Cara Menanam Semangka Yang Tepat Agar Dapat Tumbuh Maksimal
Buka Daftar Isi :

Supaya tanaman semangka dapat tumbuh dengan sehat serta maksimal, petani harus melakukan penanaman tanaman yang tepat dan sesuai.
Sehingga dengan melakukan penanaman yang tepat dan sesuai maka tanaman semangka akan menghasilkan panen yang berproduktivitas tinggi.
Berikut ini adalah beberapa cara penanaman dari tanaman semangka yang tepat agar dapat tumbuh dengan optimal.
Pemilihan Bibit
Selain melakukan penanaman yang tepat pada budidaya semangka, petani juga harus memilih bibit yang berkualitas terbaik agar menghasilkan panen tinggi.
Contohnya adalah bibit semangka Redin F1 produksi dari BISI International yang terbukti memiliki kualitas terbaik serta tahan penyakit layu bakteri.
Dengan menggunakan bibit semangka Redin F1, maka akan menghasilkan panen 3 buah untuk setiap tanaman dengan berat 2 sampai 3 kg.
Selain menghasilkan panen produktivitas tinggi bibit semangka Redin F1 dapat petani panen dalam waktu yang cukup singkat.
Berapa lama masa tanam semangka? Dengan menggunakan bibit semangka Redin F1 petani dapat melakukan pemanenan saat tanaman berusia sekitar 60 sampi 75 hari setelah tanam.
Dengan waktu panen yang cukup singkat serta produktivitas tinggi, maka bibit semangka Redin F1 dapat petani pilih dalam melakukan budidaya.
Mengolah Lahan Tanam
Setelah memilih bibit, petani dapat mengolah lahan tanam agar tanaman semangka dapat tumbuh dengan sehat maksimal.
Langkah pertama saat mengolah lahan tanam adalah petani membersihkan gulma atau rumput liar yang biasanya tumbuh pada sekitar lahan tanam.
Setelah lahan tanam sudah bersih dari gulma petani dapat menggemburkan tanah dengan cara mencangkul atau membajaknya.
Setelah itu petani memeriksa pH tanah pada lahan tanam, jika kurang dari 6 petani dapat menambahkan kapur dolomit.
Memberi Pupuk Dasar
Setelah melakukan pengolahan lahan tanam petani dapat memberikan pupuk dasar, supaya tanaman semangka dapat tumbuh dengan optimal.
Pupuk yang dapat petani gunakan adalah pupuk kandang dengan dosis 1.5 ton/ha serta pupuk NPK 15:15:15 dengan dosis 100 kg/ha.
Pemberian pupuk dapat langsung petani berikan pada lahan tanam, kemudian aduk pupuk dengan tanah sampai tercampur rata.
Membuat Bedengan
Untuk membuat bedengan petani dapat melakukannya dengan mencangkul tanah pada lahan tanam, lalu naikkan tanah sampai permukaan bedeng lebih tinggi.
Bedengan dapat petani buat dengan lebar sekitar 5 meter, dengan jarak setiap bedengan adalah sekitar 60 cm.
Untuk tinggi dari bedengan pada lahan tanam petani dapat membuatnya dengan tinggi sekitar 40 sampai 60 cm.
Sedangkan untuk panjang dari setiap bedengan adalah dapat petani sesuaikan dengan luas dari lahan tanam.
Kemudian petani dapat membagi dua pada bagian tengah dari bedengan dengan cara mengangkat ke tepi bedengan.
Dengan membagi dua bedengan tersebut maka kedua tepi bedengan tersebut akan berbentuk tanah yang memiliki lebar sekitar 1 meter.
Sehingga bedengan dengan lebar lima meter akan terlihat memiliki dua bedengan tanam pada kanan dan kiri dengan lebar 1 meter.
Dua bedengan tanam itu dapat petani buat miring pada arah tengah, agar tanaman semangka dapat tumbuh dengan baik.
Setelah itu petani dapat membuat saluran air dengan lebar 20 cm dan kedalaman 10 cm pada bagian tengah dua bedengan.
Memasang Mulsa Plastik
Setelah pembuatan bedengan petani dapat menyiapkan mulsa plastik yang sudah petani lubangi dengan diameter sekitar 10 cm.
Untuk jaraknya petani sesuaikan dengan jarak tanam, yaitu sekitar 60 X 30 cm, jika menggunakan bibit semangka Redin F1.
Setelah itu petani menutup mulsa plastik pada atas bedengan, serta pada pinggir mulsa dapat petani pasak menggunakan kawat atau bambu.
Proses Pembibitan
Langkah pertama dalam melakukan pembibitan adalah petani dapat menyiapkan media semai berupa 10 liter pupuk kandang dan 20 liter tanah.
Bila perlu, petani juga dapat menambahkan 150 gram pupuk NPK halus pada media semai agar dapat tumbuh dengan baik.
Setelah media semai sudah siap petani dapat mencampurkan hingga rata kemudian masukkan pada tempat semai.
Sebelum bibit semangka Redin F1 petani masukkan pada tempat semai, rendam terlebih dahulu pada air dengan waktu sekitar 8-12 jam.
Setelah merendam, petani dapat mengeringkan bibit semangka Redin F1, dan masukkan pada kantong plastik yang memiliki ukuran 1 kg.
Kemudian, tiup dan ikat kantong plastik tersebut menggunakan karet, dan biarkan selama sekitar 3 sampai 4 hari.
Setelah itu maka bibit semangka Redin F1 akan mulai berkecambah dan petani dapat memindahkan pada polybag dengan ukuran kecil.
Membuat Lubang Tanam
Satu minggu sebelum petani melakukan penanaman tanaman semangka, sebaiknya petani membuat lubang tanan dengan kedalaman sekitar 8 sampai 10 cm.
Sebaiknya petani membuat lubang tanam dengan jarak sekitar 20 sampai 30 cm dari setiap tepi bedengan.
Penanaman Tanaman
Bibit semangka Redin F1 yang telah tumbuh daun dengan jumlah sekitar empat helai sudah siap petani pindahkan pada lahan tanam.
Agar dapat tumbuh dengan sehat dan maksimal, sebaiknya petani memberikan satu bibit semangka untuk satu lubang tanam.
Supaya tanaman tidak mengalami stres tinggi karena terkena sinar matahari langsung, petani dapat melakukan penanaman pada pagi sebelum jam 10.
Atau petani juga dapat melakukan penanaman bibit semangka Redin F1 pada sore hari setelah jam 15.
Baca Juga : Kebun Semangka Sebagai Usaha Pertanian Tanaman Buah

Leave A Comment