Sayuran Wortel Tanaman Sayur Budidaya Hasil Tinggi

Sayuran Wortel Tanaman Sayur Budidaya Hasil Tinggi. 08125222117 WA/SMS Belanja Tani. Belanja Tani adalah toko tani online terpercaya dan berkualitas yang jual dan menyediakan berbagai sarana dan prasarana pertanian terlengkap dengan harga murah.

Toko pertanian online Belanja Tani jual sarana dan prasarana pertanian sehingga kegiatan bertani menjadi lebih mudah bagi petani. Produk tani kualitas unggul yang Belanja Tani jual contohnya seperti benih tanaman, zpt, pupuk, pestisida, alat pertanian dan spare part, dll.

Sayuran wortel merupakan salah satu tanaman sayur dengan hasil tinggi. Selain itu, wortel cocok jadi tanaman sayuran untuk budidaya petani karena mengandung berbagai manfaat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Sayuran Wortel

tanaman wortel,cara menanam wortel,belanja tani,pertanian,petani,bercocok tanam

Wortel merupakan tanaman sayuran yang kaya dengan kandungan nutrisi dan antioksidan yang banyak, seperti vitamin B, vitamin C, vitamin K, vitamin E, serat, kalium, dll yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Bagian yang sering dimanfaatkan dari tumbuhan ini yaitu bagian umbinya. Umumnya, bagian umbinya memiliki warna jingga / oranye. Wortel merupakan anggota dari keluarga tumbuhan ‘Apiaceae’. Awalnya, tumbuhan ini hanya dianggap sebagai tumbuhan liar.

Berdasarkan historinya, tanaman wortel memiliki akar berbentuk kecil berwarna putih. Kemungkinan besar, diperkirakan bahwa sayuran wortel berasal dari daerah Afghanistan dan Iran yang masih berkembang sampai hari ini.

Tujuan awal penanaman wortel yaitu sebagai daun aromatik, namun sudah lebih dari ratusan tahun tumbuhan ini oleh para petani dirubah menjadi tanaman sayuran dengan ukuran lebih besar dengan akar kayu yang lebih berkurang.

Penemuan sayuran wortel berwarna ungu dan kuning sejak 1000 tahun lalu. Sementara untuk warna oranye / jingga mulai muncul di Negara Belanda akhir abad ke 16.

Baca Juga : Benih Cabe OR Beautiful 497, Cantik Seperti Namanya

Manfaat Wortel

Tumbuhan wortel mengandung berbagai manfaat untuk tubuh. Tanaman sayur ini mengandung banyak manfaat untuk tubuh kita, seperti :

  • Menjaga kesehatan kulit

Rutin mengkonsumsi sayur wortel setiap hari akan membuat wajah dan kulit menjadi lebih bersih dan lembut.

  • Melancarkan sistem pencernaan

Sayuran wortel kaya dengan kandungan serat. Serat tersebut mampu membantu melancarkan sistem pencernaan dengan cara membantu mengatur gerakan usus.

  • Mencegah penyakit kanker

Wortel kaya dengan kandungan antioksidan. Antioksidan ini mampu mencegah radikal bebas, yang mampu menjadi penyebab berkembangnya sel – sel kanker dalam tubuh.

  • Memperlambat proses penuaan pada tubuh

Kandungan beta karoten dalam wortel berperan penting dalam membersihkan sisa sel – sel mati saat proses metabolisme, yang mana mampu memperlambat proses penuaan pada tubuh.

  • Meningkatkan kualitas sperma pada pria

Kadar vitamin A dalam sayuran ini sangat tinggi. Vitamin A ini mampu meningkatkan kualitas sperma pada pria menjadi bagus, sehingga para pria cocok mengkonsumsi sayuran wortel.

  • Kesehatan jantung tetap terjaga

Sayuran wortel kaya dengan nutrisi kalsium, fosfor, beta karoten, dan vitamin A yang mana mampu menjaga kesehatan jantung, sehingga terhindar dari resiko terserang penyakit jantung.

  • Menjaga kesehatan ibu hamil

Saat masa kehamilan, ibu hamil membutuhkan nutrisi untuk bayinya. Kandungan nutrisi dalam sayuran wortel seperti potassium, folat, kalsium, dan vitamin A mampu menjaga kesehatan ibu hamil dan memperkuat tulang bayi dalam kandungan.

  • Menyembuhkan luka

Kandungan beta karoten tinggi dalam sayuran wortel mampu menyembuhkan luka karena bermanfaat dalam mengurangi peradangan dan gejala kemerahan pada kulit.

