Gangguan Pada Budidaya Terong
Buka Daftar Isi :
Pada sektor pertanian gangguan dari faktor alam pasti akan terjadi pada petani manapun dan petani harus mencoba menyelesaikan hal tersebut. Penyelesaian tersebut tergantung dari beberapa masalah yang sedang terjadi pada budidaya tanaman terong sehingga tidak bisa meggunakan cara yang asal-asalan.
Seperti cara Pemupukan Terong Prince EPA yang terkadang cara pemakaian dan dosis nya kurang tepat sehingga menyebabkan penurunan hasil panen. Oleh karena itu petani harus memperhatikan segala cara dan langkah menanam budidaya terong dan Pemupukan Terong Prince EPA.
Beberapa gangguan yang berasal dari organisme pengganggu tanaman seperti Hama, Gulma, Bakteri, Jamur dan beberapa dari penyakit tanaman pertanian. Biasa menyerang pada setiap fase tanaman tak terkecuali fase Pemupukan Terong Prince EPA dan berakibat sangat fatal pada tanaman terong.
Fase Pemupukan Terong Prince EPA merupakan titik yang sangat sensitif bagi tanaman terong karena sedang dalam masa pertumbuhan. Walupun tidak berakibat langsung pada Pemupukan Terong Prince EPA namun dapat berdampak pada hasil panen patani budidaya terong.
Itulah mengapa petani harus menyadari dan segera menanggulanginya dengan cepat agar proses Pemupukan Terong Prince EPA subur. Namun banyak petani masih belum mengetahui tanda-tanda tanaman terserang penyakit atau hama dan memang harus petani harus selalu memperhatikan tanaman.
Gangguan dari organisme pengganggu tanaman bisa terjadi kapan saja dan pada tanaman pertanian apa saja. Beberapa penyakit yang biasa menyerang tanaman pertanian sangat berbahaya dan dapat menyebar ketanaman lainnya dan menurunkan produktivitas tanaman terong.
Pemupukan Terong Prince EPA sangat rentan terserang organisme pengganggu tanaman karena tanaman belum memiliki sistem pertahanan yang kuat. Sehingga tanaman tidak bisa menahan serangan tersebut.
Petani harus mengenali ciri-ciri dan jenis dari organisme pengganggu tanaman yang mengganggu budidaya terong sehingga bisa melakukan langkah pencegahan. Berikut beberapa contoh dari ganguan pada Pemupukan Terong Prince EPA :
Serangan Kutu Daun Pada Terong

Hama Kutu daun ini hidup secara berkelompok sehingga penyebaran mereka juga sangat cepat pada tanaman terong. Beberapa jenis dari kutu daun dapat berkembang biak tanpa adanya pejantan, dan dapat menghasilkan banyak telur.
Pada Pemupukan Terong Prince EPA dan pada proses lainnya hama ini menyerang pucuk dari tanaman atau bagian daun muda terong. Model penyerangan kutu daun ini dengan menghisap cairan pada daun dan pucuk tanaman sehihngga tanaman kehilangan sebagian cairan penting.
Memiliki siklus berkembangbiak yang sangat cepat pada segala musim, sehingga jika tidak segera membasmi hama ini akan angat berbahaya sekali. Kutu daun juga dapat membawa virus yang dapat berakibat mengkeritingkan daun dan menyebabkan tanaman kerdil sehingga produktivitas tanaman terganggu.
Cara pemberantasan kutu daun adalah sering melakukan pengecekan pada Pemupukan Terong Prince EPA dengan mencabut gulma atau rumput liar. Melakukan sanitasi yang baik pada tanaman dan pemberian pestisida untuk memberantas kutu daun dengan dosis tertentu sesuai dengan aturan pakai.
Serta melakukan penerapan jarak antar Pemupukan Terong Prince EPA agar tidak mudah terserang hama dan menyebarkan penyakit ke tanaman terong. Karena media penularan dari penyakit tanaman terong sendiri dapat melalui tanah dan air sehingga memerlukan jarak antar tanaman.
