Walang Sangit
Buka Daftar Isi :
Hama selanjutnya yang dapat menyebabkan kerugian bagi para petani ketika melakukan usaha budidaya tanaman adalah walang sangit. Hama dari jenis serangga ini bisa dengan mudah petani kenali karena memiliki bau yang tidak sedap dan bergerak dengan cara melompat. Walang sangit sering menyerang budidaya tanaman padi dengan cara menghisap cairan yang terdapat pada bulir padi.
Pencegahan yang bisa petani lakukan adalah dengan menerapakan sistem penanaman bibit padi secara serempak. Untuk membuat perkembangan hama walang sangit menjadi terhambat karena kurangnya pasokan makanan. Selain itu melakukan tanam serempak juga meminimalisir bertumbuhnya rumput liar yang berpotensi menjadi tempat bertelur walang sangit.
Cara selanjutnya adalah dengan memanfaatkan musuh alami bagi walang sangit untuk mengurangi populasinya yaitu laba-laba. Laba-laba merupakan predator alami bagi walang sangit dengan cara menangkapnya dengan rangkaian jaring lalu memakannya. Selain itu penanaman jamur tertentu juga bisa mencegah walang sangit untuk menyerang budidaya tanaman.
Penggunaan obat hama jenis insektisida merupakan cara yang lakukan oleh petani untuk mencegah dan membasmi hama walang sangit. Penggunaan pestisida jenis insektisida ini biasa melakukannya dengan cara semprotkan pada budidaya tanaman. Melakukan hal ini agar hama walang sangit bisa cegah dan populasinya menjadi berkurang.
Wereng
Wereng merupakan jenis serangga yang memiliki banyak jenis seperti wereng coklat, wereng putih, dan wereng hijau. Hama jenis serangga ini pola penyerangannya pada tanaman padi tidak berbeda jauh dengan walang sangit. Perbedaanya adalah hama wereng menyerang tanaman padi dan berpotensi menyebabkan tanaman terkena penyakit.
Pengaturan pola tanam bisa menjadi cara yang efektif untuk mencegah serangan wereng pada budidaya tanaman terutama pada tanaman padi. Wereng tidak bisa menemukan makanan dan akhirnya populasinya menjadi terhambat. Selain itu perkembang biakkan wereng juga terhambat karena lahan bersih dari rumput liar.
Penggunaan predator bagi wereng juga merupakan cara efektif yang bisa oleh petani gunakan dalam melindungi budidaya tanaman. Predator wereng bisa berasal dari beberapa jenis serangga seperti kumbang dan laba-laba. Beberapa serangga ini diharapkan dapat mengurangi populasi wereng ayng merugikan petani.
Penggunaan pestisida jenis insektisida juga menjadi pilihan para petani dalam mencegah serangan wereng pada budidaya tanaman. Hal ini dikarenakan obat hama mempunyai bahan yang membuat wereng menjadi tidak berdaya dan mati. Namun penggunaan pestisida juga harus sesuai dosis yang anjurkan agar tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Penggunaan Pestisida yang Baik dan Benar

Pestisida merupakan obat hama yang memiliki bahan baku yang sebagian besar merupakan campuran bahan kimia. Bahan-bahan ini apabila petani gunakan secara sembarangan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan merugikan bagi para petani. Untuk mencegah kerusakan lingkungan maka penggunaan dari pestisida ini harus menggunakannya dengan baik dan benar.
Penggunaan pestisida dengan baik dan benar akan menghasilkan budidaya tanaman yang cukup aman dari serangan hama tanaman. Beberapa cara penggunaan obat hama dengan baik dan benar sudah tertera dengan jelas pada kemasan pestisida. Selain itu penggunaan obat hama yang baik dan benar juga bisa melihatnya pada penjelasan berikut ini.
Baca Juga : Cara Menyimpan Pestisida yang Baik dan Benar

Leave A Comment