Jenis Fungisida Yang Bisa Petani Manfaatkan Selama Budidaya
Buka Daftar Isi :
Fungisida termasuk golongan pestisida, yang biasanya petani manfaatkan untuk mengatasi adanya infeksi penyakit tanaman akibat jamur.
Perlu untuk petani ketahui, terdapat beberapa jenis fungisida, yang dapat petani gunakan dalam memberikan perlindungan ke tanaman budidaya dari serangan penyakit berbahaya.
Jenis fungisida umumnya dapat terbagi berdasarkan dengan sistem kerja, cara aplikasi, bahan aktifnya serta tujuan penggunaan.
Sehingga, petani harus mengenal beberapa jenis fungisida untuk mengatasi adanya penyakit berbahaya yang menginfeksi tanaman budidaya.
Pada bawah ini merupakan jenis fungisida yang dapat petani manfaatkan, untuk menjaga tanaman budidaya dari infeksi penyakit.
Berdasarkan Cara Kerja
Menurut dengan cara kerjanya, jenis fungisida dapat terbagi menjadi dua golongan yang berbeda – beda, seperti berikut ini :
Fungisida Sistemik
Fungisida jenis ini dapat terserap oleh tanaman dan tersebar ke seluruh bagian tanaman, termasuk bagian daun, batang, dan akar.
Ketika jamur menginfeksi ke tanaman budidaya, fungisida sistemik dapat menyebabkan kematian terhadap jamur tersebut.
Aplikasi fungisida lebih efektif untuk memberikan perlindungan ke tanaman dari infeksi yang sudah ada.
Serta, dapat juga bermanfaat untuk pencegahan infeksi penyakit berbahaya ke tanaman, karena penyebarannya yang lebih merata.
Fungisida Kontak
Umumnya, fungisida kontak bekerja hanya pada beberapa bagian tanaman yang terpapar secara langsung oleh fungisida.
Jamur yang ada pada permukaan tanaman akan mengalami kematian, tetapi fungisida jenis ini tidak terserap ke bagian dalam tanaman.
Golongan fungisida kontak lebih manjur petani manfaatkan untuk pencegahan infeksi yang terjadi pada bagian luar tanaman.
Fungisida ini perlu petani aplikasikan secara berulang karena cenderung terdegradasi atau hilang secara cepat akibat hujan atau cuaca.
Berdasarkan Cara Aplikasi
Menurut dengan cara aplikasinya, ada dua jenis fungisida yang sering petani manfaatkan untuk mengatasi penyakit yang menyerang tanaman, contohnya pada bawah ini :
Aplikasi ke Tanah
Fungisida ini bisa petani aplikasikan langsung ke tanah dan tanaman akan bisa menyerapnya melalui bagian akar.
Seringkali, petani menggunakan jenis fungisida untuk mengatasi infeksi penyakit akibat patogen tanah, seperti Phytophthora atau Pythium.
Penyemprotan Daun
Fungisida jenis ini bisa petani manfaatkan secara langsung pada daun atau bagian tanaman yang terkena infeksi penyakit berbahaya.
Penyemprotan bisa petani manfaatkan untuk mengendalikan penyakit jamur yang menyerang bagian tanaman yang tampak.
Jenis fungisida ini umumnya petani manfaatkan pada tanaman yang rentan terhadap penyakit seperti powdery mildew (serbuk tepung) atau downy mildew (jamur berbulu).
Perlakuan Benih
Jenis ini seringkali petani manfaatkan untuk merawat benih tanaman sebelum menanamnya pada lahan tanam.
Fungisida ini bermanfaat untuk mencegah infeksi jamur yang dapat menyerang benih atau bibit pada awal pertumbuhannya, seperti infeksi Fusarium atau Rhizoctonia.
Berdasarkan Bahan Aktif
Menurut bahan aktifnya, terdapat beberapa jenis fungisida yang dapat petani manfaatkan, seperti berikut ini :
Fungisida Berbasis Tembaga
Tembaga adalah suatu bahan aktif yang berfungsi dalam fungisida yang dapat membunuh berbagai jenis jamur dan bakteri.
Fungisida berbasis tembaga sering petani manfaatkan pada tanaman seperti tomat, anggur, dan sayuran lainnya.
Jenis fungisida ini bekerja dengan cara merusak dinding sel jamur dan menghambat enzim yang jamur butuhkan untuk pertumbuhannya.
Fungisida Berbasis Sulfur
Sulfur merupakan suatu fungisida alami yang digunakan untuk mengendalikan berbagai penyakit jamur, terutama yang menyerang daun tanaman.
Fungisida berbasis sulfur bekerja dengan mengganggu respirasi sel jamur. Sulfur dapat bermanfaat baik menjadi fungisida preventif maupun kuratif.
Fungisida Berbasis Karbamat
Jenis ini dapat bekerja dengan cara mengganggu sintesis kolesterol dalam sel jamur, yang mengganggu pembentukan membran sel jamur dan akhirnya membunuhnya.
Bahan aktif fungisida karbamat banyak petani pakai untuk mengendalikan penyakit akibat jamur daun, seperti powdery mildew dan leaf spot.
Fungisida Berbasis Dithiocarbamate
Dithiocarbamates termasuk dalam bahan aktif yang menghambat metabolisme jamur dan berguna untuk mengendalikan berbagai jenis jamur, terutama pada tanaman hortikultura.
Jenis ini memiliki spektrum pengendalian yang lebih luas dan sering berguna untuk beberapa jenis tanaman buah dan sayuran.
Fungisida Berbasis Strobilurin
Fungisida ini akan bekerja dengan menghambat energi dalam sel jamur, yang dapat mengganggu proses pernapasan sel jamur.
Strobilurin terkenal karena memiliki daya tahan terhadap resistensi yang lebih baik daripada jenis fungisida lainnya dan memiliki spektrum kontrol yang luas.
Berdasarkan Tujuan Penggunaan
Berdasarkan dengan tujuan penggunaan, fungisida dapat terpisah menjadi beberapa jenis, seperti pada bawah ini :
Fungisida Preventif
Fungisida ini petani aplikasikan sebelum tanaman terinfeksi oleh jamur, untuk mencegah munculnya penyakit.
Golongan fungisida preventif sangat efektif petani manfaatkan pada awal musim tanam atau saat kondisi yang mendukung perkembangan jamur, seperti kelembaban tinggi atau hujan.
Fungisida Kuratif
Jenis ini sering petani manfaatkan setelah infeksi jamur terjadi. Fungisida kuratif bekerja dengan cara menghentikan perkembangan jamur yang telah menginfeksi tanaman.
Fungisida jenis ini umumnya lebih efektif jika petani aplikasikan pada tahap awal infeksi, sebelum kerusakan parah terjadi.
Baca Juga : Jual Harga Fungisida Score 250ml Murah Dapat Melindungi Tanaman


Leave A Comment