Tindakan Yang Petani Perlukan Untuk Mencegah Gulma
Buka Daftar Isi :

Dalam mengendalikan Gulma petani memerlukan usaha yang tepat dengan waktu yang sesuai. Gulma pada lahan pertanian tidak perlu petani lakukan pada saat masa tumbuh awal hingga masa panen tanaman.
Sehingga petani dapat menghemat tenaga, biaya dan waktu dalam melakukan budidaya tanaman. Saat yang tepat untuk melakukan tindakan adalah saat tanaman berumur atau dari masa hidup tanaman. Beberapa tindakan yang petani perlukan adalah :
Tindakan Preventif
Tindakan preventif adalah salah satu usaha petani untuk mencegah pengendalian tumbuhnya gulma. Pertama petani perlu membersihkan lahan dari gulma sebelum melakukan budidaya tanaman.
Lalu membersihkan pada alat pertanian yang kemungkinan masih melekat setelah melakukan pembersihan tadi. Pada dalam tanah juga perlu petani periksa apakah terdapat sisa dari biji gulma.
Kemudian petani menggunakan pupuk yang sudah matang untuk mencegah kontaminasi dari biji gulma. Yang terakhir melakukan pencegahan mengangkut tanaman yang dapat berpotensi adanya pemindahan biji gulma pada lahan tanah.
Tindakan Mekanis
Merupakan tindakan yang petani lakukan menggunakan alat pertanian. Contohnya seperti melakukan pengolahan tanah, pembabatan, dan penggunaan mulsa pada budidaya tanaman.
Baca Juga : Cara Pemakaian Gramoxone Racun Rumput Dan Dosisnya
Tindakan Secara Kimiawi
Tindakan ini petani lakukan dengan cara menggunakan Herbisida. Ini biasanya petani lakukan dalam budidaya tanaman untuk menghemat tenaga dan waktu.
Namun pemakaian Herbisida secara sering pada tanaman dapat menimbulkan tanaman rusak dan mengandung bahan kimia berlebih. Penggunaan herbisida yang baik biasanya petani lakukan pada pukul sekitar 07.00 – 08.00 sesuai dengan angin dan curah hujan.
Tindakan Secara Biologi
Tindakan ini dapat petani lakukan dengan cara menekan populasi gulma menggunakan musuh alaminya. Seperti menggunakan fungi, ternak insekta dan lain sebagainya. Bila tindakan ini berhasil petani atasi untuk mencegah gulma, maka tidak membutuhkan tindakan lain.
Merk Herbisida Yang Sesuai Untuk Mengatasi Gulma
Herbisida merupakan bahan kimia yang biasanya petani gunakan untuk mengendalikan gulma, contohnya adalah alang-alang, rumput dan sebagainya. Penggunaan Herbisida petani sesuaikan dengan jenis tanaman dan perkembangan gulma.
Berikut beberapa merk Herbisida yang cocok untuk tanaman
Herbisida Apiro 550.8 SC

Merupakan merk herbisida dari pabrik Syngenta yang memiliki kualitas terbaik. Cocok untuk petani gunakan mengatasi rumput liar yang terdapat pada tanaman padi.
Herbisida Apiro 550.8 SC mengandung dua bahan aktif yaitu Pyriftalid 336 g/l dan Bensulfuron 184,8 g/l. Dua bahan aktif berguna untuk mengatasi herbisida pra tumbuh, dan gulma dengan daun lebar.
Cara pemakaian Apiro ini dengan melarutkan pada air terlebih dahulu, dengan dosis 1 hektar lahan tanah membutuhkan sekitar 350 ml. Dengan volume semprot sekitar 330 – 450 ltr/ha dapat petani semprotkan pada padi yang berumur 7-10 hari setelah masa tanam.
Herbisida Diuron Karmex 80 WP
Produk dari pabrik terkenal Royal Agro Indonesia yang sudah terjamin keunggulannya serta memiliki kualitas terbaik. Herbisida ini sesuai untuk petani gunakan pada tanaman jagung, singkong dan karet.
Mengandung bahan aktif Diuron 80 % yang cocok untuk mengatasi gulma dan rumput liar pada tanaman. Cocok untuk Gulma dengan daun lebar dan sempit.
Pengaplikasian Karmex 80 WP adalah dengan melarutkan kedalam air terlebih dahulu, dengan dosis berkisar 1,5 – 3,5 kg untuk 1 hektar lahan. Dapat petani semprotkan pada tanaman yang berumur sekitar 4 – 6 minggu setelah masa tanam dengan volume semprot sekitar 300 l/ha.
Herbisida Amexone 500 SC

