-
Minyak Sayur
Buka Daftar Isi :
Cara kerja dari minyak sayur adalah mencekik dan melapisi serangga yang memiliki tubuh lembut seperti tungau dan kutu daun. Petani dapat menggunakan minyak sayur dan mencampurnya dengan sabun cair.
Untuk pemakaiannya adalah, pertama petani mencampurkan Minyak Sayur dan sabun cair kemudian kocok hingga merata. Kemudian biarkan terlebih dahulu sampai petani membutuhkannya untuk mengatasi serangan hama pada tanaman.
Pada saat akan menyemprotkannya pada tanaman, campurkan dengan air terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil terbaik. Sebaiknya petani melakukan penyemprotan setiap satu minggu sekali.
-
Tembakau
Kandungan nikotin yang terdapat pada tembakau cukup beracun untuk beberapa jenis hama serangga. Untuk penggunaannya petani mengumpulkan puntung rokok, dan masukkan pada kaus kaki.
Selanjutnya tinggal petani rendam dalam satu liter air dengan kurun waktu satu hari satu malam. Kemudian tinggal petani semprotkan pada tanaman budidaya yang mendapat serangan hama.
Namun apabila menggunakan bahan alami tidak efektif, petani dapat menggunakan Pestisida untuk mengatasi hama yang menyerang tanaman. Dengan menggunakan Pestisida sesuai dosis dan jenis tanaman, maka cukup aman untuk menggunakannya pada tanaman budidaya.
Pestisida Sebagai Obat Pembasmi Hama Tanaman

Pemakaian Pestisida adalah salah satu cara yang dapat petani gunakan untuk mengatasi serangan hama pada tanaman. Penggunaan Pestisida juga cukup mudah untuk petani terapkan pada tanaman budidaya.
Namun saat menggunakan Pestisida, petani harus menyesuaikan dosis dengan umur, jenis tanaman serta hama yang menyerang. Apabila petani tidak menyesuaikan dosis, dapat menyebabkan tanaman tumbuh tidak sehat dan bisa mati.
Berikut ini adalah beberapa Pestisida yang dapat petani pakai untuk mengusir hama dan tersedia pada Toko Belanja Tani
-
Fungisida Amistartop

Amistartop merupakan fungisida berjenis pestisida sistemik dan produksi dari pabrik ternama Indonesia PT Syngenta. Dan sangat ampuh untuk petani terapkan pada tanaman budidaya seperti sayuran dan padi.
Kandungan yang terdapat pada Fungisida ini adalah Difenokonazol 125 g/l dan juga Azoksistrobin 200 g/l serta ada tambahan ZPT. Bahan aktif tersebut cukup ampuh untuk mengatasi serangan hama pada tanaman budidaya.
Cara pemakaiannya adalah petani larutkan pada air terlebih dahulu, petani bisa menambahkan perekat untuk hasil yang lebih baik. Kemudian tinggal petani semprotkan pada tanaman yang mendapat serangan hama.
Untuk dosis penggunaannya biasanya petani menggunakan sekitar 0.25 sampai 1 ml untuk 1 liter air. Dengan menggunakan dosis yang sesuai, maka tanaman budidaya cukup aman saat petani menyemprotkan Fungisida ini.
-
Insektisida Buldok
Buldok adalah jenis pestisida racun kontak dan lambung yang merupakan produksi pabrik ternama Indonesia PT Bayer Indonesia. Yang sangat cocok untuk petani terapkan pada tanaman budidaya seperti Semangka, Melon, Teh dan lain sebagainya.
Merk ini memiliki kandungan bahan aktif yaitu Beta Siflutrin yang sangat ampuh untuk mengusir hama ulat dan walang sangit. Dan sudah menjadi salah satu pilihan petani untuk mengatasi serangan hama pada tanaman.
Untuk pemakaiannya adalah, petani tinggal melarutkan pada air terlebih dahulu dan tambahkan perekat untuk meningkatkan kinerja produk ini. Kemudian tinggal petani semprotkan pada tanaman yang mendapat serangan hama dengan rentan waktu tertentu.
Untuk dosis penggunaan pada produk ini yang sesuai adalah sekitar 0.5 sampai 1 ml untuk 1 liter air. Dengan memperhatikan dosis penggunaan yang sesuai, maka tanaman cukup aman saat petani menyemprotkan pestisida ini.
-
Fungisida Antracol

Antracol merupakan jenis pestisida kontak dengan kualitas terbaik dan produksi dari pabrik terkenal Indonesia PT Bayer Indonesia. Yang sangat cocok untuk petani terapkan pada tanaman budidaya seperti padi dan jagung.
Bahan aktif yang terdapat pada produk ini ada dua, yaitu Propineb 70 % serta Zinc yang sangat berguna untuk tanaman. Dan sudah terbukti dapat mengatasi serangan hama pada tanaman budidaya.
Cara penggunaannya adalah petani tinggal melarutkan pada air terlebih dahulu, dan bisa menambahkan perekat untuk meningkatkan kerja dari produk ini. Lalu tinggal petani semprotkan pada tanaman budidaya yang mendapat serangan hama.
Dengan dosis penggunaan yang biasanya petani pakai adalah sekitar 0.5 sampai 2 gr untuk 1 liter air. Dengan menerapkan dosis yang sesuai, maka tanaman cukup aman saat petani menyemprotkan Fungisida ini.
Baca Juga : Dampak Pestisida Pada Hama Tanaman


Leave A Comment