Jamur Patogen Tanaman Gagalkan Panen Terong Petani
Buka Daftar Isi :

Terong merupakan salah satu sayuran sebagai peluang bisnis terbaru bagi petani dan hal tersebut sudah terbukti menguntungkan. Dengan berpegang teguh pada cara menanam terong yang benar petani pasti dapat menghasilkan tanaman sehat.
Selain itu dengan memanfaatkan bahan perlindungan tanaman seperti Fungisida Untuk Tanaman Terong salah satunya. Selain itu pencegahan dapat petani lakukan dengan cara alami seperti menerapkan jarak tanam tertentu pada tanaman terong.
Jarak tanaman yang tidak terlalu berdekatan juga membantu menghambat penyebaran penyakit tanaman terong akibat jamur patogen. Selain menerapkan jarak tanaman petani juga harus melakukan penyemprotan Fungisida Untuk Tanaman Terong.
Selain Untuk membunuh jamur yang sudah menyerang terong, untuk tanaman terong yang belum terserang petani dapat melakukan pencegahan dengan fungisida tersebut. Namun penggunaan dari Fungisida tersebut haru petani awasi dengan cara yang baik dan benar.
Jamur pada tanaman terong biasanya menyerang buah, daun ataupun bagian batang yang membuat busuk atau kering. Busuk pada batang terong misalnya, hal tersebut akan mempengaruhi hasil panen tanaman terong dan menurunkan kualitasnya.
Jamur jenis penyebab busuk pada batang ini menyerang bagian bawah tanaman terong sehingga mereka menjadi busuk. Setelah itu jika petani biarkan dapat berdampak buruk pada tanaman menjadi layu dan mati.
Pencegahan terhadap penyakit Busuk batang akibat jamur patogen tanaman terong dapat petani cegah dengan persiapan sebelum budidaya tanaman. Persiapan tersebut dengan memilih benih terong kualitas terbaik yang jelas memiliki keunggulan.
Terong sehat yang tahan serangan penyakit dan virus dapat petani raih dari benih dan Fungisida Untuk Tanaman Terong. Selain itu jamur patogen tanaman terong dapat petani basmi dengan memanfaatkan bahan aktif yang ampuh sesuai dengan jenis jamurnya.
Sehingga pentingnya mengeri jenis gangguan jamur patogen dan cara mengatasi dengan Fungisida Untuk Tanaman Terong adalah hal penting. Berikut ini jenis jamur yang harus petani terong Ketahui :
Bercak Daun Serkospora (Cercospora Melongena)
Merupakan penyakit yang memiliki daya tahan tinggi pada jamur pembawa penyakit tersebut dan dapat bertahan selama 12 bulan. Jamur Patogen Cercospora Melongena merupakan jamur yang menyebabkan bercak daun Serkospora pada tanaman terong.
Namun petani tidak perlu khawatir berlebihan terhadap penyakit ini, karena pasti dapat petani cegah dan obati. Salah satu pencegahannya adalah menggunakan Fungisida Untuk Tanaman Terong yang melindungi dari infeksi jamur.
Gejala Penyakit bercak Daun Serkospora pada tanaman terong adalah terlihat pada bagian Batang dan Daun. Batang dan Daun pada tanaman terong memiliki bercak berwarna coklat dan terkadang sedikit cekung.
Pada infeksi yang sudah parah daun akan berwarna sedikit keabu – abuan sehingga petani harus waspada dan selalu mengawasinya. Untuk infeksi dengan tingkat yang para daun akan menjadi keriting dan rontok da hal tersebut sangat mengganggu pertumbuhan Tanaman.
Penyakit ini memang tidak menyerang buah terong namun akibat infeksinya, penurunan produksi buah pasti terjadi. Jika tanaman tidak memiliki Batang untuk mengangkut nutrisi dan daun untuk melakukan fotosintesis, maka pertumbuhan pasti terganggu.
Jamur Cercospora Melongena dapat bertahan pada tanaman yang mati dan caranya menginfeksi tanaman lain dengan media air atau angin. Sehingga sebisa mungkin petani terong menerapkan jarak tanaman yang sesuai dan tidak membuah tanaman layu atau mati.
Namun terkadang tidak petani duga alat pertanian dapat menyebarkan jamur jenis ini, sehingga petani harus tetap menjaga kebersihan alat. Sehingga untuk alat pertanian yang kotor akan lebih beresiko dalam penyebaran jamur Cercospora Melongena.
Busuk Batang Phytophthora (Phytophthora Capsici)
Ciri – ciri Busuk batang pada tanaman terong pangkal batang dari tanaman jika petani belah akan terlihat busuk. Hal Tersebut merupakan infeksi dari jamur patogen tanaman Phytophthora Capsici.
Tanaman yang terinfeksi penyakit busuk batang dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan buah dan menurunnya daya tahan tanaman. Sehingga tanaman akan layu dan mudah mati serta terserang penyakit lain.
Oleh karena itu petani menggunakan Fungisida Untuk Tanaman Terong sehingga pencegahan dan pembasmian lebih mudah dan efektif. Biasanya pertumbuhan jamur Phytophthora yang tinggi terpengaruh oleh kelembaban tanah yang tinggi.
Sistem irigasi yang buruk dapat mempermudah pertumbuhan jamur patogen tanaman, sehingga petani harus memperbaikinya. Karena jika memasuki musim hujan dan intensitasnya tinggi, tanah akan kesulitan dalam menyerap air.
Hal tersebut adalah akibat sistem Irigasi yang buruk sehingga petani harus memperbaikinya dan menggunakan Fungisida Untuk Tanaman Terong. Penerapan jarak tanam juga harus petani lakukan agar tidak menyebar pada tanaman terong lain.
Karena media penularan adalah air dan tanah serta angin juga dapat mempermudah penyebarannya. Petani harus peduli dengan keadaan lahan pertanian agar mengetahui jenis gangguan tanaman terong.
Baca Juga : Bahan Aktif Fungisida Yang Tidak Boleh Dicampur Pada Penyemprotan

Leave A Comment