Budidaya Tanaman Terong Meningkatkan Keuntungan Petani
Buka Daftar Isi :

Budidaya tanaman terong menjadi peluang bagi petani untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini terjadi karena banyak masyarakat yang menyukai buah terong dan menjadikannya sebagai lalapan.
Tetapi dalam melakukan budidaya terong seringkali banyak masalah yang biasanya petani hadapi. Banyaknya serangan dari hama, penyakit, virus yang dapat mengurangi kualitas tanaman.
Sehingga hasil panen tidak sesuai dengan harapan petani dan memiliki kualitas buah yang buruk dan tidak sehat. Dan menjadikan keuntungan yang petani dapat bisa berkurang bahkan dapat mengalami kerugian yang signifikan.
Salah satu serangan pada tanaman adalah hama yang dapat merusak beberapa bagian dari tanaman terong. Contohnya serangan pada daun tanaman terong menyebabkan daun layu, berlubang yang dapat menghalangi proses pertumbuhan tanaman.
Untuk itu petani perlu mengenali hama yang dapat menyerang tanaman dan pestisida yang sesuai untuk menanggulanginya. Dan petani dapat mengatasi hama yang terdapat pada tanaman terong.
Sehingga petani akan mendapatkan tanaman terong yang memiliki kualitas terbaik dan kondisi yang sehat. Yang dapat meningkatkan hasil keuntungan yang petani dapatkan dan sesuai dengan harapan petani pada saat akan melakukan budidaya.
Hama Yang Dapat Menyerang Daun Tanaman Terong

Serangan hama pada daun tanaman terong dapat merugikan petani pada saat melaksanakan budidaya tanaman terong. Serangan hama ini dapat mengurangi kualitas dan kesehatan dari tanaman terong.
Oleh karena itu petani wajib mengetahui hama apa saja yang bisa menyerang budidaya tanaman terong. Ada beberapa contoh hama yang dapat menyerang daun tanaman terong, yaitu sebagai berikut :
- Ulat Penggerek Daun
Hama yang satu ini dapat menyerang tanaman terong dengan memakan daun dan biasanya menyerang daun muda. Serangan dari hama ini menyebabkan daun berlubang pada semua bagian.
Bahkan yang lebih parah dapat menyisakan bagian tulang daun saja. Yang lebih parah lagi dapat mengakibatkan tanaman terong mati.
- Ulat Grayak
Ulat Grayak dapat menyerang daun tanaman terong yang mengakibatkan daun berubah menjadi berlubang dan kering. Hama ini menyebabkan kerusakan pada tanaman dengan singkat.
Biasanya ulat grayak melakukan penyerangan secara bersamaan. Apabila petani tidak memperhatikan dengan baik, dapat menyebabkan tanaman terong tidak berbuah dan menyebabkan kerugian.
-
Thysanoptera
Thysanoptera atau dapat kita kenal sebagai Thrips adalah hewan yang berukuran kecil dan menjadi pengganggu petani dalam melakukan budidaya. Thrips mempunyai tubuh panjang sekitar kurang lebih 1 – 1,2 cm dan mempunyai warna hitam bergaris merah.
Thrips melakukan serangan secara bersamaan pada bagian tanaman yang masih muda seperti pada daunnya. Ciri serangan thrips adalah adanya noda dengan warna keperakan dan dapat berubah menjadi coklat muda.
-
Tungau
Tungau adalah sejenis kutu yang berukuran sangat kecil yang dapat menjadi pengganggu dalam melakukan budidaya tanaman. Umumnya tungau bersembunyi pada daun yang masih muda dan berada pada bagian bawah daun.
Penyerangan tungau biasanya dengan cara menghisap cairan dalam yang terdapat pada jaringan mesofil. Hingga menyebabkan jaringan mesofil rusak dan menyebabkan tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis.
Cara Merawat Terong Untuk Menghasilkan Buah Yang Besar Dan Lebat
Supaya tanaman terong menghasilkan buah yang lebat proses perawatan tanaman terong menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan melakukan budidaya. Petani juga harus giat dan rajin untuk memantau perkembangan dari tanaman terong.
Contoh perawatan tanaman terong yang wajib petani ketahui adalah sebagai berikut :
-
Melakukan Penyiraman Pada Tanaman Terong
Penyiraman secara intensif wajib petani lakukan pada saat setelah melakukan penanaman. Untuk penyiraman biasanya menggunakan air yang bersih dan tidak memiliki kandungan limbah.
Saat biji berkecambah pada proses penyemaian bibit penyiraman pada tanaman menjadi hal yang penting. Ini terjadi karena apabila bibit muda kekurangan air mengakibatkan tanaman sulit berkembang, dan menyebabkan tanaman mati.
Biasanya saat melakukan penyiraman tergantung kondisi dari tanah. Apabila kondisi tanah tandus dapat petani lakukan 2 kali sehari. Namun apabila kandungan air pada tanah cukup biasanya petani lakukan 1 kali sehari.
Kegiatan penyiraman dapat mempengaruhi proses pertumbuhan sel, sebagai pelarut alamiah dalam proses perkecambahan biji. Jadi kegiatan penyiraman merupakan hal penting untuk mendapat hasil yang berkualitas.
-
Penggemburan Tanah Dan Pemberantasan Gulma
Penggemburan tanah penting pada saat melakukan budidaya tanaman karena menjadikan tanah lebih subur. Tanah gembur menjadikan unsur hara mineral mudah terserap serta penyerapan air semakin efisien.
Pemberantasan gulma juga penting karena dapat mencegah terong terhindar dari gulma. Karena gulma dapat mengambil nutrisi yang seharusnya untuk tanaman sehingga buah dari terong dalam kondisi tidak sehat.
-
Pemupukan Pada Tanaman Terong
Tanaman terong wajib mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menjaga kesuburan dari tanaman. Nutrisi pada tanaman dapat menjaga pertumbuhan tanaman agar mendapat hasil yang sehat.
Pemupukan pada tanaman terong pada saat masa penyemaian benih biasanya menggunakan pupuk jenis organik. Untuk usia tanaman yang lebih tua menggunakan pupuk jenis anorganik.
-
Mencegah Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Terong
Beberapa Hama yang biasanya menyerang tanaman terong adalah: hama kepik, wereng, ulat grayak dan masih banyak lainnya. Untuk penyakit pada tanaman terong adalah jamur parasit, dan mikroorganisme parasit yang lain.
Untuk mencegah hama dan penyakit biasanya petani lakukan dengan menjaga lahan tanam tetap bersih dan bebas gulma. Karena gulma dapat menjadi tempat berkembang biaknya hama.

Leave A Comment