Cara Menanam Melon Di Tanah Yang Tepat Agar Tumbuh Lancar
Buka Daftar Isi :
Buah melon menjadi kesukaan oleh banyak masyarakat, sebab mempunyai beberapa jenis kandungan gizi dan nutrisi yang cukup banyak.
Kandungan gizi serta nutrisi dalam buah melon, meliputi vitamin, kalium, air, karbohidrat, serat, fosfor, kalori serta masih ada lagi lainnya.
Sehingga, dengan bermacam – macam kandungan tersebut, buah melon berkhasiat untuk menyehatkan mata, melancarkan pencernaan, menjaga tekanan darah dan banyak lainnya.
Tidak mengherankan, masyarakat sangat menyukai buah melon, karena mempunyai manfaat untuk menjaga tubuh, agar kondisinya tetap sehat.
Dengan melaksanakan budidaya tanaman melon, dapat membantu petani untuk memperoleh untung besar, karena buahnya menjadi kesukaan oleh banyak masyarakat.
Ketika menjalankan budidaya tanaman melon, petani dapat melakukannya langsung pada tanah, dengan menerapkan cara menanam melon di tanah yang tepat.
Penerapan cara menanam melon di tanah dengan sesuai, akan memastikan pertumbuhannya berjalan sehat dan bisa menghasilkan panen berproduktivitas tinggi.
Oleh sebab itu, waktu budidaya tanaman melon pada lahan terbuka, petani harus memperhatikan cara menanam melon di tanah dengan benar.
Pada bawah ini merupakan beberapa cara menanam melon di tanah secara tepat, supaya tanaman tumbuh sehat dan memproduksi panen tinggi.
Pemilihan Lokasi
Penerapan cara menanam melon di tanah yang pertama yaitu, petani harus melakukan pemilihan lokasi, untuk lahan budidaya.
Sebaiknya, lokasi lahan budidaya yang memperoleh cahaya matahari penuh, sirkulasi udaranya baik dan tidak gampang tergenang air.
Pengolahan Tanah
Penerapan cara menanam melon di tanah yang selanjutnya adalah, petani harus mengolah tanah pada lahan pertanian.
Caranya adalah, petani bisa menggemburkan tanah dengan kedalaman sekitar 30 – 40 cm, untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman.
Kemudian, petani dapat membentuk bedengan yang lebarnya 100 – 120 cm, tingginya 30 – 40 cm, untuk memperbaiki sistem drainase tanah.
Berikan jarak antar bedengan sekitar 50 cm untuk memudahkan sirkulasi udara dan penanganan pertumbuhan gulma liar.
Selalu pastikan pH tanah berada pada sekitar kisaran 6.0 – 6,5. Jika pH terlalu asam, petani dapat menambahkan kapur dolomit.
Pemberian Pupuk Dasar
Penerapan cara menanam melon di tanah yang berikutnya yakni, petani harus melakukan pemberian pupuk dasar pada lahan budidaya.
Untuk pupuk dasar tanaman melon, petani bisa memberikan campuran kompos atau pupuk kandang matang dengan dosis sekitar 15 – 20 ton setiap hektarnya.
Berikan juga pupuk mineral seperti NPK (sekitar 200 kg/ha) dan TSP/SP36 (100–150 kg/ha) pada lahan untuk budidaya melon.
Aduk secara merata pupuk tersebut pada sekitar tanah bedengan lahan budidaya tanaman melon, sebelum proses penanaman.
Penyemaian Benih
Cara menanam melon di tanah yang selanjutnya merupakan, petani harus menyemai benih tanaman melon, sebelum menanamnya ke lahan tanam.
Petani sebaiknya memilih benih tanaman melon yang tahan penyakit, yang bisa petani beli pada beberapa toko pertanian ternama.
Berikutnya, petani dapat merendam benih tanaman melon ke dalam air hangat, dengan jangka waktu sekitar 2 – 4 jam.
Sembari menunggu, petani dapat mempersiapkan media semai untuk benih tanaman melon, yang berupa campuran tanah, pupuk kompos atau kandang dan sekam. Yang perbandingannya 1:1:1.
Masukkan campuran media semai untuk benih tanaman melon tersebut ke dalam tempat semai, yang biasanya berupa tray semai atau polybag kecil.
Keringkan benih tanaman melon dengan menggunakan kain tipis, sebelum memasukkannya ke tempat semai.
Lalu, petani dapat membuat lubang dengan kedalaman 1 – 1.5 cm, dan masukkan satu benih tanaman melon pada tiap lubang semai. Tutup lagi lubang tersebut memakai media semai.
Siram secara rutin benih tanaman melon, supaya kondisinya tetap lembab. Saat benih sudah berumur 7 – 10 hari, maka siap petani pindah ke lahan tanam.
Pemindahan Benih
Cara menanam melon di tanah yang terakhir yaitu, petani dapat melakukan pemindahan benih tanaman melon pada lahan budidaya.
Benih tanaman melon siap pindah saat sudah berusia 7 – 10 hari setelah semai, atau ketika sudah muncul 2 – 3 helai daun sejati.
Sebelum melakukan pemindahan benih tanaman melon, petani harus menyiapkan jarak tanam yang tepat, supaya pertumbuhan tanaman berjalan sehat.
Atur jarak tanam sekitar 40 – 50 cm antar tanaman melon dalam satu baris dan antar baris sekitar 80 – 100 cm.
Kemudian, petani dapat membuat lubang tanam dengan kedalaman cukup, supaya akar tanaman melon mampu untuk berkembang dengan maksimal.
Untuk memindahkan benih tanaman melon, petani harus melakukannya secara hati – hati, agar tidak sampai merusak akar tanaman.
Isikan benih tanaman melon ke dalam lubang tanam, dengan posisi akar tanaman tegak lurus pada bagian bawah. Tutup lagi lubang tanam dengan memakai tanah halus.
Siram benih tanaman melon segera setelah petani pindahkan, untuk membantu adaptasi dengan lingkungan serta mencegah stres perpindahan.
Baca Juga : Jual Benih Melon Noni Yang Dapat Menghasilkan Panen Tinggi


Leave A Comment