Gangguan Tanaman Padi Yang Dapat Mengancam Pertumbuhannya

obat pestisida, pestisida padi, pestisida padi terbaik, obat pestisida untuk padi, Belanja Tani

Jual Merk Pestisida Untuk Padi Yang Menjadi Idola Petani | Belanja Tani

Ketika menjalankan proses budidaya tanaman padi, petani perlu merawat tanaman dengan benar, agar pertumbuhannya mampu untuk berjalan dengan lebih sehat.

Salah satu praktek merawat tanaman padi secara sesuai yaitu, petani perlu untuk mengawasi adanya beberapa gangguan pada tanaman padi.

Gangguan pada tanaman padi lumayan banyak, contohnya seperti infeksi dari beberapa jenis hama atau penyakit serta tumbuhnya gulma liar.

Adanya gangguan pada tanaman padi akan mengancam fase pertumbuhan tanaman padi, sehingga petani harus segera memusnahkannya.

Namun, sebelum mengatasi infeksi gangguan pada tanaman padi, petani perlu untuk mengenal beberapa macam gangguan yang terjadi pada tanaman padi.

Berikut merupakan berbagai gangguan pada tanaman padi, yang harus petani ketahui, agar bisa mengambil tindakan pemusnahan dengan tepat.

Hama Tanaman Padi

Hama tanaman padi merupakan salah satu faktor utama yang dapat membuat tanaman mengalami penurunan panen dengan signifikan.

Untuk memahami hama secara efektif, jenis hama, siklus hidup, kerusakan ke tanaman, dan pendekatan pengendalian yang tepat perlu petani ketahui.

Penjelasan yang lebih jelas mengenai beberapa hama pada tanaman padi yang harus petani pahami, seperti bawah ini :

Wereng Coklat (Nilaparvata Lugens)

Hama ini dapat menghisap cairan dari batang padi, yang akan menyebabkan gejala hopperburn atau daun menguning serta tanaman mengering.

Dampak serangannya adalah, akan mengakibatkan tanaman padi mengalami kegagalan panen, apabila populasinya tinggi.

Dalam mengatasi hama wereng coklat pada tanaman padi, petani dapat memakai varietas padi yang tahan hama, menggunakan musuh alami hama ini.

Serta, petani juga dapat mengaplikasikan insektisida dengan memperhatikan dosis serta cara aplikasi yang tepat.

Walang Sangit (Leptocorisa Acuta)

Hama walang sangit mampu untuk menghisap cairan gabah pada saat memasuki masa pengisian, yang akan menimbulkan gabah menjadi kosong.

Efek dari infeksi hama walang sangit pada tanaman padi adalah akan mengurangi kualitas serta jumlah hasil panen.

Untuk mengendalikan hama walang sangit yang menyerang tanaman padi, petani bisa memakai perangkap hama, selalu menjaga kebersihan lahan tanam.

Dan petani juga bisa mengaplikasikan insektisida dengan memperhatikan dosis dan cara aplikasi yang sesuai.

Tikus Sawah (Rattus Argentiventer)

Biasanya hama tikus sawah dapat merusak tanaman padi dengan cara memakan batang berumur muda, malai, serta biji tanaman padi.

Dampaknya adalah, petani akan mengalami kerugian secara signifikan terutama pada masa awal pertumbuhan tanaman padi dan menjelang panen.

Untuk mengendalikan hama tikus sawah, petani dapat memanfaatkan perangkap, menggunakan predator alami dan merotasi tanaman secara rutin.

Penyakit Tanaman Padi

Penyakit tanaman padi adalah gangguan yang terjadi akibat patogen seperti jamur, bakteri, atau virus yang bisa berdampak terhadap produktivitas maupun kualitas panen.

Untuk lebih mengenal tentang penyakit pada tanaman padi, petani dapat membaca ulasan seperti pada bawah ini :

Blast

Penyebab dari penyakit blast yang menyerang ke tanaman padi adalah jamur dari genus Magnaporthe oryzae.

Ciri khas awal dari infeksi penyakit ini adalah adanya lesi pada bagian daun, batang, leher malai (menyebabkan “leher tanaman padi patah”).

Cuaca sekitar lahan budidaya yang terlalu lembab, kabut pagi, serta suhu sekitar 20 – 28°C, dapat memicu perkembangan penyakit blast.

Dalam membasmi infeksi penyakit blast pada tanaman padi, petani dapat memakai varietas tanaman padi yang tahan penyakit, mencegah pemupukan nitrogen yang berlebihan.

Serta petani juga dapat memanfaatkan fungisida, dengan selalu memperhatikan dosis dan cara penggunaan yang sesuai.

Busuk Leher

Penyebab penyakit busuk leher pada tanaman padi umumnya adalah jamur dari genus Sarocladium oryzae.

Tanaman padi yang gabahnya tidak terisi dan leher malai mengalami pembusukan merupakan gejala utama dari serangan penyakit ini.

Untuk menumpas penyakit busuk leher pada tanaman padi, petani dapat memakai varietas padi yang resisten penyakit, melakukan perawatan drainase pada lahan tanam.

Petani juga dapat mengaplikasikan beberapa produk fungisida, dengan memperhatikan dosis serta cara aplikasinya.

Gulma Pada Tanaman Padi

Gulma liar biasanya dapat tumbuh bersama dengan tanaman padi dan berkompetisi dalam memperoleh asupan cahaya, air, dan nutrisi.

Walaupun bukan termasuk jenis patogen atau hama, gulma dapat menurunkan hasil panen, jika tidak petani basmi, terutama pada fase awal pertumbuhan padi.

Dalam sistem produksi padi (baik sawah irigasi maupun gogo), gulma adalah salah satu faktor pembatas utama.

Gulma bisa diklasifikasikan menurut dengan morfologi serta siklus hidupnya, seperti pada bawah ini :

Gulma Berdaun Sempit

Terdapat beberapa macam gulma berdaun sempit, yang bisa tumbuh dengan liar pada sekitar tanaman padi, seperti berikut ini :

  • Echinochloa Crus-Galli
  • Leptochloa Chinensis
  • Ischaemum Rugosum

Ciri khas dari gulma berdaun sempit adalah, daunnya hampir mirip dengan tanaman padi, batangnya agak ramping dan sangat kompetitif

Umumnya, gulma ini dapat tumbuh pada sekitar sawah, terutama pada sistem tanam langsung atau tanpa olah tanah

Gulma Berdaun Lebar

Ada berbagai jenis gulma berdaun lebar, yang mampu tumbuh pada sekitar lahan tanaman padi dan menghambat pertumbuhannya, seperti bawah ini :

  • Eclipta Alba
  • Ludwigia spp.
  • Commelina Diffusa

Ciri khas dari gulma berdaun lebar adalah mempunyai ukuran daun yang cenderung lumayan lebar serta pertumbuhan cukup cepat.

Biasanya, gulma berdaun lebar dapat tumbuh pada sekitar pematang sawah atau saat kondisi tanah yang mengering.

Untuk mengendalikan tumbuhnya gulma liar, petani dapat melakukan beberapa cara, seperti berikut ini :

  • Menanam tanaman padi secara serempak
  • Mengolah lahan budidaya dengan baik
  • Memangkasnya secara manual
  • Aplikasi herbisida pra tumbuh dan pasca tumbuh

Baca Juga : Jual Obat Gulma Padi Paling Ampuh Favorit Para Petani