaringan akar tanaman menjadi makanan larva. Daun tanaman pare juga akan kumbang makan.
Petani dapat mengendalikan hama kumbang dengan cara menyemprotkan insektisida curacron 500 EC dengan dosis yang tertera.
Lalat Buah
Lalat buah akan menyerang buah membuat buah menjadi tidak layak konsumsi karena berair dan busuk serta terdapat belatung dalam buah.
Petani bisa mengendalikan hama ini dengan cara melakukan pembungkusan buah saat tanaman berbuah dengan insect trap atau melakukan penyiangan.
Lembing
Kasus hama lembing biasanya menyerang daun pare dan hanya menyisakan batang daun saja. Hal ini mengakibatkan daun menjadi kering dan kecoklatan dan membuat hasil produksi menurun.
Hama ini dapat petani kendalikan dengan cara mengambil telur, larva dan lembing atau dengan menyemprotkan insektisida.
Ulat Grayak
Hama ulat grayak akan menyerang daun pada malam hari dan ulat akan bersembunyi dalam tanah saat siang hari. Jika tanaman sudah terserang parah maka daun daun akan habis.
Petani bisa melakukan pengendalian hama ini dengan cara menyemprotkan pestisida azodrin 2 cc / liter air.
Penyakit yang menjangkiti tanaman pare
Penyakit Antraknosa
Antraknosa adalah penyakit yang menyerang tanaman pare yang mengakibatkan daun berbintik hitam. Antraknosa ini juga dapat menyerang batang dan buah pada tanaman. Serangan terbesar penyakit antraknosa terjadi ketika mulai masuk musim penghujan.
Pada bulan apakah musim penghujan terjadi di indonesia?. Pada umumnya musim penghujan di indonesia terjadi pada bulan oktober hingga bulan april. Saat musim hujan petani harus ekstra hati-hati dalam melakukan perawatan dan pengawasan tanaman.
Hal itu guna mengurangi resiko tanaman pare terserang penyakit antraknosa. Untuk membasmi penyakit antraknosa, petani dapat melakukan penyemprotan fungisida benlate dengan dosis 2 gram / liter air. Atau petani dapat melakukan pergiliran tanaman.
Penyakit Embun tepung
embun tepung merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang tanaman pare. Akibat serangan embun tepung akan terjadi munculnya tepung putih pada daun terbawah. Beberapa daun yang terserang embun tepung akan berubah warna menjadi coklat.
Penyakit embun tepung juga dapat menyerang batang tanaman yang menyebabkan batang yang terserang akan terlapisi tepung. Jika petani biarkan lama-kelamaan tanaman akan mati.
Petani dapat mengendalikan penyakit ini dengan cara menyemprotkan fungisida sulfur dengan dosis 2 gram / liter air. Atau petani juga bisa melakukan pengurangan kelembaban sekitar tanaman dengan cara pembenahan drainase dan pengaturan tanaman.
Atau petani juga dapat menanam varietas yang resisten seperti Benih Pare Raden F1.
Penyakit Layu
Fusarium sp merupakan penyebab penyakit layu pada tanaman pare. Gejala penyakit layu yang dapat petani lihat seperti ujung daun yang layu, daun berkerut dan kering. Jika petani hiraukan akan membuat tanaman mati.
Penyakit ini juga bisa menyerang tanaman bibit yang baru muncul kecambah hingga tanaman dewasa.
Untuk mengatasi penyakit ini petani dapat melakukan penyiraman dengan larutan fungisida benlate dengan dosis 2 g/ liter air. Penyemprotan dapat petani lakukan pada tanah bekas tanaman yang terinfeksi penyakit.
Petani juga dapat memilih benih yang tahan terhadap penyakit layu seperti benih pare Raden F1 ini.
Penyakit Virus
Dalam kasus budidaya pare penyakit ini, tanaman pare yang terserang adalah tanaman yang sedang dalam pembibitan, tanaman muda, hingga tanaman yang sedang berbuah.
Mengatasi hal ini petani dapat melakukan penyeleksian penggunaan bibit yang akan petani pindah ke lahan. Atau petani dapat melakukan pemberantasan vektor virus.
Baca Juga : Jual Insektisida Plenum Obat Pembasmi Hama Produk Syngenta

Leave A Comment