Herbisida merk ini merupakan produk dari pabrik ternama Petrokimia Kayaku yang berkualitas terbaik dan sudah terjamin keampuhannya. Yang menjadi favorit petani dalam mengatasi rumput liar pada tanaman tebu.
Dengan mengandung bahan aktif yaitu Ametrin 500 g/l yang cocok untuk gulma yang memiliki daun lebar dan sempit. Merk ini ampuh untuk petani dalam mengatasi rumput pengganggu yang ada pada tanaman tebu.
Penggunaan Amexone 500 SC adalah melarutkan pada air terlebih dahulu dengan takaran untuk 1 hektar lahan menggunakan dosis sekitar 1,5 – 2 ltr. Dengan volume semprotnya adalah 300 l/ha dapat petani gunakan pada pagi hari sekitar pukul 07.00.
Herbisida Tabas 400 SC

Merupakan produksi dari pabrik terkenal PT Deltagrow Mulia Sejati yang memiliki kualitas terbaik dengan harga terjangkau. Sesuai untuk petani dalam mengatasi rumput liar yang terdapat pada tanaman padi.
Bahan aktif yang terdapat pada Tabas 400 SC adalah Natrium bispiribak 400 g/l cocok untuk gulma berdaun lebar. Tabas 400 SC cocok untuk petani gunakan pada padi tabela dan padi darat.
Untuk penggunaan dosis yang sesuai adalah 1 -2 ml/ltr dengan cara melarutkan dalam air dahulu. Kemudian petani dapat langsung menyemprotkan pada tanaman padi yang sudah berumur 10 – 20 hari setelah tanam.
Herbisida Round Up 486 SL
Round Up 486 SL adalah herbisida sistemik produksi dari pabrik ternama PT Nufarm Indonesia yang berkualitas terbaik. Cocok untuk mengatasi tumbuhnya rumput liar yang terdapat pada tanaman jagung.
Dengan bahan aktif pada Round Up 486 SL adalah 486 g/l ipa glifosat sesuai untuk gulma daun lebar. Tetapi untuk penggunaanya harus tepat dan mengikuti petunjuk. Apabila tidak tepat menyebabkan tanaman bisa mati.
Cara penggunaannya adalah dengan melarutkan pada air terlebih dahulu menggunakan dosis 3 – 6 liter untuk 1 hektar lahan. Dengan volume semprot 300 ltr/ha dapat petani semprotkan petani pada pagi hari sekitar pukul 07.00
Baca Juga : Herbisida Purna Tumbuh Untuk Padi Buat Petani Untung
Herbisida Goal 240 EC

Goal 240 EC merupakan produksi dari pabrik terkenal Dow Indonesia yang memiliki kualitas unggulan. Cocok untuk petani terapkan dalam mengatasi gulma yang terdapat pada tanaman bawang merah.
Memiliki kandungan bahan aktif yaitu Oxyfluerfen 249 g/l yang sesuai untuk gulma berdaun lebar dan sempit. Cocok untuk petani gunakan pada tanaman bawang merah yang dapat mengurangi hasil panen.
Dosis yang sesuai untuk herbisida ini adalah sekitar 1,5 – 2 ml untuk 1 liter air. Cara pemakaiannya adalah larutkan kedalam air kemudian petani dapat menyemprotkan pada lahan tanam sekitar 4 – 5 hari sebelum masa tanam.
Untuk merk Herbisida lainnya dapat anda lihat sendiri pada katalog Toko Belanja Tani. Toko Belanja Tani sendiri juga menyiapkan website untuk memudahkan anda untuk melihat ketersediaan alat untuk menunjang kegiatan pertanian.

Leave A Comment