Teknik Budidaya Semangka Yang Tepat Supaya Tumbuh Maksimal

pupuk untuk semangka, pupuk untuk semangka yang bagus, pupuk semangka biar buah besar, pupuk semangka terbaik, Belanja Tani

Jual Pupuk Yang Bagus Untuk Semangka Andalan Petani | Belanja Tani

Buah semangka menjadi kesukaan masyarakat, sebab mengandung gizi melimpah, meliputi air, energi, vitamin, lemak, protein, serat, kalium dan banyak lainnya.

Dengan kandungan tersebut, buah semangka berkhasiat untuk menyehatkan jantung, mencegah tubuh dehidrasi, memperkuat daya tahan tubuh serta yang lain.

Tidak mengherankan, banyak masyarakat sangat menyukai buah semangka, karena mempunyai manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Sehingga, dengan menjalankan budidaya tanaman semangka, dapat membuat petani memperoleh untung melimpah, sebab buahnya menjadi kesukaan oleh banyak masyarakat.

Ketika budidaya tanaman semangka, petani harus menerapkan cara budidaya yang tepat, untuk memastikan pertumbuhannya berjalan dengan lebih maksimal.

Berikut merupakan beberapa teknik budidaya semangka yang tepat, agar tanaman tumbuh dengan lancar dan bisa memproduksi panen tinggi.

Memilih Lahan

Tanaman semangka tumbuh lancar pada tanah gembur, tinggi bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. Tanah dengan pH 6 – 6.8 adalah yang terbaik untuk tanaman semangka.

Pilih lokasi untuk budidaya tanaman semangka yang terkena sinar matahari penuh. Semangka memerlukan cahaya matahari sekitar 8 – 10 jam dalam sehari.

Mengolah Tanah

Bajak tanah pada lahan budidaya tanaman semangka dengan kedalaman sekitar 20 – 30 cm dan garu supaya lebih merata.

Kemudian, petani bisa membuat bedengan untuk mencegah genangan air serta meningkatkan drainase pada tanah lahan budidaya semangka.

Lebar bedengannya sekitar 1 – 1.2 meter, tingginya 20 – 30 cm, dan jarak setiap bedengan adalah 50 – 70 cm.

Memberikan Pupuk Dasar

Gunakan 10 – 15 ton pupuk kandang yang sudah difermentasi per hektar untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan budidaya semangka.

Manfaatkan pupuk NPK 15:15:15 atau 16:16:16 dengan dosis sekitar 200 – 300 kg per hektar sebagai pupuk dasar.

Pasang mulsa pada atas bedengan, untuk mengendalikan gulma, mempertahankan kelembaban, dan meningkatkan suhu tanah pada lahan budidaya semangka.

Menyemai Benih

Pilih benih tanaman semangka unggul, resisten terhadap penyakit serta cocok untuk iklim tropis atau subtropis.

Campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 bisa petani manfaatkan menjadi media semai untuk benih semangka.

Sebelum menyemai, rendam benih semangka ke air hangat selama 6 – 12 jam untuk meningkatkan perkecambahan benih tersebut.

Benih semangka dapat petani semai ke dalam tray semai atau polybag. Semai selama 7 – 10 hari, hingga bibit memiliki 2 – 3 daun sejati.

Memindahkan Benih

Atur jarak tanam semangka pada bedengan lahan pertanian, sebelum memindahkan benih. Jarak yang cocok untuk tanaman semangka adalah sekitar 80 – 100 cm.

Kemudian, buat lubang tanam, untuk benih tanaman semangka pada mulsa dengan kedalaman sekitar 5 – 10 cm.

Pindahkan benih semangka pada pagi atau sore hari untuk menghindari stres panas. Memindahkan benih semangka harus petani lakukan dengan perlahan, agar tidak merusak akar.

Memelihara Tanaman

Selalu rutin melakukan pengairan ke tanaman semangka, namun jangan sampai ada air yang menggenang pada lahan, karena bisa mengakibatkan akar tanaman membusuk.

Untuk metode penyiraman, petani dapat memakai irigasi tetes, untuk menjaga kelembaban tanah, terutama waktu masa awal pertumbuhan serta ketika buah semangka mulai terbentuk.

Gulma liar harus petani musnahkan setiap 2 sampai 3 kali selama musim tanam, untuk mencegah kompetisi dengan tanaman semangka.

Petani juga harus memangkas cabang tanaman semangka yang tidak produktif atau rusak, dan sisakan 1 – 2 batang utama.

Apabila terdapat benih tanaman semangka yang mati, segera ganti dengan bibit yang sehat, supaya pertumbuhannya bersamaan.

Memberikan Pupuk Tambahan

Memberikan pupuk susulan dengan pupuk kimia atau pupuk organik harus petani lakukan secara bertahap selama pertumbuhan tanaman semangka.

Berikut adalah contoh jadwal  memberikan pupuk susulan ke tanaman semangka :

  • Tanaman Berusia 7 Hari : Pemupukan awal untuk pertumbuhan daun tanaman semangka
  • Umur Tanaman 21 Hari : Berguna untuk pembentukan bunga serta awal pembesaran buah semangka
  • 35 Hari Setelah Tanam : Akan membesarkan buah semangka dan kualitas buah menjadi lebih bagus.

Membasmi Hama dan Penyakit

Selalu awasi tanaman semangka dari infeksi hama atau penyakit berbahaya, yang dapat mengganggu fase pertumbuhannya.

Hama yang sering menginfeksi tanaman semangka, seperti kutu daun, thrips dan lalat buah. Sementara penyakit meliputi embun tepung serta layu fusarium.

Untuk membasmi serangan hama dan penyakit pada tanaman semangka, petani dapat mengaplikasikan berbagai produk pestisida, dengan mengawasi dosisnya.

Memanen Buah

Buah semangka yang matang ketika sulur dekat tangkai mengering dan bagian bawah buah yang bersentuhan dengan tanah berubah warna menjadi kuning.

Ketuk kulit buah semangka, jika terdengar suara “nyaring” atau “berongga”, itu tanda bahwa buah sudah matang.

Usia panen semangka adalah sekitar 70 – 90 hari setelah pindah tanam, tergantung dengan varietas yang petani manfaatkan.

Cara memanennya adalah, petani dapat menggunakan pisau tajam untuk memotong buah, dan sisakan sedikit tangkai.

Baca Juga : Rekomendasi Bibit Semangka Super Besar Berharga Terjangkau