Ulat Grayak Tanaman Terong
Ulat ini menyerang bagian daun tanaman terong yang masih muda, Jika daun berlubang lingkaran tidak beraturan adalah ulah ulat grayak. Jika serangan hama ini terabaikan akan sangat berbahaya bagi kesehatan tanaman pertanian, maka harus cepat membasminya.
Efek serangan ulat grayak ini sangat cepat karena ulat ini hidup dengan cara berkoloni dan cara berkembang biaknya cukup cepat. Apabila membiarkan daun yang terserang ulat grayak terabaikan oleh petani, lama kelamaan daun akan habis dan tidak bisa melakukan fotosintesis.
Tanaman yang tidak bisa berfotosintesis akan mengganggu produktivitas tanaman dan Pemupukan Terong Prince EPA tidak akan terserap seluruhnya. Kemudian dapat membuat tanaman terong mati secara mendadak.
Pencegahan secara efektif dapat menggunkan cairan pestisida pada usia yang sudah mencukupi pada tanaman pertanian sehingga tidak berdampak buruk. Pastikan selalu untuk mematuhi dosis pemakaian pestisida pada tanaman terong agar tidak berlebihan.
Bekicot Pada Tanaman Terong
Siapa sangka bahwa hewan yang biasa menjadi olahan masakan ini ternyata adalah hama untuk sektor pertanian. Hewan yang tidak berbahaya pada manusia ini ternyata malah lebih berbahaya untuk tanaman karena memakan batang dan daun tanaman terong.
Bekicot adalah hewan bersifat nokturnal artinya hewan yang aktif pada malam hari, namun untuk membasmi bekicot tidak sesulit hama lainnya. Karena bekicot cenderung bergerak sangat lambat dari pada hama lainnya sehingga pemberantasan hama bekicot yang paling sederhana adalah mengambilnya.
Untuk membasmi bekicot sebaiknya pada malam hari karena mereka beraktivitas pada malam hari. Lalu ambil bekicot yang terlihat menyerang Budidaya tanaman terong, buanglah jauh dari tanaman terong agar tidak kembali lagi.
Pembasmian bekicot juga dapat menggunakan pestisida yang penerapannya dengan cara menaburkan pestisida pada sekitar tanaman terong. Dengan begitu Pemupukan Terong Prince EPA bebas dari serangan bekicot yang memakan daun dan batang.
Kumbang Daun
Memiliki nama lain Oteng-oteng hama jenis ini sangat berbahaya bagi tanaman yang baru saja tumbuh karena suka memakan daun yang masih muda. Biasanya kumbang daun ini dapat memakan keseluruhan daun muda hingga hanya menyisakan tulang daun pada tanaman terong.
Pencegahan dari kumbang ini adalah membersihkan lahan dari rumput liar atau gulma yang terlihat. Selain itu membersihkan gulma yang tumbuh pada sekitar tanaman terong bertujuan untuk mencegah gulma mencuri nutrisi.
Apabila kumbang daun tetap menyerang tanaman terong maka pembasmian selanjutnya menggunakan pestisida menjadi jalan satu-satunya. Gunakan pestisida yang berjenis insektisida untuk tanaman pertanian dengan takaran dan dosis yang sudah tertulis pada kemasan.
Lakukan penyemprotan pestisida secukupnya saja sehingga tidak merusak kelangsungan hidup dari tanaman terong.
Lalat Buah Merugikan Terong
Hama yang sering membuat petani pusing satu ini adalah lalat buah yang gemar memakan dan merusak buah budidaya tanaman pertanian. Cara kerja lalat buah dalam merusak buah dari petani budiaya terong adalah dengan memasukkan telurnya kedalam buah dan menetas.
Telur lalat buah masukkan pada buah sebanyak 100 itu akan menetas dan menjadi belatung yang memakan buah tersebut dari dalam. Dalam jangka waktu 7 hari belatung tersebut keluar dari buah dengan melubangi kulit buah dari dalam.
Setelah itu belatung tadi akan jatuh ke tanah dan akan berevolusi menjadi pupa setelah itu menjadi lalat kembali. Sedangkan buah yang menjadi bahan makanan bagi lalat buah tersebut lama-kelamaan akan busuk lalu jatuh ke tanah.
Baca Juga : Pestisida, Salah Satu Solusi Hama Budidaya Tanaman

Leave A Comment