Jenis Hama Yang Mampu Untuk Menyerang Ke Tanaman Budidaya
Buka Daftar Isi :
Berbagai jenis serangan hama berbahaya pada tanaman budidaya, dapat mengacaukan proses perkembangan tanaman tersebut.
Dengan fase pertumbuhan tanaman yang terhambat, bisa berefek pada hasil panen yang akan menurun signifikan dan kualitas panen tersebut cenderung jelek.
Maka dari itu, petani harus selalu mengawasi adanya hama berbahaya yang menyerang pada tanaman, supaya bisa dengan segera memusnahkannya.
Apabila petani segera menumpas serangan hama berbahaya pada tanaman, kondisinya akan aman, sehingga tanaman akan mampu tumbuh dengan lancar.
Namun, sebelum memberantas hama berbahaya yang menyerang ke tanaman, petani harus mengenal beberapa jenis hama tanaman yang berbahaya tersebut.
Berikut merupakan berbagai jenis hama berbahaya yang bisa menyerang pada tanaman budidaya serta dapat mengacaukan fase pertumbuhannya.
Tryporyza Innotata
Tryporyza innotata atau terkenal sebagai penggerek batang padi adalah suatu hama utama pada tanaman padi di Indonesia serta wilayah tropis lainnya.
Serangga ini termasuk dalam famili Crambidae (Lepidoptera) dan menyerang tanaman padi pada berbagai tahap pertumbuhan, terutama setelah fase vegetatif dan selama fase generatif.
Siklus hidup hama tryporyza innotata akan melibatkan empat tahap, yaitu tahap telur, larva, pupa dan tahap ngengat dewasa.
Hama ini bisa menyebabkan kerugian hasil panen signifikan, terutama jika serangan terjadi pada musim tanam yang penting.
Kerusakan oleh hama ini tidak hanya menyebabkan kerugian langsung karena kehilangan hasil, tetapi juga meningkatkan biaya pengelolaan hama.
Untuk mengendalikan hama tryporyza innotata, petani dapat mengatur waktu tanaman secara seragam, memakai musuh alami hama ini.
Memanfaatkan varietas tanaman padi yang tahan hama dan aplikasi insektisida dengan dosis serta cara pemakaian yang harus tepat.
Gryllotalpa sp.
Gryllotalpa sp., yang terkenal sebagai orong – orong atau belalang tanah, merupakan hama utama pada tanaman pertanian, terutama padi, jagung, serta sayuran.
Serangga ini termasuk dalam ordo Orthoptera, famili Gryllotalpidae. Hama ini hidup pada bagian dalam tanah dan aktif pada malam hari.
Orong – orong mempunyai tubuh berbentuk silindris dengan panjang sekitar 3 – 5 cm, yang warnanya coklat gelap.
Kaki depannya mirip cangkul, sangat kuat, dan berguna untuk menggali tanah. Serangga ini juga memiliki antena panjang dan tubuh berbulu halus.
Fase hidup hama gryllotalpa sp. akan melibatkan tiga tahap yang penting, yaitu tahap telur, nimfa dan tahap dewasa.
Hama orong – orong merupakan hama yang sering merusak bagian bawah tanaman, terutama saat akar serta bibit muda.
Orong – orong mampu menggali terowongan pada sekitar akar tanaman, yang mengganggu tanaman dalam menyerap air serta nutrisi.
Tanaman yang terserang hama ini seringkali akan mati atau mengalami pertumbuhan terhambat, hingga akhirnya akan menurunkan produktivitas dan hasil panen.
Untuk mengendalikan hama gryllotalpa sp., petani harus menangkap hama ini dengan manual, memasang perangkap pada sekitar tanaman.
Mengolah tanah dengan tepat, memakai predator alami hama ini dan pemakaian insektisida dengan dosis yang sesuai.
Agrotis Ipsilon
Agrotis ipsilon atau ulat grayak hitam adalah hama utama yang menyerang berbagai tanaman hortikultura seluruh dunia.
Serangga ini termasuk dalam ordo Lepidoptera dan famili Noctuidae. Ulat grayak hitam terkenal karena menyerang pangkal batang tanaman, terutama saat fase awal pertumbuhan.
Morfologi ngengat dewasa dari hama ini berwarna coklat gelap hingga hitam dengan pola sayap yang khas.
Sayap depan memiliki garis gelap dan bentuk huruf Y yang samar, sedangkan sayap belakang lebih pucat.
Larva atau ulat berwarna abu – abu kehitaman dengan tubuh halus dan tebal serta panjangnya mencapai 40 – 50 mm.
Siklus hidup hama ulat grayak hitam agrotis ipsilon akan melibatkan empat tahap, yaitu tahap telur, larva, pupa serta dewasa.
Ulat grayak hitam terkenal karena menyerang tanaman muda dan memotong batang tanaman pada dekat permukaan tanah.
Gejala serangan yang umum dari hama ini, meliputi :
- Tanaman yang layu atau mati tiba – tiba : Ulat memotong batang tanaman pada dekat permukaan tanah, terutama saat malam hari.
- Kerusakan pada pangkal batang : Bagian pangkal batang yang terpotong atau terkoyak menjadi ciri khas serangan Agrotis ipsilon.
- Pengurangan populasi tanaman : Serangan pada fase bibit sering menyebabkan kerugian besar karena tanaman tidak dapat pulih dari kerusakan yang muncul.
Kerugian yang terjadi akibat hama agrotis ipsilon bisa signifikan, terutama pada tanaman muda yang sangat rentan terhadap serangan.
Hama ini akan mengurangi populasi tanaman pada lapangan secara drastis dan menyebabkan penurunan produktivitas.
Dalam beberapa kasus, serangan berat dari hama ini akan memaksa petani untuk menanam ulang seluruh lahan.
Untuk mengendalikan hama agrotis ipsilon, petani dapat mengelola tanah dengan baik, selalu menjaga kebersihan lahan tanam.
Merotasi tanaman secara rutin, memakai musuh alami hama ini, serta memanfaatkan insektisida dengan dosis dan cara pemakaian yang tepat.
Baca Juga : Jual Harga Matador 250 Ml Terjangkau Yang Efektif Membasmi Hama


Leave A Comment