Blas Merupakan Suatu Penyakit Tanaman Padi Yang Berbahaya

obat blas daun padi, blas pada padi, penyakit blas pada padi, fungisida untuk padi, Belanja Tani

Jual Obat Blas Padi Paling Ampuh Kualitas Unggul Harga Terjangkau | Belanja Tani

Waktu melakukan budidaya tanaman padi, petani harus melakukan perawatan tanaman secara tepat, supaya tanaman dapat tumbuh dengan maksimal.

Contoh teknik perawatan tanaman padi yang benar adalah, petani harus selalu memperhatikan adanya infeksi penyakit berbahaya ke tanaman padi.

Salah satu contoh penyakit berbahaya yang mampu untuk menginfeksi pada tanaman padi yaitu penyakit blas.

Penyakit blas dapat terjadi karena infeksi jamur Pyricularia Oryzae, yang seringkali menyerang ke bagian batang, daun serta malai tanaman padi.

Akibat infeksi jamur Pyricularia Oryzae, akan terdapat bercak pada beberapa bagian tanaman padi, yang berpotensi membuat produktivitas panen menurun drastis.

Pada bawah ini adalah beberapa penjelasan mengenai penyakit blas, yang dapat menginfeksi tanaman padi serta bisa mengacaukan masa pertumbuhannya.

Gejala Penyakit

Gejala blas pada tanaman padi dapat bervariasi tergantung pada bagian mana tanaman yang telah terinfeksi oleh penyakit blas. Seperti berikut ini :

Blas Daun (Leaf Blast)

Gejalanya adalah adanya bercak dengan bentuk belah ketupat, yang bagian tengahnya berwarna keabu – abuan dan pada bagian tepinya berwarna coklat.

Bercak tersebut biasanya dapat membesar serta menyatu, yang akan menyebabkan daun tanaman padi mengalami kematian.

Umumnya, gejala atau serangan penyakit blas pada bagian daun tanaman padi akan muncul pada fase vegetatif atau fase anakan hingga bunting.

Blas Leher atau Blas Malai (Neck Blast/Panicle Blast)

Gejala dari penyakit blas pada bagian ini adalah adanya perubahan warna  pada leher atau malai menjadi coklat kehitaman dan membusuk.

Seiring berjalannya waktu, malai tersebut akan berubah menjadi kering, yang menyebabkan butiran padi tidak dapat terisi dengan sempurna atau hampa.

Umumnya, infeksi penyakit blas pada bagian leher atau malai dapat terjadi pada fase generatif atau masa pembungaan hingga pengisian bulir.

Blas Pangkal Batang (Collar Blast)

Gejala dari penyakit blas pada bagian pangkal batang adalah, pada bagian pertemuan daun dan batang akan berubah warna menjadi coklat.

Apabila serangannya sudah lumayan parah, batang tanaman padi berpotensi dapat patah serta menyebabkan kerobohan ke tanaman.

Penyebab dan Faktor Pendukung Blas

Penyakit blas pada tanaman padi umumnya dapat terjadi karena infeksi jamur dari genus Pyricularia Oryzae.

Jamur Pyricularia oryzae pada sekitar tanaman padi dapat berkembang dengan sangat cepat dalam kondisi berikut :

  • Suhu dan kelembaban tinggi (20 – 30°C, sering hujan atau embun).
  • Tanaman Kekurangan Kalium (K), tetapi mendapat asupan Nitrogen (N) yang berlebihan.
  • Fase pengairan yang tidak stabil (sawah seringkali kering lalu tiba – tiba basah).
  • Benih atau jerami tanaman padi sudah terinfeksi dari musim tanam sebelumnya.
  • Angin dan percikan air, yang bisa menyebarkan spora jamur ke tanaman lainnya.

Dampak Penyakit Blas pada Padi

Terdapat beberapa dampak dari serangan penyakit blas pada tanaman padi, seperti pada bawah ini :

  • Penurunan Produksi Panen : Jika menyerang daun, akan menghambat fotosintesis, sehingga masa pertumbuhannya terganggu. Sementara apabila menyerang malai, mengakibatkan bulir padi hampa dan hasil panen turun secara drastis.
  • Kualitas Gabah Menurun : Padi yang terkena blas malai seringkali menghasilkan gabah ringan atau tidak berkembang.

Baca Juga : Jual Obat Bercak Daun Paling Ampuh Yang Dapat Menjaga Tanaman

Pengendalian Blas Pada Padi Yang Dapat Petani Terapkan

Dalam melakukan budidaya tanaman padi, petani harus selalu memperhatikan adanya infeksi penyakit berbahaya, yang bisa menghambat fase pertumbuhannya.

Contoh penyakit berbahaya yang dapat menyerang tanaman padi merupakan penyakit blas, yang terjadi akibat jamur Pyricularia Oryzae.

Akibat infeksi penyakit blas, tanaman padi akan terganggu fase pertumbuhannya serta produktivitas hasil panen beras dapat menurun secara signifikan.

Sehingga, jika petani mengetahui adanya penyakit blas yang menyerang tanaman padi, petani harus segera mengambil tindakan pengendalian, supaya tanaman padi tetap aman.

Berikut merupakan berbagai cara pengendalian blas pada padi yang harus petani jalankan, supaya kondisi tanaman padi tetap aman.

Memakai Varietas Tahan Blas

Cara pengendalian penyakit blas pada tanaman padi adalah, petani bisa memanfaatkan berbagai varietas tanaman padi, yang tahan infeksi penyakit ini.

Beberapa varietas tanaman padi yang lebih tahan terhadap penyakit blas, seperti Inpari 33, Inpari 42, Ciherang, Mekongga, Situ Bagendit dan lainnya.

Mengelola Lahan dan Tanaman

Petani juga bisa menjalankan pengelolaan lahan budidaya serta tanaman padi dengan tepat, untuk memusnahkan serangan penyakit blas pada tanaman padi.

Yang pertama adalah, petani sebaiknya menghindari penggunaan pupuk Urea yang terlalu berlebihan. Petani harus menambahkan pupuk Kalium serta Silika agar tanaman lebih kuat.

Sebaiknya, petani juga harus menjaga lahan budidaya tidak dalam keadaan kering basah terlalu ekstrem, yang akan memicu pertumbuhan jamur.

Bekas jerami padi yang terinfeksi harus petani buang atau bakar, supaya tidak ada jamur yang menyebar ke tanaman sehat lainnya.

Petani juga jangan sampai menggunakan benih dari tanaman padi yang pernah terinfeksi oleh penyakit blas.

Aplikasi Fungisida

Gunakan obat blas padi paling ampuh atau fungisida sejak awal, ketika gejala pertama kali muncul atau sebagai tindakan pencegahan.

Beberapa bahan aktif fungisida yang ampuh untuk membasmi penyakit blas pada tanaman padi, seperti berikut ini :

  • Azoksistrobin
  • Difenokonazol
  • Tebuconazole + Trifloxystrobin
  • Isoprothiolane
  • Mancozeb

Jadwal penyemprotan obat blas padi paling ampuh atau fungisida adalah, pertama pada saat fase anakan serta bunting untuk mencegah infeksi penyakit.

Sementara untuk yang kedua adalah, ketika fase pembungaan sampai pengisian bulir, untuk mencegah blas pada bagian leher atau malai tanaman padi.

Untuk frekuensi aplikasinya adalah, setiap 7 – 10 hari sekali, terutama apabila cuaca sangat mendukung penyebaran jamur.

Baca Juga : Jual Fungisida Nativo Untuk Padi Harga Murah Kualitas Unggulan