Golongan Fungisida Untuk Melindungi Tanaman Dari Penyakit

nordox, nordox fungisida, nordox 56 wp, bahan aktif nordox, manfaat fungisida nordox

Jual Fungisida Nordox Kualitas Unggulan Harga Terjangkau | Belanja Tani

Ketika melakukan kegiatan budidaya tanaman, umumnya petani memakai pestisida untuk memberantas serangan dari beraneka jenis OPT atau Organisme Pengganggu Tanaman.

Jenis pestisida umumnya dapat terpisah menjadi berbagai golongan menyesuaikan dengan fungsinya dan jenis organisme pengganggu yang menyerang pada tanaman budidaya.

Berbagai jenis pestisida tersebut, contohnya adalah akarisida, herbisida, insektisida, bakterisida, rodentisida, fungisida, serta moluskisida.

Jenis pestisida tersebut terpisah menurut dengan opt yang menyerang, contohnya insektisida adalah pestisida untuk mengatasi serangan hama serangga.

Sedangkan untuk akarisida adalah salah satu pestisida yang biasanya petani gunakan untuk mengatasi serangan hama yang berjenis kutu – kutuan.

Untuk fungisida, petani umumnya memakainya untuk memberantas serangan jamur atau patogen ketika petani menjalankan kegiatan budidaya tanaman.

Dalam kegiatan budidaya, petani memakai fungisida untuk membasmi serangan jamur pada benih, bibit, batang, akar, daun, dan buah dari tanaman budidaya.

Penggunaannya adalah petani bisa menyemprot secara langsung pada tanaman budidaya, mengocor akar, menginjeksi batang dan secara pengasapan atau fumigan.

Tidak hanya itu, petani umumnya juga bisa merendam benih tanaman pada fungisida sebelum petani melakukan kegiatan budidaya tanaman.

Pemisahan fungisida, bisa kita bagi menjadi beraneka jenis berbeda yang terbukti efektif untuk memberantas penyakit yang menyerang tanaman budidaya.

Berikut merupakan berbagai pembagian fungisida berdasarkan golongan serta jenis yang berbeda untuk melindungi tanaman agar terhindar dari serangan penyakit.

Golongan Fungisida Berdasarkan Dengan Bahannya

Berdasarkan dengan bahan dasarnya ada dua golongan fungisida berbeda, yakni sintetis atau kimia dan juga alami atau organik.

Untuk fungisida sintetis atau kimia adalah suatu fungisida yang bahan dasarnya terbuat dari senyawa kimia sintetis.

Fungisida dengan golongan ini memiliki efek negatif dan berbahaya bagi manusia, hewan, lingkungan terlebih lagi jika petani memakainya dengan jangka panjang.

Sementara itu untuk fungisida alami atau organik, adalah golongan fungisida yang bahan dasarnya dari senyawa alami yang bisa petani dapatkan dari alam.

Fungisida golongan ini aman untuk petani pakai pada tanaman budidaya, sebab tidak memiliki kandungan bahan kimia yang cukup berbahaya.

Beberapa contoh senyawa alami yang bisa menjadi bahan fungisida, adalah minyak cengkeh, minyak teh, kulit randu serta masih banyak lainnya.

Golongan Fungisida Berdasarkan Dengan Bentuknya

Berdasarkan dengan bentuknya, fungisida bisa terpisah menjadi empat golongan berbeda contohnya seperti pada bawah ini :

  • Fungisida Yang Mempunyai Bentuk Butiran
  • Fungisida Dengan Bentuk Tepung
  • Fungisida Yang Mempunyai Bentuk Gas
  • Fungisida Dengan Bentuk Cair

Golongan Fungisida Berdasarkan Dengan Sifatnya

Berdasarkan dengan sifatnya, fungisida dapat terpisah menjadi 2 golongan berbeda, yakni fungisida selektif serta golongan fungisida non selektif.

Untuk fungisida yang bersifat selektif merupakan fungisida yang hanya bisa memberantas berbagai jenis jamur namun tidak bisa menghambat jenis jamur yang lain.

Golongan ini bersifat toksik terhadap target jamurnya, serta yang termasuk dalam golongan ini yaitu fungisida berbahan sulfur, dan tembaga.

Sedangkan untuk golongan fungisida non selektif, biasanya mampu membasmi seluruh jenis jamur, baik jamur yang merugikan atau menguntungkan.

Fungisida dengan golongan non selektif cenderung memiliki target organisme yang luas, sebab tidak dapat beracun pada beraneka jenis jamur tertentu.

Untuk fungisida yang termasuk dalam golongan ini merupakan fungisida yang mempunyai kandungan bahan aktif organofosfat, hidrokarbon aromatik serta oxacillin.

Golongan Fungisida Berdasarkan Dengan Cara Kerjanya

Berdasarkan dengan cara kerjanya, fungisida dapat terpisah menjadi empat, yakni fungisida kontak, sistemik, translaminar, kontak dan sistemik.

Fungisida kontak adalah suatu golongan fungisida yang bisa berdampak hanya terhadap bagian tanaman yang terkena semprotan atau terkontak secara langsung.

Golongan ini tidak mampu untuk menembus jaringan suatu tanaman, dan tidak dapat menyebar pada dalam jaringan dari tanaman budidaya tersebut.

Untuk fungisida sistemik, adalah fungisida yang apabila petani semprotkan pada tanaman akan gampang menyerap dan menyebar pada seluruh bagian tanaman.

Fungisida sistemik mampu untuk terserap dalam elemen tanaman, serta dapat menyebarkan pada semua bagian, lewat pembuluh angkut atau melalui jalur simplas.

Biasanya, fungisida dengan golongan ini bisa menyebar pada bagian atas tanaman, yakni pada bagian akar yang akan menuju daun.

Tetapi, ada berbagai golongan fungisida sistemik yang bisa menyebar ke bagian bawah, yaitu dari daun menuju pada bagian akar.

Untuk fungisida translaminar, adalah golongan fungisida yang mampu untuk menembus jaringan tanaman tetapi tidak dapat menyebar pada bagian dalam jaringan tanaman.

Fungisida golongan ini bisa bergerak dari bagian tanaman yang petani semprotkan, lalu menuju bagian tanaman yang tidak tersemprot.

Contohnya yaitu pada daun tanaman yang tersemprot fungisida, bisa mengalir ke bawah pada area sekitar batang tanaman.

Terakhir, merupakan fungisida dengan golongan kontak serta sistemik, yang mampu bekerja dengan dua cara yaiut dengan cara kontak dan sistemik.

Golongan Fungisida Berdasarkan Dengan Fungsinya

Berdasarkan dengan fungsinya, fungisida dapat terpisah menjadi tiga kelompok berbeda, yaitu fungisidal, fungistatik serta genestatik.

Untuk fungisida golongan fungisidal, merupakan fungisida yang berguna untuk membasmi jamur dan mengganggu perkembangan jamur tersebut.

Golongan fungisida fungistatik, adalah fungisida yang hanya bisa bermanfaat untuk mengganggu pertumbuhan jamur yang menyerang pada tanaman budidaya.

Sedangkan yang terakhir, merupakan golongan genestatik yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya sporulasi atau proses terbentuknya spora pada tanaman budidaya.

Baca Juga : Fungisida Bercak Daun Tomat Cegah Tanaman Mati