Cara Menanam Cabe Rawit Yang Tepat Supaya Dapat Tumbuh Maksimal
Buka Daftar Isi :

Dalam melaksanakan kegiatan budidaya cabe rawit petani harus melakukan penanaman yang tepat supaya dapat tumbuh dengan maksimal.
Sehingga dengan tanaman yang dapat tumbuh dengan maksimal petani dapat mendapat keuntungan tinggi karena menghasilkan panen dengan produksi tinggi.
Berikut ini adalah beberapa cara penanaman yang tepat dalam kegiatan budidaya cabe rawit supaya dapat tumbuh dengan sehat dan maksimal.
Pengolahan Lahan
Cabe rawit dapat tumbuh dengan sehat dan optimal pada daerah dataran rendah atau dengan ketinggian kurang dari 500 mdpl.
Selain itu tanaman ini memerlukan suhu udara lingkungan pada lahan tanam sekitar 25 sampai 30 derajat celcius.
Cabe rawit sendiri dapat tumbuh dengan tingkat keasaman atau pH tanah pada lahan tanam sekitar 6 sampai 7.
Jika lahan tanam yang akan petani pakai tingkat pH kurang dari 6, petani dapat menaburkan kapur dolomit pada lahan tanam.
Sebelum melakukan kegiatan penanaman petani harus menggemburkan tanah lahan tanam terlebih dahulu dengan cara membajaknya atau dapat mencangkulnya secara manual.
Kedalaman untuk menggemburkan tanah yang tepat adalah sekitar 30 cm supaya cabe rawit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Setelah menggemburkan tanah petani dapat membuat bedengan dengan ketinggian sekitar 30 cm, dan jarak tiap bedengan 60 cm.
Langkah berikutnya setelah pembuatan bedengan petani dapat memasang mulsa plastik pada bedengan lahan tanam.
Mulsa plastik ini bermanfaat untuk mencegah tumbuh gulma atau rumput liar, menjaga kelembaban tanah, serta mencegah terjadinya erosi.
Pemilihan Benih Tanaman
Agar mendapatkan hasil panen yang berproduksi tinggi, petani dapat menggunakan benih cabe rawit yang memiliki kualitas unggulan.
Salah satu contohnya adalah benih cabe rawit Bhaskara yang terbukti memiliki kualitas unggulan serta tahan penyakit layu fusarium.
Petani dapat membeli benih cabe rawit Bhaskara pada Toko Belanja Tani dengan harga Rp 85000 pada kemasan 10 gram.
Dengan menggunakan benih ini petani juga dapat memanen pada saat tanaman berusia sekitar 70 sampai 90 hari setelah tanam.
Untuk lahan tanam dengan luas sekitar 1 hektar, petani membutuhkan benih cabe rawit Bhaskara sekitar 100 sampai 150 gram.
Cabe rawit Bhaskara dapat menghasilkan buah dengan berat sekitar 3 gram, dengan panjang 6 cm dan diamter 0.7 cm.
Menyemai Benih
Sebelum melakukan penanaman pada lahan tanam, petani harus menyemai benih terlebih dahulu agar tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan maksimal.
Untuk tempat semai dari benih cabe rawit Bhaskara, petani dapat menggunakan polybag dengan ukuran sekitar 5 X 10 cm.
Langkah pertama pada proses persemaian petani menyiapkan media semai yang berupa campuran tanah, kompos, serta arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.
Selanjutnya sebelum menyemai pada polybag petani dapat merendam benih pada air hangat dengan kurun waktu sekitar 6 jam.
Setelah merendam, petani dapat memindahkan benih cabe rawit Bhaskara pada polybag yang sudah petani isi dengan media semai tercampur rata.
Petani dapat melakukan penyiraman dengan rutin agar tanaman cabe dapat tumbuh dengan sehat dan maksimal.
Pemindahan Benih
Pada saat tanaman berusia sekitar 30 sampai 45 hari setelah melakukan persemaian, petani sudah dapat memindahkan benih pada lahan tanam.
Atau petani juga dapat memperhatikan pada saat tanaman sudah tumbuh sekitar 5 helai daun maka cabe rawit sudah siap pindah.
Untuk pemindahan pada lahan tanam, sebaiknya petani melakukannya dengan perlahan agar tidak merusak tanaman cabe.
Setiap benih cabe rawit Bhaskara dapat petani tanamn pada bedengan dengan jarak tanam sekitar 60 X 60 cm.
Petani dapat memindahkan pada lahan tanam saat sore hari supaya benih dapat beradaptasi dengan baik saat malam hari.
Baca Juga : Budidaya Cabe Berkualitas Hasilkan Panen Menguntungkan

Leave A Comment