Serangan Hama Pada Tanaman Cabe

Tanaman Cabe,Hama,Pestisida,Keriting Daun Cabe,Pertanian

Jual Pestisida Penyakit Daun Cabe Mengkerut Harga Murah | Belanja Tani

Penyakit Daun Mengkerut pada Tanaman Cabe ini sering terjadi karena ulah dari hama yang hidup pada sekitar tanaman. Sehingga pembasmian hama harus segera petani lakukan.

Hama yang mencuri nutrisi dari tanaman cabe ini sangat berpengaruh dalam kehidupan tanaman cabe. Sehingga pertumbuhan tanaman menjadi tidak maksimal dan berakibat fatal bagi petani.

Namun dengan memahami pola hidup dan kemampuan husus yang hama miliki petani dapat mencegah kemungkinan terburuk. Jika sudah mengetahui gejala dari serangan hama akan lebih mudah melakukan pencegahan sesuai dengan siklus hidupnya.

Namun memang pada dasarnya hama tidak dapat langsung hilang dalam lahan pertanian begitu saja. Sehingga memerlukan tahap tertentu dan perawatan yang rutin agar hama bisa hilang dalam lahan pertanian.

Obat Daun Cabe Mengkerut yang petani gunakan juga harus sesuai dosis aturan pakai, sehingga tidak berlebihan. Jika penggunaan pestisida yang berlebihan akan berdampak buruk pada tanaman dan lahan pertanian.

Oleh karena itu petani harus memperhatikan takaran atau dosis pemakaian pestisida dalam melindungi tanaman cabe. Karena pada setiap tanaman pertanian memiliki dosis pemakaian pestisida yang berbeda.

Dalam mengapliasikan pestisida juga harus memperhatikan waktu penyemprotan pada sektor pertanian. Waktu penyemprotan yang baik bertujuan agar pestisida melekat pada tanaman dengan baik.

Waktu terbaik dalam melakukan penyemprotan adalah Pagi hari sekitar jam 10.00 . Ketika sore penyemprotan baik pada waktu 16.00 .

Kondisi cuaca tidak boleh hujan karena pestisida dapat luntur dan akan percuma melakukan penyemprotan tanaman. Sehingga saran terbaik melakukan penyemprotan ketika cuaca sedang cerah dan pastikan tidak ada embun ketika penyemprotan pagi.

Petani harus mengetahui jenis-jenis hama yang menyebabkan daun mengkerut, berikut adalah jenis hama tersebut :

Thrips (Parvispinus) 

Hama Thrips memiliki banyak jenis yang menyerang tanaman pertanian tertentu. Pada tanaman cabe Thrips  (parvispinus) panjang sekitar 1 – 1,2 cm memiliki warna hitam dengan garis merah.

Namun Thrips memiliki siklus hidup yang singkat yaitu 3 minggu. Selain itu Thrips memiliki keunikan berkembang biak dengan tanpa pembuahan.

Ketika fase berkembang biak Thrips dapat menghasilkan 80 – 120 butir telur. Ketika musim kemarau perkembangan populasi Thrips sangat tinggi.

Karena serangga ini aktif pada pagi hari atau sore hari, ketika sinar matahari muncul diakan bersembunyi. Hama Thrips bersembunyi dibalik daun tanaman agar tidak terpapar langsung sinar matahari.

Thrips bertahan hidup dengan memakan cairan dalam tubuh tanaman sehingga bisa menyebut nya mencuri nutrisi tanaman. Memilih bagian yang masih muda seperti Tunas, Bunga, Pucuk sehingga teraliri banyak nutrisi.

Gejala yang muncul pada tanaman yang terserang Hama Thrips adalah munculnya bercak perak pada daun. Ini merupakan luka akibat serangan Thrips yang lama-kelamaan berubah menjadi warna coklat.

Hal ini berpotensi tanaman terserang penyakit Daun mengkerut sehingga tanaman perlu penanganan yang serius. Jika sudah terserang penyakit daun mengkerut maka pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal.

Sehingga petani perlu melalukan pemotongan tanaman yang bertujuan untuk membasmi hama dan agar tidak menular ke tanaman lain. Setelah melakukan pemotongan biasanya petani harus membakarnya pada tempat yang jauh dari lahan pertanian.

Hal ini bertujuan agar hama tidak menular ke tanaman yang memungkin kan menyebarkan penyakitnya. Selain itu untuk mencegah resiko tanaman yang telah terpotong menyebabkan hama bertahan hidup maka perlu langkah kedua .

Langkah tersebut adalah membakar tanaman jauh dari lahan pertanian yang terinfeksi hama Thrips. Jika tanaman yang terinfeksi tetap berkumpul pada satu titik maka hama dapat bertahan hidup pada media tanah.

