Perawatan Yang Tepat Untuk Menjaga Pertumbuhan Tanaman
Buka Daftar Isi :
Supaya tanaman cabe dapat tumbuh sehat dan maksimal petani harus melakukan perawatan secara tepat pada tanaman.
Sehingga dengan tanaman cabe yang tumbuh sehat, maka akan menghasilkan panen dengan produksi tinggi.
Ada beberapa cara dalam melakukan perawatan pada tanaman cabe rawit, berikut ini adalah beberapa cara perawatan tanaman tersebut.
Penyiraman Tanaman
Supaya tanaman cabe rawit tetap terjaga kelembabanya, petani harus melakukan kegiatan penyiraman secara rutin.
Apabila petani melakukan budidaya pada musim panas, petani dapat melakukan penyiraman 2 kali sehari yaitu saat pagi dan sore hari.
Namun jika petani melaksanakan budidaya cabe rawit pada musim hujan, petani melakukan penyiraman saat lahan tanam terlihat kering.
Pemupukan Tanaman
Untuk pemupukan tanaman, petani dapat menggunakan pupuk dengan jenis organik ataupun yang berjenis anorganik.
Pupuk anorganik dapat petani berikan sebanyak sekitar 1 sendok pupuk NPK pada lubang tanam dengan waktu satu bulan sekali.
Sedangkan untuk pupuk organik dapat menggunakan air cucian beras, ikan atau daging serta dapat juga menggunakan pupuk cair (urin ternak).
Untuk air bekas cucian beras, ikan atau daging sebaiknya petani melakukan penyaringan terlebih dahulu sebelum memberikannya pada tanaman.
Sedangkan jika petani menggunakan urin ternak, sebaiknya petani menggunakan urin yang sudah terfermentasi atau yang terdapat pada pasaran.
Mengendalikan Serangan Hama Dan Penyakit
Dalam kegiatan budidaya cabe rawit, serangan hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan dari tanaman.
Sehingga jika tanaman cabe pertumbuhannya terhambat maka hasil panen akan memiliki kualitas yang rendah atau buruk.
Beberapa hama yang biasanya menyerang tanaman cabe rawit adalah ulat grayak, kutu kebul, tungau, ulat buah serta masih banyak lainnya.
Untuk penyakit yang dapat menyerang tanaman adalah virus kuning, busuk buah antraknos, layu fusarium, bercak daun dan yang lainnya.
Namun, dengan menggunakan benih cabe rawit Bhaskara petani tidak perlu khawati serangan layu bakteri karena benih ini tahan penyakit tersebut.
Untuk mengendalikan serangan hama, petani dapat melakukannya secara manual, yaitu dengan menyingkirkan hama yang terdapat pada tanaman secara langsung.
Setelah menyingkirkan secara langsung petani dapat menyemprotkan pestisida nabati atau bio pestisida salah satu contohnya adalah minyak serai wangi.
Dengan memakai minyak serai wangi petani dapat menggunakan dosis 1 sampai 3 cc/liter air yang dapat petani campur dengan detergen.
Selain menggunakan minyak serai wangi, petani juga dapat menggunakan daun sirsak, bayam duri, tembakau serta masih banyak yang lainnya.
Kemudian pestisida nabati tersebut dapat petani semprotkan secara langsung pada tanaman cabe rawit yang sudah mendapat serangan hama.
Proses Pemanenan Tanaman
Proses pemanenan dari budidaya benih cabe rawit Bhaskara dapat petani lakukan saat tanaman berusia 70 sampai 90 hari setelah tanam.
Untuk lebih mudah, petani dapat melakukan proses pemanenan tanaman cabe rawit pada saat cuaca sedang cerah.
Dengan budidaya cabe rawit Bhaskara, petani dapat melakukan proses pemanenan tanaman cabe setiap satu minggu sekali.
Apabila petani melakukan penanaman serta perawatan yang tepat maka tanaman cabe rawit dapat berproduksi sampai 2 hingga 3 tahun.
Budidaya Cabe Meningkatkan Keuntungan Petani
Dalam melaksanakan kegiatan budidaya cabe rawit petani biasanya berupaya agar dapat menghasilkan panen dengan jumlah yang besar.
Hal ini karena dengan jumlah panen cabe rawit yang besar, maka petani akan mendapat keuntungan yang cukup tinggi.
Untuk menghasilkan panen dalam jumlah yang besar, petani harus melakukan penanaman serta perawatan tanaman cabe rawit yang tepat.
Tetapi selain melakukan penanaman dan perawatan tanaman yang tepat, petani juga harus menggunakan benih cabe yang memiliki kualitas terbaik.
Salah satu contohnya adalah benih cabe rawit Bhaskara yang terbukti memiliki kualitas terbaik dan dapat tahan penyakit layu fusarium.
Benih cabe rawit Bhaskara dapat petani tanam pada daerah dengan dataran yang rendah atau ketinggian kurang dari 400 mdpl.
Sehingga benih cabe rawit Bhaskara menjadi andalan bagi petani yang tinggal pada daerah dengan dataran yang rendah.
Petani dapat mendapatkan benih cabe rawit Bhaskara pada Toko Belanja Tani dengan harga Rp 85000 pada kemasan 10 gr.
Selain benih cabe rawit, Toko Belanja Tani juga tersedia beberapa macam benih tanaman yang lain dan beraneka ragam produk pertanian.
Produk pertanian itu sudah terpisah menjadi beberapa kelompok kategori sesuai dengan jenisnya dan tersedia pada website Toko Belanja Tani.
Contoh dari kelompok kategori produk pertanian pada website Toko Belanja Tani adalah Benih Tanaman, Pestisida dan Alat Pertanian.
Selain itu petani juga dapat bertanya pada Toko Belanja Tani jika saat melakukan budidaya cabe rawit mengalami masalah pada tanaman.
Untuk bertanya mengenai masalah pada tanaman budidaya, petani cukup menghubungi nomor Whatsapp yang sudah tersedia pada website Toko Belanja Tani.
Sekian penjelasan kami tentang artikel dengan judul Jual Benih Cabe Rawit Bhaskara Tahan Penyakit Layu Fusarium.
Semoga dengan hadirnya artikel ini dapat membantu petani untuk melaksanakan kegiatan budidaya cabe rawit menggunakan benih cabe rawit Bhaskara.
Terima Kasih.

Leave A Comment