Budidaya Sayuran Wortel

budidaya,budidaya wortel,benih,bibit,benih wortel,bibit wortel

Sebelum melakukan budidaya sayuran wortel, maka syarat tumbuh panen harus terpenuhi terlebih dahulu. Syarat tumbuh tanaman sayur wortel contohnya yaitu :

  • Suhu

Tanaman sayur wortel membutuhkan suhu optimal untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Suhu optimal untuk perkembangan dan pertumbuhan tanaman wortel yaitu sekitar ± 15,6 – 21,1° C.

  • Tanah

Jenis tanah turut berpengaruh dalam budidaya wortel. Tanah paling cocok untuk budidaya sayuran ini yaitu jenis tanah latosol, regosol, andosol, dan alluvial dengan tingkat keasaman sekitar 5,5 – 6,5 pH.

  • Kelembaban

Tingkat kelembaban lingkungan paling sesuai untuk budidaya sayuran wortel yaitu berada dalam kisaran ± 80 – 90 persen. Jika kelembaban lingkungan melebihi kisaran tersebut maka akan membuat tanaman menjadi lebih rentan terserang penyakit.

  • Curah hujan

Intensitas curah hujan sangat berpengaruh terhadap tanah. Jika intensitasnya terlalu tinggi maka akan menyebabkan maka tumbuhan lebih rentan terserang penyakit. Sementara bila intensitas curah hujan terlalu rendah maka pertumbuhan tumbuhan menjadi terganggu, sehingga menjadi tidak optimal.

  • Cahaya matahari

Cahaya matahari yang cukup akan membuat tanaman makin mudah dalam berfotosintesis. Dengan begitu, maka pertumbuhan umbi juga menjadi lebih cepat dan lebih sempurna. Untuk itu, pastikan agar tanaman mendapatkan sinar matahari cukup selama ± 9 – 10 jam setiap hari supaya pertumbuhan dan perkembangannya menjadi maksimal.

Baca Juga : Benih Cabe Rimbun 3, Cabe Keriting Terbaik Berkualitas

Setelah syarat tumbuh telah terpenuhi semua, maka tahap selanjutnya yaitu melakukan budidaya wortel secara baik dan benar. Cara melakukan budidaya sayuran wortel secara baik dan benar yaitu :

  • Pengolahan Lahan Tanam

Lakukan pengolahan lahan tanam terlebih dahulu untuk memudahkan bibit tumbuh secara sempurna. Caranya, pertama cangkul atau bajak lahan tanam sedalam ± 40 cm. Bajak atau cangkul sampai gembur, lalu buat bedengan pada lahan tanam.

Buat bedengan berukuran tinggi ± 20 cm – 30 cm, lebar 100 cm, dan panjangnya menyesuaikan dengan kondisi lahan tanam. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau pupuk kompos dengan dosis sebanyak ± 15 – 20 ton per hektar. Dosisnya bisa juga disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Setelah itu, buat larikan pada bedengan. Berikan juga jarak antar bedengan sekitar ± 20 cm dan kedalaman ± 5 cm.

  • Persemaian Benih

Persemaian benih bertujuan untuk menghasilkan bibit berkualitas baik. Pertama, siapkan tempat semai (bisa berupa tray semai, kaleng bekas, dll). Buat lubang pada bagian bawah tray semai / kaleng untuk memperlancar sirkulasi air.

1 hari sebelum melakukan persemaian benih, isi tray semai dengan media semai hingga sampai ¾ bagiannya. Media semai yang digunakan yaitu berupa campuran dari pupuk kompos, tanah, dan pasir / sekam menggunakan perbandingan 1 : 1 : 1.

Taburkan benih wortel secara merata, lalu tutupi dengan media semai tipis – tipis. Kemudian sirami dengan air secukupnya. Selanjutnya, tutupi tray semai dengan plastic benih. Buat lubang pada plastik bening tersebut sebanyak 3 – 5 lubang.

Letakkan tray semai pada tempat yang mendapat sinar matahari langsung. Buka plastik beningnya  lalu semprotkan dengan air jika kondisi tray semai terlalu kering, lalu tutup kembali. Setelah benih mulai berkecambah, buka tutup plastiknya. Pastikan agar kondisi benih tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.

Benih akan mulai bertunas setelah berumur 7 – 18 hari. Setelah bibit sudah memiliki 3 – 4 helai daun, bibit siap ditanam ke lahan tanam.

  • Penanaman

Proses penanaman sayuran wortel bisa dilakukan secara langsung tanpa harus melakukan proses penyemaian benih. Untuk 1 hektar lahan tanam, kebutuhan benih sayuran wortel yaitu sekitar ± 3 – 5 kg.

