Cara Menanam Semangka Yang Tepat Untuk Menghasilkan Panen Tinggi
Buka Daftar Isi :

Dalam kegiatan budidaya semangka non biji, petani harus melakukan penanaman yang tepat agar dapat menghasilkan panen tinggi.
Dengan hasil panen buah semangka tanpa biji yang tinggi, maka petani akan mendapatkan keuntungan yang besar serta melimpah.
Berikut ini adalah beberapa cara menanam semangka yang tepat agar dapat menghasilkan panen produksi tinggi.
Persiapan Bibit
Untuk mendapatkan hasil panen yang berproduksi tinggi, petani harus menggunakan bibit semangka tanpa biji yang berkualitas unggulan.
Contohnya seperti bibit semangka tanpa biji Classic yang terbukti berkualitas unggulan sehingga dapat menghasilkan panen produksi tinggi.
Dengan menggunakan bibit semangka tanpa biji Classic petani dapat melakukan proses pemanenan saat tanaman berusia 60 – 75 hari setelah tanam.
Selain itu bibit semangka tanpa biji Classic dapat menghasilkan buah yang berbobot sekitar 6 sampai 8 kg untuk 1 buahnya.
Sehingga untuk 1 hektar lahan tanam, petani berpotensi mendapatkan hasil panen semangka non biji dengan total sekitar 35 – 45 ton.
Oleh karena itu bibit semangka tanpa biji Classic merupakan salah satu favorit petani dalam melaksanakan budidaya semangka.
Mengolah Lahan Tanam
Sebelum mengolah lahan, petani harus membersihkan lahan dari gulma atau rumput liar yang biasanya tumbuh pada lingkungan sekitar lahan tanam.
Setelah lahan sudah bersih dari gulma atau rumput liar, petani dapat menggemburkan tanah dengan cara mencangkul atau membajaknya.
Kemudian petani dapat membuat bedengan dengan lebar 70 – 80 cm, dengan tinggi yang petani sesuaikan dengan kondisi lahan tanam.
Supaya air tidak mudah menggenang lahan tanam, petani harus membuat jarak tiap bedengan adalah sekitar 3 – 4 meter.
Berikutnya petani memeriksa pH tanah, jika kurang dari 6 petani dapat menyebarkan kapur dolomit pada bedengan lahan tanam.
Memberikan Pupuk Dasar Serta Memasang Mulsa
Untuk pemberian pupuk dasar, petani dapat menggunakan pupuk kandang dengan dosis sekitar 10 – 20 kg untuk 1 hektar lahan tanam.
Pemberian pupuk dapat petani berikan langsung pada atas bedengan lahan tanam kemudian campur dengan tanah hingga merata.
Setelah pemberian pupuk dasar, petani dapat memasang mulsa plastik pada bagian atas bedengan lahan tanam.
Mulsa plastik sendiri dapat bermanfaat untuk mencegah tumbuhnya gulma pada bedengan serta mencegah serangan hama dan penyakit.
Persemaian Bibit
Sebelum menyemai bibit semangka tanpa biji Classic, petani harus merendam pada air hangat terlebih dahulu selama sekitar 1 jam.
Sambil menunggu, petani dapat menyiapkan polybag yang berguna untuk tempat persemaian dari bibit semangka.
Selain tempat semai, petani juga harus menyiapkan media semai yang berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 5:1.
Kemudian petani dapat memasukkan media semai pada polybag, tetapi sebaiknya petani tidak mengisi terlalu penuh.
Setelah satu jam, petani dapat mengeringkan bibit semangka tanpa biji Classic, lalu tinggal petani masukan pada polybag tempat semai.
Berikutnya petani dapat menempatkan polybag pada tempat yang sejuk agar bibit semangka dapat berkecambah maksimal.
Penanaman Tanaman
Saat tanaman semangka berumur sekitar 7 sampai 10 hari setelah petani melakukan persemaian maka sudah siap pindah pada lahan tanam.
Sebaiknya petani melakukan proses penanaman tanaman semangka pada sore hari sekitar pukul 15 agar tidak terkena sinar matahari langsung.
Sebelum melakukan penanaman, sebaiknya petani menyiram bedengan terlebih dahulu hingga tampak dalam kondisi yang cukup basah.
Untuk proses penanaman dari tanaman semangka, petani merobek polybag tempat persemaian dengan perlahan agar tidak merusak akar semangka.
Baca Juga : Kebun Semangka Sebagai Usaha Pertanian Tanaman Buah

Leave A Comment