Pada media tanah hama dapat kembali lagi pada tanaman pertanian dan mengulangi siklus serangan dari Thrips tersebut.  Untuk itu perlu pemusnahan dengan cara pembakaran jauh dari lahan pertanian.

Tungau Serang Tanaman Cabe

Tungau atau Mite merupakan hama tanaman cabe yang dapat merugikan petani ketika masa pertumbuhan tanaman. Sehingga keberadaan tungau perlu penanganan yang serius.

Hama ini menyerang daun tanaman untuk menghisap nutrisi yang terdapat pada tanaman untuk bertahan hidup. Ini berdampak pada kehidupan dari tanaman karena merusak jaringan Mesofil.

Sehingga Klorofil pada tanaman menjadi rusak dan fotosintesis tanaman menjadi terganggu. Ketika fotosintesis terganggu maka pertumbuhan dari tanaman menjadi terhambat.

Serangan tungau juga tidak dapat petani remehkan karena dapat menyerang tanaman pada musim apapun. Namun perkembangan populasi dari Tungau akan sangat besar pada musim kemarau.

Ketika musim kemarau keadaan lingkungan lahan tanaman kering merupakan suhu baik untuk proses penetasan telur tungau. Sehingga mereka akan berkembang biak dengan cepat ketika suhu kering atau panas.

Siklus hidup tungau tergolong sangat cepat karena dari proses telur sampai menetas membutuhkan hanya 3 hari. Proses hama menjadi tungau dewasa sangat cepat yaitu sekitar 5 hari.

Yang paling mengejutkan adalah tungau betina dapat berkembang biak 20 butir telur/ hari dengan siklus hidup 2 – 4 minggu. Ketika memasuki waktu 1 bulan tungau dapat memproduksi Ratusan telur .

Tungau dapat menyerang tanaman cabe pada segala fase pertumbuhan. Mulai dari masa persemaian, tanaman cabe remaja, dan tanaman cabe yang sudah produktif menghasilkan buah.

Pada permukaan daun akan terlihat bintik berwarna kuning pada permukaan daun tanaman. Jika mengabaikan gejala ini maka bintik berubah warna menjadi kecoklatan.

Berlanjut tahap daun tanaman yang telah berwarna coklat maka pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Gejala lainnya adalah Daun Cabe Mengkerut ketika serangan tungau sudah cukup parah.

Tungau juga menyerang bunga tanaman cabe yang nantinya akan menjadi buah cabe. Serangan akan terlihat ketika bunga cabe terlihat berwarna kuning lalu gugur.

Kutu Daun Hama Tanaman Cabe

Aphids atau Kutu Daun merupakan hama yang menyerang tanaman cabe pada segala fase pertumbuhan. Perkembangan hama ini sangat cepat ketika musim kemarau.

Sama dengan hama penyebab Daun Cabe Mengkerut lainnya metode serangan hama ini menghisap nutrisi dari tanaman cabe. Menghisap nutrisi seperti Pucuk, Tunas, dan Bunga tanaman.

Kemampuan khusus dari kutu daun betina adalah mampu berkembang biak secara Partogenesis sehingga tidak membutuhkan pejantan. Dengan siklus berkembang biak selama 4 sampai 6 minggu.

Pada kurun waktu tersebut sudah cukup untuk Aphids memperbanyak populasinya. Telur yang telah mereka tempatkan pada bagian tanaman dapat menetas dalam waktu 3 sampai 4 hari.

Setelah telur menetas membutuhkan waktu sekitar 14 – 8 hari untuk menjadi Aphids dewasa yang kembali bereproduksi.  Aphids dapat menghasilkan 73 telur selama hidupnya.

Pada Kutu daun  dewasa memiliki yang sayap dapat mempercepat mobilitas dari hama dalam berpindah tempat. Sehingga penyebaran hama ini menjadi lebih mudah dan cepat namun terkadang ada Aphids yang tidak memiliki sayap.

Serangga ini biasanya bersembunyi pada bagian bawah Daun tanaman cabe atau tanaman pertanian lainnya. Gejala tanaman terserang Hama Kutu Daun adalah terdapat semut hinggap pada tanaman cabe.

Karena semut dan daun memiliki Simbiosis Mutualisme yang ketika semut mengambil cairan manis yang Aphids hasilkan. Sebaliknya keuntungan Kutu Daun yang terlindungi dari predator akibat simbiosisnya dengan semut.

Cairan manis yang semut sukai ini berasal dari Aphids, ini menimbulkan pertumbuhan jamur embun jelaga yang dapat merugikan. Daun Cabe mengkerut merupakan salah satu ciri utama dari serangan kutu daun.

Nutrisi yang Kutu Daun curi mengakibatkan daun menjadi layu dan meninggalkan bekas bercak kuning pada permukaan daun. Ini dapat berujung daun cabe berguguran dan menghambat pertumbuhan buah cabe.

Baca Juga : Dosis Prevathon Per Tangki Lindungi Tanaman Cabe