Tips Perawatan Tanaman Melon Dengan Benar Supaya Panen Banyak

teknik budidaya melon terbaru, cara menanam melon dari biji, menanam melon, cara menanam buah melon, cara menanam melon di sawah

Jual Benih Tanaman Melon Harga Terjangkau Kualitas Unggul | Belanja Tani

Selain menjalankan cara menanam melon di tanah yang tepat, selama budidaya petani juga perlu menerapkan tips perawatan tanaman melon dengan benar.

Dengan menerapkan tips perawatan tanaman melon secara sesuai, berdampak terhadap pertumbuhan tanaman yang akan berjalan secara lancar dan optimal.

Tanaman melon yang mampu tumbuh sehat serta berjalan maksimal, berpotensi mampu untuk menghasilkan panen berproduksi melimpah dan berkualitas bagus.

Oleh sebab itu, waktu budidaya petani harus menjalankan cara menanam melon di tanah dan memperhatikan tips perawatan yang benar.

Berikut adalah beraneka tips perawatan tanaman melon secara benar, supaya pertumbuhannya maksimal dan bisa memproduksi panen melimpah.

Penyiraman Tanaman

Ada beberapa tahap pengairan ke tanaman melon, yang dapat petani lakukan, seperti pada bawah ini.

Fase Awal (Umur Tanaman 0 – 30 hari)

Siram tanaman melon setiap 1 sampai 2 kali dalam sehari, terutama waktu pagi dan sore hari, apabila cuaca cenderung lumayan panas.

Maksud dari dua kali penyiraman adalah, untuk mendukung pertumbuhan akar serta daun tanaman melon, supaya berjalan dengan maksimal.

Fase pembungaan dan Pembuahan Awal (Umur Tanaman 30 – 50 hari)

Sebaiknya, saat tanaman melon dalam fase pembungaan dan pembuahan awal, kurangi frekuensi siram menjadi 1 kali sehari atau 2 hari sekali.

Hal tersebut dapat bermanfaat untuk merangsang proses pembentukan dari bunga serta buah dari tanaman melon.

Fase Pematangan Buah (50 hari setelah tanam ke atas)

Siram tanaman melon secara cukup, supaya buah tidak mengalami pecah serta kandungan kadar gulanya dapat meningkat.

Hindari kondisi tanah pada lahan budidaya melon yang terlalu basah, karena akan menurunkan rasa manis dari buah melon.

Sebaiknya, petani menggunakan sistem irigasi tetes pada tanaman melon, dan jangan sampai ada air yang menggenang pada lahan tanam.

Pemupukan Tambahan

Pada tahap pemupukan tambahan ke pohon melon, petani bisa menggunakan kombinasi dari pupuk organik serta anorganik, dengan skema seperti berikut ini.

Umur Tanaman 7 – 10 Hari

Menggunakan pupuk NPK 16-16-16 (larutkan dengan dosis 5 – 10 g/liter air), semprot atau siram ke pangkal tanaman melon.

Tambahkan juga pupuk daun (misalnya Gandasil D) jika tanaman melon tampak mengalami pertumbuhan yang terlalu lambat atau lama.

Umur 20 – 30 Hari

Berikan pupuk KNO3 (yang mengandung kalium nitrat) serta NPK seimbang, untuk membantu pembungaan tanaman melon.

Petani juga dapat menambahkan pupuk kandang matang bila perlu, dengan cara menabur pada sekitar pangkal tanaman melon.

Umur 40 – 50 Hari

Saat tanaman melon berusia 40 – 50 hari, fokus pada pupuk yang mempunyai kandungan kalium dan kalsium (seperti KCl, MKP, atau KNO3) cukup tinggi.

Tambahkan juga pupuk Ca-Boron untuk membantu pembesaran serta pembentukan jaringan buah tanaman melon.

Pemangkasan dan Pemilihan Buah

Petani harus memangkas tunas air atau tunas samping yang tumbuh dari bagian ketiak daun tanaman melon secara rutin.

Biarkan cabang utama tanaman melon tumbuh kurang lebih sekitar 20 ruas, kemudian pangkas bagian ujungnya.

Dalam setiap satu tanaman, sebaiknya petani hanya menyisakan sekitar 1 – 2 buah melon, untuk memastikan kualitasnya tetap bagus.

Pilih buah melon yang tumbuh pada ruas ke-9 sampai ke-13 karena kualitasnya lebih bagus. Buah lain dapat petani buang agar energi tanaman melon dapat terfokus.

Perambatan dan Penopang

Gunakan ajir atau tali rambat dari bambu, tali rafia untuk membantu perambatan tanaman melon, supaya pertumbuhannya lancar.

Ikatkan batang utama dan cabang tanaman melon secara longgar dengan memanfaatkan tali plastik atau rafia, supaya tidak melukai batang tanaman.

Pengendalian Hama & Penyakit

Lakukan pengamatan rutin setiap 3 hari sekali dan identifikasi sejak awal pada tanaman melon, dari infeksi hama atau penyakit yang berbahaya.

Hama umum yang sering menyerang tanaman melon, seperti kutu daun, thrips dan lalat buah. Sedangkan penyakit meliputi embun tepung serta bercak daun.

Untuk mengatasi serangan penyakit pada tanaman melon, petani dapat memakai pestisida berbahan dasar organik atau kimia, dengan memperhatikan dosisnya.

Pembungkusan Buah

Saat ukuran buah tanaman melon sudah sebesar sekitar bola tenis, petani dapat melakukan pembungkusan buah melon.

Tujuannya adalah untuk menjaga buah dari infeksi hama, cahaya matahari secara langsung dan memunculkan jaring kulit yang bagus.

Untuk membungkus buah tanaman melon, petani dapat memanfaatkan kertas, jaring busa atau plastik putih yang sudah berlubang.

Pemanenan Buah

Setelah menerapkan cara menanam melon di tanah dan perawatan tanaman yang tepat, langkah terakhir yang dapat petani lakukan adalah pemanenan buah melon.

Kapan panen buah melon? Pemanenan buah melon dapat petani lakukan saat umur tanaman mencapai sekitar 65 – 75 hari setelah tanam.

Ciri buah melon sudah matang adalah, aromanya harum, warna kulitnya lebih cerah dan tangkai buah mudah untuk petani patahkan.

Untuk memanen buah melon, petani dapat memotong tangkai sekitar 3 – 5 cm dengan memakai peralatan pertanian tajam, dari bagian pangkal buah.

Pasca Panen

Pasca panen, petani harus menyortir buah tanaman melon berdasarkan dengan ukuran, bentuk serta kondisi kulit.

Simpan buah melon tempat yang kondisinya sejuk, kering, dan berventilasi baik (ideal suhu ruangan sekitar 10 – 15°C).

Baca Juga : Melon Action 434 F1, Buah Besar dan Menguntungkan