Merk Benih Selada Yang Bagus Dapat Tahan Penyakit
Buka Daftar Isi :
Selama budidaya tanaman selada, petani perlu menerapkan cara budidaya yang benar, agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan dengan sehat.
Akan tetapi, selain melaksanakan teknik budidaya selada yang benar, petani juga bisa memanfaatkan beberapa merk benih selada yang bagus.
Merk benih selada yang bagus biasanya resisten terhadap infeksi penyakit, sehingga tanaman dapat tumbuh maksimal serta dapat menghasilkan panen berproduksi melimpah.
Untuk itu, waktu budidaya selada, petani membutuhkan beberapa merk benih selada yang bagus, supaya pertumbuhannya lancar dan memproduksi panen tinggi.
Pada bawah ini merupakan berbagai merk benih selada yang bagus dan bisa tahan infeksi penyakit serta bisa memproduksi panen tinggi.
New Grand Rapid

Tidak hanya terbukti mempunyai kualitas yang bagus, benih selada New Grand Rapid juga terkenal resisten penyakit busuk hitam dan busuk lunak.
Dalam satu tanaman selada dari benih New Grand Rapid, peluang hasil panennya adalah sekitar 300 sampai 500 gram.
Petani dapat membeli benih selada New Grand Rapid dengan harga murah dalam Toko Belanja Tani, yang ada pada kemasan 10 gram.
Red Rapid
Merk benih selada yang bagus kedua adalah Red Rapid, salah satu produk bibit yang diproduksi oleh PT Known You Seed.
Selain terkenal memiliki kualitas yang bagus, benih selada Red Rapid juga terbukti tahan penyakit layu busuk hitam serta busuk lunak.
Peluang hasil panen tanaman selada dari benih Red Rapid adalah sekitar 400 hingga 600 gram, untuk setiap satu tanaman selada.
Benih selada Red Rapid yang berharga terjangkau bisa petani dapatkan pada Toko Belanja Tani, yang tersedia dalam kemasan 10 gram.
Baca Juga : Jual Bibit Selada Merah Red Rapid Cocok Untuk Dataran Tinggi
Cara Budidaya Selada Dengan Tepat Agar Pertumbuhannya Sehat
Selain memanfaatkan merk benih selada yang bagus, petani juga perlu menerapkan cara budidaya, waktu budidaya tanaman selada.
Dengan menjalankan cara budidaya selada yang tepat, pertumbuhan tanaman akan terjamin berjalan dengan lebih maksimal dan bisa memproduksi panen melimpah.
Oleh sebab itu, selama budidaya selada petani harus memilih untuk menggunakan merk benih selada yang bagus dan menerapkan cara budidaya dengan tepat.
Berikut adalah beberapa cara budidaya selada dengan tepat, supaya tanaman tumbuh maksimal dan bisa memproduksi panen melimpah.
Persiapan Benih
Pilih bibit tanaman selada dengan daya perkecambahan tinggi serta resisten terhadap infeksi penyakit berbahaya.
Sebelum menyemai, bibit selada harus petani rendam ke dalam air hangat untuk meningkatkan daya perkecambahan.
Persiapan Media Tanam
Tanaman selada dapat petani budidayakan pada tanah, pot, ataupun menggunakan sistem hidroponik. Berikut teknik budidayanya :
Budidaya pada Tanah
Pilih tanah yang kondisinya gembur, subur, dan memiliki drainase baik. Tanah liat berpasir atau tanah humus cocok untuk tanaman selada.
Tanaman selada dapat tumbuh dengan baik pada tingkat pH tanah sekitar 6 sampai 7.
Selalu cek pH tanah dan menyesuaikan dengan dolomit atau kapur jika memang perlu untuk menyesuaikan pH.
Bersihkan tanah pada lahan budidaya tanaman selada dari pertumbuhan rumput liar atau gulma, sisa tanaman budidaya sebelumnya dan kotoran.
Gemburkan tanah dengan cangkul atau mesin bajak supaya udara dapat masuk ke dalam tanah dan akar selada tumbuh maksimal.
Hidroponik
Jika memanfaatkan sistem hidroponik, seperti sistem NFT (Nutrient Film Technique) atau DWC (Deep Water Culture), gunakan media tanam seperti rockwool, cocopeat, atau perlite.
Siapkan larutan nutrisi yang sesuai dan pastikan pH larutan berkisar antara 5.5 – 6.5, untuk memastikan tanaman selada tumbuh maksimal.
Penanaman
Untuk menanam selada pada tanah, jarak tanam yang ideal adalah sekitar 20 – 30 cm antar tanaman, tergantung jenis selada dan sistem budidaya.
Jika menggunakan benih, semai benih selada ke tray atau pot kecil terlebih dahulu, dan tanam bibit setelah tanaman memiliki 2 – 3 daun sejati.
Perawatan Tanaman
Tanaman selada membutuhkan kelembaban yang cukup, sehingga lakukan pengairan secara teratur, terutama pada awal pertumbuhan.
Untuk budidaya tanaman selada sistem hidroponik, selalu periksa dan pastikan pH dan EC (electrical conductivity) larutan nutrisi sesuai.
Budidaya tanaman selada dengan sistem hidroponik memerlukan penggantian larutan secara rutin dan berkala.
Selada memerlukan area tanam yang bebas dari gulma. Sehingga, jika terdapat pertumbuhan gulma pada sekitar tanaman selada harus segera petani basmi.
Pemupukan Susulan
Tanaman selada membutuhkan asupan nutrisi seimbang, terutama nitrogen, fosfor, kalium dan beberapa nutrisi yang lain.
Gunakan pupuk organik atau pupuk larutan hidroponik yang mengandung semua unsur yang tanaman selada perlukan.
Pemberian pupuk susulan dapat petani sesuaikan dengan tahap pertumbuhan tanaman selada yang sedang berjalan.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Selalu awasi tanaman selada dari infeksi hama dan penyakit berbahaya. Contoh hama seperti ulat grayak, kutu daun serta penyakit embun bulu dan lainnya.
Untuk mengendalikan hama atau penyakit yang menyerang tanaman selada, petani bisa memakai beberapa produk pestisida, dengan mengawasi dosisnya.
Pemanenan
Tanaman selada biasanya siap panen dalam waktu 30 – 45 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhannya.
Cara pemanenannya adalah, petani dapat memakai peralatan pertanian tajam, untuk memotong batang selada secara hati – hati.
Untuk selada daun, petani bisa memetik daun luar yang lebih tua dan membiarkan bagian dalam terus tumbuh.
Pasca Panen
Setelah panen, sayuran selada harus segera petani dinginkan agar kesegarannya tetap terjaga dengan baik.
Petani dapat menyimpan sayuran selada dalam suhu rendah supaya kesegarannya menjadi lebih lama.
Baca Juga : Jual Bibit Selada Terbaik New Grand Rapid Berharga Terjangkau



Leave A Comment