Cara Menanam Sawi Agar Dapat Tumbuh Dengan Sehat dan Optimal

chaisim shinta, bibit sawi, harga bibit sawi, bibit sawi pahit, tanaman sawi

Jual Bibit Sawi Shinta Berkualitas Tinggi Harga Terjangkau | Belanja Tani

Supaya dapat tumbuh dengan sehat dan optimal, petani harus melakukan penanaman tanaman sawi yang tepat dan sesuai.

Dengan tanaman yang tumbuh sehat dan optimal, maka berpeluang besar untuk menghasilkan panen berkualitas terbaik dan hasil tinggi.

Berikut ini adalah cara menanam tanaman sawi yang tepat dan sesuai supaya tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan maksimal.

Pemilihan Bibit

Supaya dapat menghasilkan panen yang berproduksi tinggi, petani harus menggunakan bibit tanaman yang memiliki kualitas unggulan dan tahan penyakit.

Contohnya seperti bibit sawi Shinta, yang terbukti memiliki kualitas unggulan serta tahan penyakit layu busuk hitam serta busuk lunak.

Petani dapat menanam bibit sawi Shinta pada daerah dataran rendah dan menengah atau pada ketinggian kurang dari 700 mdpl.

Bibit sawi Shinta merupakan salah satu bibit sawi hijau yang menghasilkan panen sayuran yang mengandung gizi dan nutrisi yang melimpah.

Dengan menggunakan bibit sawi Shinta, petani dapat melakukan proses pemanenan dalam waktu yang singkat.

Berapa lama sawi hijau panen? Dalam budidaya menggunakan bibit sawi Shinta, petani sudah bisa melakukan pemanenan saat tanaman berusia 30 sampai 40 hari setelah tanam.

Potensi hasil panen dari bibit sawi Shinta, petani dapat menghasilkan panen sekitar 30 sampai 40 ton untuk 1 hektar lahan.

Persemaian Bibit

Dalam persemaian bibit, petani menyiapkan media semai terlebih dahulu yang berupa tanah, pupuk kandang serta sekam.

Setelah itu petani mencampur tanah, arang sekam serta pupuk kandang sampai tercampur rata, dengan menggunakan perbandingan 2:1:1

Kemudian petani dapat memasukkan media semai ke dalam tempat semai yang berupa polybag atau pot berukuran kecil.

Selanjutnya petani dapat memasukkan bibit sawi Shinta pada polybag dengan isi sekitar 3 sampai 5 bibit setiap polybag.

Saat melakukan persemaian bibit petani dapat melakukan penyiraman secara rutin yaitu setiap dua kali sehari hingga tumbuh daun.

Pengolahan Lahan Tanam

Setelah menyemai bibit sawi, petani dapat melakukan pengolahan lahan tanam terlebih dahulu supaya tanaman sawi dapat tumbuh sehat dan maksimal.

Pengolahan lahan tanam yang pertama adalah, petani melakukan pembersihan gulma atau rumput liar yang biasanya tumbuh pada lahan tanam.

Setelah lahan tanam sudah bersih, maka petani dapat menggemburkan tanah terlebih dahulu supaya tanah lebih subur.

Untuk penggemburan tanah, petani dapat melakukannya dengan cara mencangkul lahan tanam dengan kedalaman sekitar 20 – 40 cm.

Sambil menggemburkan tanah, petani dapat memberikan pupuk kandang dengan dosis sekitar 3 hingga 5 ton untuk 1 hektar lahan.

Pemberian pupuk saat melakukan penggemburan tanah ini bertujuan supaya cepat merata serta pupuk dapat tercampur dengan tanah.

Setelah menggemburkan tanah, petani dapat membuat bedengan dengan tinggi 20 – 30 cm, dengan jarak antar bedengan sekitar 30 cm.

Selanjutnya petani memeriksa pH tanah, jika tingkat pH tanah kurang dari 6 petani dapat menaburkan kapur dolomit pada lahan tanam.

Kemudian petani dapat membuat jarak tanam pada bedengan dengan jarak sekitar 30 X 30 cm.

Proses Penanaman Tanaman Sawi

Apabila bibit sawi Shinta yang petani semai sudah tumbuh daun, maka petani sudah dapat memindahkan pada lahan tanam.

Petani dapat melakukan proses penanaman tanaman sawi pada bedengan yang sudah petani buat sebelumnya.

Dalam proses pemindahan sawi, sebaiknya petani melakukannya dengan hati – hati agar tidak merusak akar tanaman.

Perawatan Tanaman Sawi Dengan Tepat Untuk Menghasilkan Panen Tinggi

Selain melakukan penanaman petani juga harus melakukan perawatan tanaman sawi agar dapat menghasilkan panen berproduksi tinggi.

Berikut ini adalah beberapa cara perawatan tanaman yang tepat untuk menjaga tanaman sawi tetap tumbuh dengan sehat.

Penyiraman Tanaman

Untuk mencukupi kebutuhan air dari tanaman sawi, petani harus melakukan proses penyiraman tanaman secara rutin dan sesuai.

Namun proses penyiraman tanaman sawi harus petani perhatikan, jika pada musim kemarau sebaiknya petani melakukannya secara rutin.

Tetapi pada saat musim hujan, sebaiknya petani melakukan penyiraman sesuai dengan kondisi dari tanaman sawi.

Penyulaman dan Penjarangan Tanaman

Penyulaman merupakan kegiatan untuk mengganti tanaman sawi yang tidak dapat tumbuh dengan sehat dan maksimal.

Kegiatan tersebut petani lakukan supaya tanaman yang tidak dapat tumbuh tersebut tidak menulari pada tanaman sehat lainnya.

Sedangkan untuk penjarangan tanaman petani dapat melakukannya pada saat sawi sudah berusia sekitar 2 minggu.

Penjarangan ini petani lakukan jika terdapat tanaman sawi yang tumbuh terlalu rapat, maka sebaiknya petani segera mencabutnya.

Pemberantasan Gulma

Jika dalam kegiatan budidaya tanaman sawi terdapat gulma yang tumbuh pada lahan tanam, sebaiknya petani segera mencabutnya.

Gulma sendiri dapat bersaing dengan tanaman sawi karena dapat mencuri unsur hara yang sayuran sawi butuhkan.

Selain itu gulma juga dapat menjadi sarang dari beberapa hama serta penyakit yang dapat menyerang tanaman sawi.

Proses Pemupukan Tambahan

Untuk pupuk tambahan yang dapat petani gunakan adalah petani dapat menggunakan pupuk urea sebanyak 20 kg untuk 1 hektar lahan.

Pemberian pupuk tambahan dapat petani berikan setiap 10 hari sekali hingga tanaman sawi sudah siap panen.

Proses Pemanenan Tanaman

Dengan menggunakan bibit sawi Shinta petani dapat melakukan proses pemanenan saat tanaman berusia sekitar 30 sampai 40 hari setelah tanam.

Untuk memanen tanaman sawi petani dapat mencabut semua tanaman sampai akarnya serta dapat juga petani memotong pada bagian pangkal batang.

Setelah melakukan proses pemanenan tanaman sawi, petani harus segera mencuci serta membuang kotoran yang menempel pada sayuran.

Kemudian setelah bersih maka sayuran sawi sudah siap untuk petani jual pada pedagang pedagang pasar.

Baca Juga : Benih Sawi Berkualitas Hasilkan Tanaman Sayur Sawi Sehat