Cara Budidaya Kubis Secara Tepat Supaya Pertumbuhannya Sehat
Buka Daftar Isi :
Sayuran kubis sudah terkenal mempunyai kandungan gizi tinggi, yang dapat bermanfaat untuk menjaga tubuh, agar kondisinya tetap sehat dan bugar.
Contoh dari beraneka kandungan gizi dan nutrisi yang ada dalam sayuran kubis atau kol, seperti berikut ini :
- Niasin
- Protein
- Vitamin B1, B2, C, K
- Natrium
- Kalium
- Kalsium
- Serat
- Energi
- Folat
- Karbohidrat
Dengan beberapa kandungan gizi dan nutrisi tersebut, sayuran kubis memiliki segudang manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Untuk itu, sayuran kubis menjadi kesukaan oleh banyak masyarakat, sebab dapat menyehatkan tubuh dan melindungi tubuh dari serangan penyakit berbahaya.
Sehingga, dengan melakukan budidaya tanaman kubis bisa menjadi salah satu usaha yang menguntungkan petani, karena banyak masyarakat menyukai sayuran ini.
Ketika menjalankan budidaya tanaman kubis, petani harus menerapkan cara budidaya kubis secara tepat, agar tanaman dapat tumbuh dengan lebih sehat.
Pertumbuhan dari tanaman kubis yang berjalan sehat, berpeluang mampu untuk menghasilkan panen sayuran kubis yang produktivitasnya melimpah dan berkualitas lebih bagus.
Hasil panen sayuran kubis yang berproduksi tinggi serta berkualitas bagus dapat membantu petani untuk mendapat untung besar ketika melakukan budidaya.
Untuk itu, petani harus melaksanakan beraneka cara budidaya kubis secara tepat, supaya pertumbuhan tanaman bisa berjalan dengan sehat.
Pada bawah ini merupakan berbagai cara budidaya kubis secara tepat, agar tanaman tumbuh sehat serta menghasilkan panen berproduksi tinggi.
Pemilihan Varietas
Pilih varietas tanaman kubis yang sesuai dengan keadaan iklim serta kondisi tanah pada lokasi lahan pertanian yang akan petani gunakan.
Ada berbagai jenis kubis, seperti kubis hijau, kubis merah, dan lainnya, yang mungkin memiliki persyaratan tumbuh yang berbeda – beda.
Persiapan Tanah
Pastikan tanah pada lahan pertanian kondisinya sudah subur, memiliki sistem drainase yang dapat berjalan dengan baik serta sudah terbebas dari gulma.
Tanaman kubis juga membutuhkan tanah yang kaya akan bahan organik, sehingga petani bisa memberikan pupuk dasar saat melakukan persiapan tanah.
Petani juga harus melakukan uji tanah untuk menentukan tingkat pH, agar tanaman kubis dapat tumbuh dengan baik.
Umumnya, tanaman kubis dapat tumbuh dengan lancar, apabila tingkat pH tanah pada lahan pertaniannya sekitar 6 – 7.
Penyemaian Benih
Bibit kubis dapat petani semai pada tempat yang terlindung atau di dalam rumah kaca beberapa minggu sebelum memasuki musim tanam.
Sebaiknya, petani menempatkan bibit tanaman kubis pada media tanam yang kondisinya lumayan lembab serta subur.
Jika tanaman kubis sudah mencapai ukuran yang cukup, peta dapat memindahkannya ke lokasi yang telah petani siapkan pada lahan tanam pertanian.
Penanaman
Tanam bibit kubis dengan jarak yang cukup agar pertumbuhannya dapat berjalan dengan optimal dan tidak tumbuh terlalu rapat.
Jarak biasanya tergantung pada varietasnya, tetapi jarak tanam yang ideal untuk tanaman kubis adalah antara 30 hingga 60 cm.
Pastikan bibit petani tanam dengan kedalaman yang sama dengan yang mereka miliki pada pot atau tempat penyemaian sebelumnya.
Pemeliharaan Tanaman
Ketika sedang musim kering, petani harus melakukan pengairan pada tanaman kubis secara rutin dan terjadwal.
Sebab, tanaman kubis sangat memerlukan air untuk proses pertumbuhannya, sehingga petani harus memastikan tanaman tidak mengalami kekeringan.
Namun, sebaiknya petani menghindari genangan air pada lahan pertanian, karena dapat mengakibatkan tanaman kubis terserang oleh penyakit tanaman berbahaya.
Tidak hanya pengairan, petani juga perlu memberikan pupuk pada tanaman kubis, sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Umumnya, tanaman kubis memerlukan nutrisi tambahan, terutama nitrogen supaya pertumbuhannya dapat berjalan dengan baik.
Pemangkasan Tanaman
Pemangkasan tanaman kubis berguna untuk membantu meningkatkan sirkulasi udara serta mengurangi resiko penyebaran penyakit.
Petani harus memastikan untuk menghilangkan daun dari tanaman kubis yang terinfeksi oleh penyakit berbahaya atau yang mengalami kerusakan.
Pengendalian Hama serta Penyakit
Awasi tanaman kubis dengan teratur untuk mengidentifikasi adanya serangan hama atau penyakit pada tanaman kubis yang berbahaya.
Contoh dari beraneka hama serta penyakit yang dapat menyerang pada tanaman kubis adalah, seperti bawah ini :
Hama :
- Ulat Grayak
- Kutu Daun
- Kumbang Penggerek Batang
- Ulat Krop
Penyakit :
- Busuk Hati Kubis
- Powdery Mildew
- Busuk Akar
- Antraknosa
- Virus Mosaic Kubis
Untuk mengatasi serangan hama dan penyakit pada tanaman kubis, petani bisa memanfaatkan beberapa metode pengendalian.
Apabila petani memanfaatkan pestisida yang berbahan kimia, harus memperhatikan petunjuk penggunaan, supaya kondisi tanaman tetap aman.
Panen
Setelah menerapkan cara budidaya tanaman kubis secara tepat, proses terakhir yang dapat petani lakukan adalah melakukan panen sayuran kubis.
Berapa lama masa panen kubis? Panen sayuran kubis dapat petani lakukan, ketika umur tanaman sudah berjalan sekitar 45 – 75 hari setelah tanam.
Untuk memanen sayuran kubis, petani bisa memakai pisau tajam atau berbagai peralatan pemotong sayuran.
Alat yang petani gunakan untuk memotong sayuran kubis harus dalam kondisi bersih, untuk menghindari kerusakan tanaman.
Setelah panen, petani dapat menyimpan kubis pada tempat dingin dan lembab, seperti kulkas, untuk mempertahankan kesegarannya.
Baca Juga : Obat Kubis Musim Hujan Cegah Penyakit Berbahaya Merugikan


Leave A Comment