Perpindahan Benih Sawi Pakcoy

Petani dapat melakukan perpindahan bibit sawi setelah Pakcoy Umur 2 Minggu Nauli F1 sebagai bibit sawi andalan dengan berbagai keunggulannya. Namun Pakcoy Umur 2 Minggu Nauli F1 harus petani pindahkan dengan hati – hati dan menyiapkan media tanam baru.

Memastikan keadaan pH tanah sesuai standar budidaya sawi pakcoy juga harus petani lakukan sehingga tanaman dapat tumbuh dengan sehat. Selain itu persiapan lain berupa nutrisi pendukung sebagai penunjang kebutuhan untuk tumbuh kembang sangat penting.

Oleh karena itu 2 minggu sebelumnya petani harus melakukan Pemupukan pada lahan pertanian atau media tanaman baru. Sehingga kebutuhan untuk sawi untuk berkembang dapat terpenuhi dan segalanya akan berjalan dengan lancar.

Dosis Pemupukan pada Sawi Pakcoy

2 Minggu sebelum memindahkan Sawi Pakcoy yang sudah petani semai ke lahan pertanian, petani harus melakukan pemupukan dengan pupuk organik. Dosis Pupuk organik yang sudah petani olah dengan baik adalah 2 – 4 kg/mSehingga tanaman dapat terbantu dengan mikroorganisme.

Mikroorganisme pada Pupuk organik terbuat dari kotoran hewan ternak dan beberapa unsur tanaman yang telah mati membantu pembentukan kesuburan tanah. Sehingga mengapa petani disebut dengan pupuk Organik Karena Terbuat dari bahan – bahan yang alami bagi tanaman.

Setelah 2 minggu berselang petani dapat menggunakan pupuk Urea 10 gr / m2 dan berikan pada sekitar tanaman. Selain urea penggunaan NPK 300 kg/ Ha juga dapat menunjang kebutuhan nutrisi dari Sawi Pakcoy .

Pemupukan dari Sawi Pakcoy dapat petani lakukan dengan melarutkannya pada air dan menyemprotkannya atau menaburkan pada sekitar tanaman. Sehingga pertumbuhan sawi pakcoy tidak terhalang dengan kekurangan nutrisi.

Pencegahan Hama Pada Sawi Pakcoy

Pencegahan serangan hama pada Sayur Sawi Pakcoy dapat petani lindungi dengan bahan aktif dari Pestisida. Namun dalam perlindungan serangan hama petani juga harus tetap melihat beberapa gejala gangguan yang terlihat pada tanaman.

Karena perlindungan menggunakan Pestisida juga melihat jenis Organisme Pengganggu Tanaman yang terlihat. Sebagai contoh gangguan Ulat yang memakan daun muda pada tanaman baik sawi, kubis dan jenis sayuran lainnya.

Sehingga penggunaan Insektisida harus petani lakukan dengan dosis yang telah petani sesuaikan juga dengan umur dan jenis tanaman. Seperti hama ulat yang mengganggu sayuran biasanya memiliki perkembang biakan yang sangat cepat dan memiliki daya tahan terhadap perubahan cuaca.

Namun dalam penggolongan kesulitan pembasmiannya, hama ulat memiliki tingkat yang tidak sulit untuk petani basmi dengan pestisida. Namun penggunaan insektisida untuk membasmi hama ulat pada sawi juga harus petani perhatikan dosisnya.

Sehingga tidak berlebihan dan merusak ekosistem dari sekitar lahan pertanian dan keseimbangan rantai makanan.

Baca Juga : Menanam Sawi Sebagai Peluang Bisnis Budidaya Sayuran