Teknik Perawatan Bawang Merah Yang Tepat Supaya Tumbuh Sehat
Buka Daftar Isi :
Selain memperhatikan cara menanam bawang merah dengan sesuai, petani juga perlu menjalankan teknik perawatan bawang merah yang tepat.
Menerapkan teknik perawatan bawang merah yang benar, dapat mendukung fase pertumbuhannya, agar dapat berjalan lancar, sehingga dapat memproduksi panen melimpah.
Oleh karena itu, petani juga harus menerapkan teknik perawatan bawang merah dengan sesuai, selain mempraktekkan cara menanam yang benar.
Berikut adalah berbagai teknik perawatan bawang merah yang tepat, supaya tanaman tumbuh sehat dan mampu menghasilkan panen berproduktivitas melimpah.
Menyiram Tanaman
Jalankan pengairan setiap pagi dan sore hari terutama saat tanaman bawang merah masih muda (1 – 4 minggu setelah tanam).
Setelah tanaman bawang merah berumur lebih dari 4 minggu, cukup siram setiap 2 – 3 hari sekali. Atau menyesuaikan dengan kondisi tanah.
Hindari adanya genangan air karena dapat menyebabkan infeksi penyakit ke tanaman bawang merah, seperti busuk umbi dan penyakit jamur.
Menyiangi Gulma
Lakukan penyiangan setiap 2 minggu sekali atau saat gulma mulai tumbuh liar pada lingkungan sekitar tanaman tanaman bawang merah.
Gunakan cangkul kecil atau tangan untuk mencabut gulma liar secara langsung, agar tidak merusak akar bawang merah.
Jika memang perlu, petani bisa juga mengaplikasikan herbisida untuk menumpas gulma pada sekitar tanaman bawang merah, dengan mengawasi dosisnya.
Membumbun Tanah
Kegunaan membumbun tanah adalah, dapat menutup umbi yang muncul pada permukaan, supaya tidak mendapat sinar matahari langsung.
Ini berguna untuk membuat umbi lebih keras serta memperbaiki aerasi tanah dan mencegah adanya genangan air.
Caranya adalah, gunakan cangkul untuk menambahkan sedikit tanah ke pangkal tanaman pada usia 3 – 4 minggu setelah tanam.
Memberikan Pupuk Tambahan
Memberikan pupuk susulan ke tanaman bawang merah dapat petani sesuaikan dengan umur tanaman, seperti berikut ini :
- Usia 10 – 14 hari : Dengan memakai pupuk urea atau NPK. Caranya adalah larutkan ke air dan siramkan ke tanah pada sekitar tanaman bawang merah.
- Umur 25 – 30 hari : Memakai pupuk KCl serta SP-36. Dengan cara menaburkan pada sekitar tanaman, untuk membantu pembentukan umbi bawang merah.
- 40 hari keatas : Gunakan pupuk organik cair, lalu semprotkan ke bagian daun, untuk meningkatkan pematangan umbi bawang merah.
Sebaiknya, hindari memberikan pupuk yang terlalu berlebihan karena bisa menyebabkan daun terlalu subur tetapi umbi kecil.
Jika menggunakan pupuk kimia, seimbangkan dengan pupuk organik agar kondisi tanah pada lahan tanam tetap subur.
Memusnahkan Hama dan Penyakit
Hama umum yang sering menyerang tanaman bawang merah yaitu, thrips, ulat grayak serta banyak lainnya.
Manfaatkan pestisida untuk menumpas hama yang menyerang tanaman bawang merah, dengan memperhatikan dosisnya.
Untuk penyakit yang menyerang tanaman bawang merah meliputi busuk leher, bercak daun dan masih banyak yang lain.
Dalam membasmi infeksi penyakit pada tanaman bawang merah, petani bisa memakai fungisida, dengan mengawasi dosisnya.
Mengeringkan Tanaman Sebelum Menjelang Panen
Pada saat tanaman bawang merah berusia 50 – 60 hari, kurangi penyiraman untuk mendorong pembentukan umbi yang lebih besar dan kering.
Stop penyiraman sekitar 7 – 10 hari sebelum memasuki umur bawang merah siap panen, agar umbi lebih awet saat penyimpanan.
Baca Juga : Pupuk Bawang Merah Optimalkan Pertumbuhan Tanaman
Umur Bawang Merah Siap Panen Harus Petani Perhatikan
Setelah melakukan cara menanam serta teknik perawatan bawang merah dengan sesuai, langkah terakhir yang perlu petani lakukan yaitu, memperhatikan umur bawang merah siap panen.
Biasanya, umur bawang merah siap panen yang tepat adalah sekitar 60 – 90 hari, setelah petani melakukan penanaman pada lahan pertanian.
Namun, selain mengawasi umur bawang merah siap panen yang benar, terdapat berbagai cara memanen bawang merah dengan sesuai, seperti bawah ini :
Ciri – Ciri Siap Panen
Terdapat beberapa ciri – ciri umur bawang merah siap panen, seperti berikut ini :
- Daun mulai menguning dan sekitar 60 – 80% tanaman rebah secara alami.
- Umbi sudah berwarna merah keunguan dan tampak keras.
- Leher batang mengecil dan mengering, menandakan umbi sudah matang.
- Jika petani cabut, kulit umbi akan mudah terkelupas dan tidak terlalu basah.
Waktu Panen
Sebaiknya, memanen tanaman bawang merah ketika pagi atau sore hari, ketika cuaca tidak terlalu panas, untuk mencegah kerusakan pada umbi.
Pilih hari yang terlihat cerah agar umbi bawang merah bisa langsung petani jemur, setelah melakukan pemanenan.
Cara Panen
Untuk cara memanennya adalah, petani dapat mencabut umbi bawang merah secara hati – hati, supaya tidak merusak umbi.
Keringkan umbi bawang merah pada tempat yang teduh selama 1 – 2 hari, supaya getahnya tidak hilang.
Jemur bawang merah selama 7 – 14 hari sampai kering sempurna sebelum memasuki fase penyimpanan atau petani jual.
Kesimpulan
Untuk hasil yang lebih maksimal, umur bawang merah siap panen harus petani perhatikan, yaitu sekitar 60 – 90 hari setelah tanam.
Gunakan teknik pencabutan secara hati – hati, supaya umbi bawang merah tidak mengalami kerusakan.
Baca Juga : Jual Harga Bibit Bawang Merah Lokananta Murah, Hasil Panen Tinggi


Leave A Comment