Cara Menanam Kubis Agar Besar Yang Dapat Meningkatkan Keuntungan Petani

Supaya sayuran kubis dapat menghasilkan panen yang besar petani harus melakukan penanaman tanaman yang tepat dan sesuai.

Sehingga dengan hasil panen sayuran kubis yang besar, maka petani akan mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi.

Berikut ini adalah beberapa cara penanaman dari sayuran kubis supaya dapat menghasilkan panen yang besar.

Pemilihan Benih

Agar dapat menghasilkan panen yang besar maka petani harus menggunakan benih kubis yang memiliki kualitas unggulan.

Contohnya seperti benih kubis Sehati F1 yang terbukti berkualitas unggulan serta dapat tahan serangan penyakit layu bakteri serta busuk lunak.

Kebutuhan dari benih kubis Sehati F1 untuk 1 hektar lahan tanam adalah petani membutuhkan sekitar 200 sampai 250 gram.

Dengan menggunakan benih kubis Sehati F1, petani dapat melakukan pemanenan saat tanaman berusia sekitar 75 sampai 90 hari setelah tanam.

Benih kubis Sehati F1 dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai menengah atau dengan ketinggian kurang dari 700 mdpl.

Hasil krop dari benih kubis Sehati F1 biasanya bertekstur cukup keras, tidak gampang pecah serta tahan untuk tunda panen.

Persemaian Benih

Sebelum menyemai benih, sebaiknya benih kubis Sehati F1 petani rendam pada air hangat selama kurang lebih sekitar 1 jam.

Petani dapat menyiapkan media semai yang berupa campuran antara tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

Setelah tercampur rata, petani dapat memasukkan media semai tersebut pada tempat persemaian yang berupa polybag berukuran kecil.

Kemudian petani dapat memasukkan benih kubis Sehati F1 pada polybag, dengan jumlah maksimal 2 biji pada setiap polybag.

Lalu petani dapat menutup menggunakan sisa media semai, dan juga petani memadatkan tanah secara perlahan.

Untuk penyiraman saat proses persemaian, petani dapat melakukannya dengan menggunakan air secukupnya agar media semai tidak tergenang air.

Setelah berusia 3 – 4 minggu atau saat sudah tumbuh 4 – 5 daun, petani dapat memindahkan pada lahan yang lebih luas.

Mengolah Lahan Tanam

Sebelum mengolah lahan tanam, sebaiknya petani membersihkan lahan dari gulma atau dari bekas tanaman yang petani budidayakan sebelumnya.

Setelah lahan tanam sudah bersih, petani dapat mencangkul tanah sampai gembur dengan kedalaman sekitar 20 – 40 cm.

Setelah itu petani dapat membuat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 20 – 30 cm dengan panjang sesuai luas lahan tanam.

Kemudian petani dapat mengukur pH tanah, jika kurang dari 5.5 petani dapat menaburkan kapur dolomit pada tanah lahan tanam.

Pemberian Pupuk Dasar

Dalam proses pemberian pupuk dasar, petani dapat menggunakan pupuk kandang untuk mencukupi kebutuhan unsur hara tanaman.

Petani dapat menggunakan pupuk kandang sapi dengan dosis sekitar 30 ton/ha atau pupuk kandang domba sekitar 25 ton/ha.

Proses Pemindahan Tanaman

Jika benih kubis Sehati F1 yang sudah semai berusia 3-4 minggu atau sudah tumbuh 4-5 daun petani dapat melakukan pemindahan.

Sebelum memindahkan, sebaiknya petani membuat lubang tanam pada bedengan dengan jarak sekitar 60 X 60 cm.

Untuk proses pemindahan tanaman, sebaiknya petani lakukan dengan hati – hati, agar tidak merusak akar yang sudah tumbuh.

Kemudian petani dapat menutup lubang tanam pada bedengan dengan menggunakan tanah hingga akar kubis sudah tidak tampak lagi.

Setelah melakukan pemindahan tanaman petani dapat menyiram menggunakan air secukupnya.

Cara Merawat Kubis Supaya Menghasilkan Panen Berkualitas Tinggi

kubis sehati, kubis sehati f1, benih kubis, bentuk benih kubis, harga benih kubis

Jual Benih Kubis Sehati F1 Harga Terjangkau Kualitas Terbaik | Belanja Tani

Selain melakukan penanaman, petani juga harus merawat tanaman kubis agar dapat menghasilkan panen dengan kualitas tinggi.

Berikut ini adalah cara merawat kubis supaya dapat menghasilkan panen yang berkualitas tinggi, dan berproduksi melimpah.

Penyiraman Tanaman

Dalam masa awal tanam, petani dapat menyiram secara rutin pada pagi dan sore hari agar tanaman kubis dapat tumbuh maksimal.

Tetapi jika turun hujan, sebaiknya petani tidak melakukan penyiraman karena kebutuhan air untuk tanaman kubis sudah tercukupi.

Saat tanaman kubis berusia sekitar 30 hari petani dapat melakukan penyiraman sebanyak 2 sampai 3 kali sehari.

Atau dapat juga petani menyesuaikan dengan kondisi dari lahan tanam tanaman kubis.

Penyulaman Tanaman

Pada saat tanaman kubis belum berumur 2 minggu, petani dapat melakukan proses penyulaman tanaman.

Proses penyulaman tanaman sendiri merupakan mengganti tanaman yang layu atau tumbuh dengan tidak normal dengan menggunakan tanaman kubis yang baru.

Pemupukan Susulan

Proses pemberian pupuk susulan dapat petani lakukan dengan menggunakan pupuk urea KCl serta ZA dengan perbandingan 1:2.

Tahan pemupukan susulan yang pertama petani lakukan saat tanaman kubis berumur sekitar 25 sampai 30 hari.

Selanjutnya untuk proses pemberian pupuk yang berikutnya petani dapat melakukannya setiap 10 sampai 15 hari sekali.

Untuk pemberian pupuk pada tanaman, petani dapat mengocor atau dapat juga petani langsung menaburnya pada tanaman.

Penyiangan Gulma

Jika terdapat gulma atau rumput liar yang tumbuh pada sekitar lahan tanam tanaman kubis, maka petani harus segera melakukan pemberantasan.

Untuk memberantas gulma atau rumput liar petani dapat menggunakan herbisida yang dosisnya sebaiknya petani sesuaikan.

Proses Pemanenan

Dengan menggunakan benih kubis Sehati F1 petani dapat melakukan proses pemanenan saat tanaman berusia sekitar 75 – 90 hari.

Atau dapat juga petani memperhatikan pinggir daun krop bagian atas sudah melengkung keluar dan berwarna agak keunguan.

Selain itu, petani juga dapat memperhatikan krop sisi dalam sudah padat, dengan ciri jika petani ketuk bunyinya akan nyaring.

Saat proses pemanenan petani mengikutsertakan dua lembar daun hijau yang berfungsi untuk membuat perlindungan krop.

Baca Juga : Insektisida Ampuh Untuk Tanaman Kubis Basmi Hama Sayuran