Persiapan dan Penanaman Benih Tanaman
Buka Daftar Isi :
Sebenarnya persiapan benih tanaman sudah harus lakukan oleh para petani sebelum melakukan pengolahan tanah atau lahan pertanian. Karenakan benih tanaman memiliki karakteristik berbeda dan lahan pertanian yang gunakan harus seusai dengan karakteristik benih tanaman. Benih tanaman memiliki banyak jenis mulai dari sayuran dan buah, oleh karena itu pemiliihan benih tanaman untuk budidayakan menjadi hal penting bagi petani.
Setelah memilih benih tanaman maka langkah selanjutnya yang harus lakukan oleh petani adalah melakukan penanaman benih tanaman. Penanaman benih tanaman harus petani lakukan dengan benar dan sesuai anjuran agar menghasilkan tanaman yang memiliki pertumbuhan bagus dan tidak terhambat. Terhambatnya pertumbuhan benih tanaman yang petani tanam dan beberapa hal seperti jarak tanam yang terlalu dekat.
Pemupukan
Tahap selanjutnya yang lakukan oleh petani adalah melakukan pemupukan pada benih atau bibit tanaman budidaya yang telah tanam sebelumnya. Pemupukan ini maksudkan untuk memberikan nutrisi tambahan pada tanaman setelah sebelumnya berikan pada tanah saat pengolahan lahan pertanian. Pupuk yang gunakan petani dalam pemupukan bisa bersifat organik maupun bersifat kimia.
Pupuk organik merupakan jenis pupuk yang biasa buat oleh para petani dengan memanfaatkan bahan-bahan organik seperti kotoran hewan ternak. Selain itu pupuk organik juga bisa membuatnya dengan memanfaatkan sampah organik seperti kulit buah atau sayuran dan sisa-sisa daun. Jenis pupuk organik yang seringkali gunakan petani dalam budidaya tanaman adalah pupuk kandang, pupuk kompos, dan pupuk daun.
Sedangkan pupuk kimia merupakan pupuk buatan pabrik yang memanfaatkan bahan-bahan kimia yang menjadi dasar unsur hara bagi pertumbuhan tanaman. Pupuk kimia ini memiliki manfaat untuk mendukung pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal dengan kandungan unsur hara yang lebih spesifik. Pupuk kimia yang sering gunakan petani sebagai sarana pendukung pertumbuhan tanaman budidaya adalah jenis pupuk NPK.
Pemeliharaan Tanaman Budidaya
Langkah penting selanjutnya yang harus lakukan oleh para petani dalam mengelola budidaya tanaman adalah melakukan pemeliharaan tanaman secara berkala. Pemeliharaan tanaman budidaya meliputi banyak hal seperti melakukan penyiraman atau pengairan dengan menggunakan saluran irigasi. Pemeliharaan tanaman juga meliputi melakukan penyulaman pada budidaya tanaman dan pembubunan pada budidaya tanaman.
Melakukan pengairan atau penyiraman pada budidaya tanaman maksudkan agar tanaman mendapatkan cukup air untuk mendapatkan oksigen dan tidak kekeringan. Penyiraman atau pengairan ini bisa lakukan dengan cara manual seperti menggunakan gayung dan ember yang telah terisi air. Selain itu penggunaan saluran irigasi juga bisa petani manfaatkan untuk melakukan pengairan tanaman secara praktis tanpa harus mengitari lahan pertanian.
Penyulaman sendiri adalah kegiatan petani untuk membersihkan lahan pertanian dari benih tanaman yang tidak bisa tumbuh dan menggantinya dengan benih baru. Sedangkan pembubunan adalah kegiatan untuk menutup pangkal batang tanaman budidaya dengan tanah agar tertutup sempurna. Selain itu melakukan pemeliharaan tanaman budidaya juga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik dan menguntungkan bagi petani.
Pengendalian Hama Tanaman
Tak bisa dipungkiri bahwa hama tanaman merupakan salah satu kendala yang harus petani hadapi ketika melakukan usaha budidaya tanaman. Hama tanaman merupakan organisme yang terdapat pada ekosistem lahan pertanian dan menyebabkan kerugian bagi budidaya tanaman. Kerugian yang sebabkan hama tanaman bisa mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu dan efek paling buruk adalah menyebabkan gagal panen.
Untuk mengatasinya para petani harus melakukan berbagai cara seperti melakukan pembersihan tanaman penganggu atau gulma dan memasang perangkap. Pembersihan gulma sangat penting untuk lakukan karena berpotensi menjadi tempat hama untuk meletakkan telurnya. Sedangkan perangkap gunakan sebagai cara untuk membasmi hama yang cukup efisien dan tidak terlalu memakan banyak biaya.
Namun ketika hama tanaman sudah menjadi ancaman buruk bagi budidaya tanaman, maka para pelaku usaha akan menggunakan pestisida sebagai cara terakhir. Pestisida memiliki banyak jenis tergantung dari hama tanaman yang menyerang seperti serangga dengan insektisida dan tikus dengan rodentisida. Walaupun ampuh membasmi dan mencegah hama tanaman, penggunaan pestisida harus sesuai dosis yang berlaku dan tertera pada kemasan agar tidak merusak lingkungan.
Baca Juga : Irigasi Sumber Air Untuk Kebutuhan Budidaya Tanaman

Leave A Comment