Pengendalian Serangan Organisme Pengganggu Tanaman Pertanian
Buka Daftar Isi :

Cara pengendalian serangan dari organisme pengganggu tanaman bertujuan untuk meminimalisir dan juga mencegah kerusakan pada tanaman pertanian.
Kemudian ada beberapa cara yang bisa petani lakukan untuk mengendalikan serangan dari organisme pengganggu tanaman. Beberapa cara pengendalian organisme pengganggu tanaman adalah sebagai berikut :
Pengendalian OPT Dengan Cara Alami
Selanjutnya cara pengendalian organisme pengganggu tanaman dengan cara alami bisa menggunakan beberapa bahan – bahan alami. Pengendalian dengan cara alami ini ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran. Salah satunya adalah dengan mengggunakan pestisida nabati.
Pestisida nabati dapat berguna untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri dan jamur. Penggunaan pestisida nabati juga dapat merusak saraf dan juga sistem hormone pada tubuh serangga.
Berikut ini adalah beberapa jenis tanaman yang dapat menjadi bahan pembuatan pestisida nabati :
– Brotowali
– Gadung
– Jahe
– Kunyit
– Kluwek
– Laos
– Surian
– Sirsak
– Selasih
– Sembung
Pengendalian OPT Dengan Cara Kimiawi
Selanjutnya selain dengan cara alami pengendalian opt juga bisa dengan cara kimiawi. Cara pengendalian secara kimiawi bisa dengan menyemprotkan pestisida anorganik pada tanaman pertanian. Pestisida anorganik atau kimia terbuat dari bahan senyawa kimia sintetis.
Kemudian penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat membuat opt menjadi resisten dan juga mencemari lingkungan. Jenis pestisida kimia yang sering petani gunakan adalah herbisida, insektisida, rodentisida, moluskisida, akarisida, nematisida, fungisida.
Pestisida
Pestisida adalah bahan yang berguna untuk mematikan organisme pengganggu tanaman pertanian. Bentuk dari pestisida berupa cairan yang biasanya petani berikan dengan cara menyemprotkan pada tanaman pertanian yang terserang hama menggunakan sprayer.
Namun ada juga pestisida yang berbentuk padat dan aerosol. Penggunaan racun hama, obat jamur dan racun rumput merupakan kebutuhan petani dalam melakukan usaha budidaya tanaman sayur, buah, bunga dan tanaman pangan.
Menurut bahan pembuatannya pestisida terbagi menjadi dua yaitu pestisida organik dan pestisida anorganik. Jenis pestisida organik terbuat dari beberapa jenis bahan alami yang ramah lingkungan, sedangkan pestisida anorganik terbuat dari bahan aktif kimia sintetis.
Jika penggunaan pestisida anorganik berlebihan dapat berdampak pada pencemaran lingkungan dan membuat hama menjadi resisten.
Jenis – jenis Pestisida
Selain terbagi dari bahan pembuatannya pestisida juga terbagi menurut organisme yang menjadi sasarannya. Sasaran dari penggunaan pestisida ini bisa dari serangga, jamur, bakteri, nematoda, tungau, tikus, moluska dll. Berikut ini beberapa jenis pestisida berdasarkan sasaran organismenya :
Akarisida
Akarisida merupakan salah satu jenis pestisida yang berfungsi untuk mematikan kutu atau tungau dan caplak yang sering menyerang tanaman pertanian.
Bakterisida
Bakterisida adalah jenis pestisida yang memiliki fungsi khusus untuk membasmi bakteri. Bakteri merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman pertanian. Tanaman yang terserang penyakit akan rusak dan bisa menyebabkan kematian pada tanaman pertanian.
Fungisida
Selain bakteri terdapat cendawan atau jamur yang sering menyerang tanaman pertanian. Serangan jamur ini juga dapat menimbulkan penyakit pada tanaman pertanian. Untuk mengendalikan serangan cendawan petani bisa menggunakan fungisida.
Herbisida
Gulma yang tumbuh pada sekitar tanaman pertanian dapat menyebabkan kerugian pada tanaman pertanian karena menyerap nutrisi yang seharusnya terserap oleh tanaman pertanian. Cara pembasmiannya dengan cara memberikan herbisida.
Nematisida
Pestisida dari jenis nematisida memiliki fungsi khusus untuk membasmi nematoda yang sering merugikan tanaman pertanian seperti cacing liang.
Moluskisida
Moluskisida adalah jenis pestisida yang memiliki fungsi untuk membasmi dan mengendalikan serangan moluska seperti siput dan keong yang sering menyerang tanaman pertanian terutama pada tanaman padi.
Rodentisida
Selanjutnya rodentsida merupakan salah satu jenis pestisida yang memiliki fungsi khusus untuk mematikan hama pengerat. Hama pengerat yang sering menyerang tanaman pertanian adalah tikus. Tikus menyerang tanaman pertanian pada saat malam hari.
Insektisida
Insektisida merupakan salah satu jenis pestisida yang berfungsi khusus untuk membasmi dan mengendalikan serangan hama serangga. Serangga merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang sering merusak tanaman pertanian.

Leave A Comment