Taburkan benih diatas larikan bedengan, lalu tutupi dengan tanah sekitar. Sirami dengan air secukupnya untuk menjaga kelembaban bibit tanaman. Setelah 10 hari, bibit akan mulai tumbuh.

  • Pemeliharaan

Proses pemeliharaan bertujuan untuk memastikan perkembangan dan pertumbuhan tanaman menjadi optimal. Pemeliharaan / perawatan dalam budidaya sayuran wortel contohnya yaitu :

  1. Penjarangan dan Penyiangan

Lakukan penjarangan dan penyiangan untuk memberikan ruang lebih besar. Dengan begitu maka ruang untuk tanaman wortel menjadi lebih besar sehingga tumbuh dengan optimal.

Setelah itu, lakukan proses penyiangan. Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan tanam dari gulma. Lahan tanam yang bersih dari gulma akan membuat resiko tumbuhan terserang penyakit dan hama bisa berkurang.

  1. Irigasi / Penyiraman

Pada awal fase pertumbuhan tanaman, lakukan penyiraman / pengairan secara rutin. Setelah mulai bertumbuh, kurangi intensitas penyiraman.

Pastikan agar tanaman yang telah mulai tumbuh diberikan air dengan jumlah secukupnya, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak karena akan mengakibatkan kerusakan pada sayuran wortel.

  1. Pemupukan

Lakukan pemupukan susulan setelah bibit berumur 1 bulan. Gunakan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) atau anorganik (KCl dan urea) sesuai dengan dosis.

Dosis untuk pupuk organik sebanyak 10 – 15 kg per ha, sementara untuk pupuk anorganik (KCl dan urea) diberikan dengan cara ditaburkan dalam bentuk alur yang berjarak 5 cm dari pangkal tanaman.

Baca Juga : Melon Alina F1 Terbaik Peluang Usaha Menguntungkan

  • Pengendalian Hama Dan Penyakit

Hama dan penyakit dalam budidaya wortel menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kerusakan – kerusakan tersebut tentu membuat petani menjadi merugi.

Penyakit dan hama dalam budidaya tanaman sayuran wortel yaitu :

  1. Bercak daun

Penyebab penyakit bercak daun yaitu infeksi cendawan Cercospora Carotae. Penyakit bercak daun merupakan salah satu penyakit umum yang sangat meresahkan untuk petani.

Itu karena penyakit ini sangat mudah dalam menyebar ke tanaman lainnya. Media penyebaran cendawan Cercospora yaitu air hujan, angin, hama vector, dan alat pertanian.

Bila penyakit ini tidak segera ditangani dengan baik, maka kerugian akibat serangan penyakit bercak daun akan semakin tak terkendali dan menyebabkan kerusakan cukup parah serta kerugian untuk petani.

Gejala serangan penyakit bercak daun contohnya seperti pada daun – daun yang sudah tua terdapat bercak – bercak berwarna putih atau coklat muda dengan bagian pinggir daun berwarna hitam sampai coklat tua.

Untuk mengatasi serangan penyakit bercak daun contohnya yaitu menjaga kebersihan lahan tanam, melakukan rotasi tanaman, membuang dan memusnahkan tanaman yang terserang, serta melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis.

  1. Penyakit bintil akar

Serangan penyakit bintil akar yaitu infeksi bakteri pengikat nitrogen yang bersimbiosis mutualistik dengan tumbuhan. Bakteri rizobia (bakteri bintil akar) yang berperan dalam pembentukan bintil akar.

Gejala serangan penyakit bintil akar contohnya yaitu bagian akar dan umbi sayuran wortel terdapat benjol – benjol abnormal. Untuk mengendalikan penyakit bintil akar, caranya yaitu melakukan rotasi tanaman, menjaga kebersihan lahan tanam, membuang dan memusnahkan tanaman yang terserang, serta melakukan aplikasi pestisida sesuai dengan dosis.

  1. Kutu daun

Merupakan serangga berukuran kecil yang memakan getah tanaman. Serangga ini berukuran sekitar ± 1 – 2 mm. Selain menyebabkan kerusakan secara langsung, kutu daun juga menyebabkan kerusakan secara tidak langsung.

Kerusakan tidak langsung tersebut penyebabnya yaitu virus yang terbawa oleh hama kutu daun. Hama kutu daun merupakan salah satu hama yang sangat merusak bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Gejala serangan hama kutu daun contohnya seperti daun menjadi berkerut, berwarna kuning dan layu, dan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu.

