Perawatan Tanaman Semangka Amara
Buka Daftar Isi :

Dalam melakukan perawatan tanaman semangka petani sebaiknya perlu memperhatikan hal – hal penting untuk menjaga tanaman semangka.
Ini bertujuan untuk menjaga tanaman semangka tetap hidup dan menghasilkan panen yang berkualitas tinggi dan sehat.
Dengan hasil panen yang berkualitas tinggi dan sehat maka petani akan mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi.
Untuk itu dalam melakukan perawatan tanaman semangka amara, sebaiknya petani lakukan dengan tepat dan sesuai.
Berikut ini adalah perawatan tanaman semangka amara yang tepat dan sesuai.
-
Penyulaman Semangka
Penyulaman tanaman semangka dapat petani lakukan dalam waktu sekitar 10 hari dari penanaman tanaman yang pertama.
Hal ini berguna supaya pertumbuhan dari tanaman semangka dapat tumbuh sama atau bebarengan.
Bibit yang terkena serangan penyakit atau tumbuh tidak sehat sebaiknya segera petani musnahkan supaya tidak menyebar pada tanaman yang lain.
Caranya adalah permukaan tanah tempat tanaman yang rusak segera petani buang dan ganti dengan tanah yang baru.
Kemudian langkah selanjutnya adalah tinggal petani tanam bibit semangka amara yang baru supaya tanaman semangka dapat tumbuh sehat.
Penyulaman tanaman semangka dapat petani lakukan dalam kurun waktu paling lambat sekitar 3 hari setelah masa tanam.
Apabila melakukan penyulaman pada tanaman semangka yang sudah berumur tua menyebabkan pertumbuhan dari tanaman tidak sama.
Hal ini dapat berpengaruh terhadap perawatan dari tanaman semangka dan pengendalian dari hama saat tanaman berusia dewasa.
-
Pemangkasan Cabang
Apabila tanaman semangka tumbuh dengan banyak cabang dan daun dapat mengakibatkan pertumbuhan generatif dari tanaman semangka terhambat.
Selain itu jika kondisi lingkungan lahan tanam lembab dapat mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit serta dapat menghasilkan panen yang rendah.
Untuk mendapatkan buah semangka yang besar petani dapat memelihara hanya sekitar 3 sampai 4 cabang untuk 1 tanaman.
Pemangkasan dapat petani lakukan dalam kurun waktu sekitar 7 sampai 10 hari setelah masa tanam dengan menggunakan pisau.
Bekas pemangkasan pada tanaman semangka dapat petani semprot dengan menggunakan fungisida untuk mencegah hama menyerang melalui bekas pemangkasan.
Apabila percabangan tanaman semangka mencapai tinggi sekitar 20 cm dapat petani sisakan tiga cabang yang sehat dan kekar.
Cabang yang kekar tersebut dapat berguna apabila petani bertujuan untuk memelihara lebih dari satu buah untuk 1 tanaman.
-
Penyerbukan Buatan
Penyerbukan buatan dapat petani lakukan dalam kurun waktu sekitar 21 hari sampai 28 hari setelah masa tanam awal.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan hasil buah semangka yang sempurna serta petani dapat mengatur populasi dari tanaman semangka.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal petani dapat memilih bunga betina pada ruas daun ke 13 atau 14.
Satu bunga jantan polinator hanya dapat petani serbukkan hanya pada satu bunga betina untuk mendapatkan hasil yang sehat.
-
Penyeleksian Buah Semangka
Dalam kurun waktu sekitar tiga sampai 5 hari setelah petani melakukan penyerbukan, petani akan mengetahui kesuksesan dari kegiatan penyerbukan.
Ciri kegiatan penyerbukan tanaman berhasil petani lakukan adalah bunga yang sudah petani serbuki akan menghadap ke bawah.
Bunga yang menghadap ke bawah ini nantinya akan menjadi tempat berkembang dan tumbuhnya buah semangka.
Jumlah dari buah semangka yang dapat petani pelihara adalah tergantung dari kebutuhan serta kondisi dari tanaman semangka amara.
-
Pemberian Alas Buah Pada Tanaman Semangka
Pemberian alas buah dengan menggunakan jerami pada tanaman semangka ini bertujuan untuk menghindari tumbuhnya gulma.
Apabila petani tidak memberikan alas pada buah dapat mengakibatkan buah tumbuh tidak normal serta gampang terserang penyakit.
Saat memasuki musim hujan alas buah pada tanaman semangka dapat petani ganti menggunakan bilah bambu.
Karena apabila tetap menggunakan jerami maka akan menyebabkan jerami basah serta dapat menyebabkan berkembangnya penyakit pada tanaman.
-
Pengairan Pada Tanaman Semangka
Pada saat memasuki fase vegetatif tanaman semangka membutuhkan cukup banyak air untuk membantu pertumbuhan dari tanaman semangka.
Sedangkan pada fase generatif atau saat bunga pada tanaman semangka sudah muncul, sebaiknya petani mengurangi kegiatan pengairan.
Pada saat tanaman sudah mulai berbuah petani dapat menambah pengairan lagi pada tanaman semangka untuk memberikan asupan nutrisi pada buah.
Saat buah sudah mulai matang, sebaiknya petani kembali mengurangi pengairan lagi untuk mencegah buah semangka menjadi busuk.
-
Pemupukan Tambahan
Pemupukan tambahan dapat petani berikan pada tanaman semangka setelah berusia sekitar 25 hari menggunakan pupuk daun yang memiliki kandungan nitrogen.
Pupuk daun yang dapat petani gunakan merupakan jenis multimikro menggunakan dosis sekitar 2 cc/liter serta campuran ZA dan NPK(15:15:15).
Pupuk tersebut dapat petani campurkan dengan air dengan komposisi sekitar 5 gram pupuk untuk campuran 1 liter air.
Saat tanaman semangka memasuki fase generatif petani menggunakan pupuk NPK yang dapat petani siramkan sebanyak 250 ml untuk 1 tanaman.
Saat tanaman berusia sekitar 45 sampai 55 hari setelah masa tanam, dapat petani tambahkan pupuk KNO3 sebanyak 10-15 gram/liter air.
Kemudian dapat petani siramkan pupuk tersebut sebanyak 250 ml untuk 1 lubang tanaman semangka untuk mendapat hasil yang maksimal.
-
Pembalikan Buah Semangka
Kegiatan pembalikan buah semangka dapat petani lakukan sebanyak dua kali dalam kurun waktu satu minggu.
Warna kulit buah yang tidak pernah petani balik menyebabkan warna buah menjadi putih kekuningan karena tidak mendapat cahaya matahari.
Baca Juga : Kebun Semangka Sebagai Usaha Pertanian Tanaman Buah

Leave A Comment