Cara pengendalian hama kutu daun contohnya seperti mengambil dan memusnahkan kutu daun secara langsung, memanfaatkan predator alami kutu daun, memasang perangkap kutu daun, serta melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis.

  1. Lalat Wortel

Lalat wortel merupakan serangga bersayap berukuran kecil. Larvanya berukuran sekitar ± 10 mm dengan tubuh berwarna kuning krem dan memakan lapisan luar pada akar wortel.

Lalat ini biasanya bertelur di sekitar yang sedang mulai berkembang. Setelah larva menetas, larva akan menggali ke dalam akar dan mulai melakukan serangan pada tanaman.

Gejala serangan hama lalat contohnya seperti terdapat lubang pada bagian umbi, daun menjadi berubah warna dan layu, serta bagian bawah kulit luar akar dewasa terdapat terowongan berwarna coklat berkarat.

Cara pengendalian hama lalat contohnya seperti memasang perangkap lalat, menggunakan predator alami, melakukan rotasi tanaman, serta melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis.

  1. Busuk alternaria

Penyebab penyakit busuk alternaria yaitu infeksi cendawan Alternaria dauci. Gejala serangan penyakit busuk alternaria contohnya yaitu terdapat bercak – bercak kecil berwarna hitam pada daun, sementara pada bagian umbi terdapat bercak – bercak tak beraturan, lalu membusuk berwarna hitam.

Untuk mengendalikan penyakit busuk alternaria, caranya yaitu dengan melakukan rotasi tanaman, menjaga kebersihan lahan tanam, membuang dan memusnahkan tanaman yang terserang, serta melakukan aplikasi fungsida sesuai dengan dosis.

  1. Ulat tanah

Ulat tanah merupakan sering disebut juga dengan cutworms (Inggris), uler lutung (Jawa), dan hileud taneuh (Sunda). Setelah dewasa hama ini akan berubah menjadi kupu – kupu dewasa berwarna coklat tua.

Kupu – kupu betina akan menghasilkan telur berwarna putih mutiara (lalu berubah warna menjadi coklat). Telurnya diletakkan pada celah – celah dalam tanah ataupun diantara tanaman.

Setelah beberapa hari, telur akan menetas. Proses penetasan larva ini sangat bergantung dengan suhu lingkungan (sekitar 3 – 24 hari). Setelah menetas, larva akan mulai serangan pada tanaman. Hewan ini biasanya bersembunyi dalam tanah saat siang hari dan mulai aktif pada malam hari.

Ciri – ciri dari ulat tanah yaitu berukuran sekitar ± 4 – 5 cm, berwarna hitam sampai coklat, dan biasanya bersembunyi dalam tanah. Tanaman yang terserang oleh ulat tanah akan menjadi rebah dan terkadang hanya menyisakan bagian bawah batang saja.

Gejala serangan hama ulat tanah contohnya seperti tanaman menjadi layu, dan bagian batang pokok tanaman menjadi terpotong.

Cara pengendalian untuk mengatasi serangan hama ulat tanah yaitu mamanfaatkan predator alami, mengambil dan memusnahkan ulat tanah secara langsung, melakukan rotasi tanaman, serta melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis.

  • Proses Panen / Pemanenan

Cara panen sayuran wortel yaitu dengan mencabut semua bagian tanaman, termasuk bagian umbinya. Tarik secara hati – hati, lalu kumpulkan pada satu tempat. Setelah itu, bersihkan umbi dengan air bersih yang mengalir.

Kemudian tiriskan pada tempat kering. Setelah kering, sortir umbi berdasarkan bentuk dan ukuran agar menjadi lebih seragam.

Baca Juga : Benih Melon Sunny Red Hibrida Daging Tebal Favorit Petani

Demikian artikel berjudul Sayuran Wortel Tanaman Sayur Budidaya Hasil Tinggi ini saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Hubungi toko pertanian Belanja Tani melalui no. telepon 08125222117 (Khusus Layanan WA/SMS) atau 082141747141 (Khusus Layanan Telepon).

Produk – produk Belanja Tani yang telah Anda pesan segera meluncur ke tempat tujuan. Belanja Tani bekerja sama dengan banyak perusahaan jasa pengiriman terpercaya seperti JNE, Tiki, Wahana, JNT, Pos Indonesia, Indah Logistik, dll sehingga pesanan Anda pasti sampai ke alamat tujuan.

Semoga artikel tentang sayuran wortel sayuran menguntungkan ini bisa memberikan manfaat dan dampak positif untuk Anda. Sampai jumpa pada artikel lainnya. Terima kasih dan salam sukses.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!