Efek Racun Rumput Pada Tanah Yang Dapat Membahayakan Lingkungan Sekitar

Seperti yang kita ketahui, dalam mengatasi serangan gulma atau rumput liar pada tanaman, petani biasanya memakai herbisida atau racun rumput.

Ini karena herbisida atau racun rumput mengandung senyawa kimia yang dapat berguna untuk menghalangi pertumbuhan dari gulma atau rumput liar.

Penggunaan racun rumput ini  biasanya petani gunakan saat gulma sudah tumbuh subur pada lahan tanam, serta jumlah tenaga yang terbatas.

Tidak heran dalam mengatasi serangan hama gulma atau rumput liar pada tanaman budidaya, petani umumnya menggunakan herbisida atau racun rumput.

Tetapi dalam penggunaan herbisida atau racun rumput untuk mengatasi serangan gulma menjadi pilihan terakhir bagi petani pada kegiatan budidaya tanaman.

Hal ini karena penggunaan herbisida atau racun rumput dengan sembarangan dapat berdampak buruk pada tanaman budidaya, tanah dan juga lingkungan.

Berikut ini adalah berbagai efek buruk yang terjadi dalam pemakaian racun rumput atau herbisida pada tanah bila penggunaannya terlalu berlebihan.

Tanah Menjadi Miskin Nutrisi

Residu dari herbisida yang ketinggalan pada tanah, atau terserap ke dalam tanah mempunyai sifat antagonis pada unsur hara.

Sehingga nutrisi yang terdapat pada dalam tanah perlahan akan hilang, sehingga tanah pada lahan tanam akan miskin nutrisi.

Mikroorganisme Dalam Tanah Hilang

Aktivitas dari mikroorganisme pada tanah, merupakan suatu bagian penting untuk menambahkan unsur organik untuk menunjang kesehatan tanaman.

Dalam berbagai kasus, penggunaan herbisida yang berlebihan akan menyebabkan mikroorganisme pada dalam tanah lemah, hingga mati.

Tanah Akan Menjadi Steril

Selain berdampak pada tanah yang kekurangan unsur hara, tanah yang tidak mendapat unsur hara serta material organik akan menjadi steril.

Kondisi tersebut terjadi karena pemakaian dari herbisida atau rumput liar yang petani lakukan secara berlebihan serta terus menerus.

Dapat Menghilangkan Kapasitas Penyangga Tanah

Terjadinya penumpukan ion asam serta basa yang terlalu berlebihan karena residu dari herbisida, akan menghilangkan kapasitas dari penyangga tanah.

Hal tersebut akan berdampak pada tanah yang menjadi sangat asam ataupun akan menjadi sangat basa.

Itu tadi adalah berbagai efek buruk dari penggunaan racun rumput atau herbisida yang penggunaannya terlalu berlebihan dan juga terus – menerus.

Untuk itu, penggunaan herbisida atau racun rumput biasanya menjadi opsi terkahikr petani, untuk mengatasi serangan hama gulma atau rumput liar.

Baca Juga : Jual Herbisida Roundup Racun Rumput Berkualitas Produk Nufarm Indonesia

Jenis Jenis Herbisida Yang Efektif Untuk Melindungi Tanaman Budidaya Dari Gulma

topshot herbisida, cara pemakaian herbisida topshot, cara aplikasi topshot, herbisida terbaik untuk padi, harga herbisida

Jual Harga Herbisida Topshot Murah Kualitas Yang Terbaik | Belanja Tani

Dalam mengatasi serangan gulma yang umumnya tumbuh liar pada lahan tanam, petani biasanya melakukan penyiangan atau melakukan pencabutan langsung gulma.

Tetapi dalam mengatasi serangan gulma dengan cara tersebut, tidak terlalu efektif untuk mematikan serangan gulma pada lahan tanam tanaman budidaya.

Maka dari itu biasanya petani menggunakan herbisida atau racun rumput untuk mengatasi serangan gulma pada sekitar lahan dari tanaman budidaya.

Herbisida terkenal efektif untuk mengatasi serangan tanaman pengganggu atau gulma, contohnya seperti alang – alang, rumput, semak liar dan banyak lainnya.

Pada saat ini, herbisida sudah terbagi menjadi beberapa jenis – jenis yang berbeda, yang sudah terpisah sesuai dengan penggunaannya pada tanaman.

Contohnya seperti pembagian herbisida berdasarkan pertumbuhan dari gulma, tipe translokasi dari tanaman budidaya, dan juga berdasarkan dengan selektifitasnya pada tanaman.

Berikut ini adalah jenis dari herbisida, yang berdasarkan dengan pertumbuhan dari gulma pada lahan sekitar tanaman budidaya.

Herbisida Jenis Pratumbuh

Herbisida jenis ini biasanya petani berikan pada tanah dari lahan tanaman budidaya, sebelum tumbuhnya gulma.

Segala jenis herbisida pra tumbuh merupakan soil acting herbicide atau herbisida yang petani gunakan pada tanah serta mempunyai sifat sistemik.

Berbagai merek herbisida dengan jenis pratumbuh, contohnya adalah Bromacil, Oksadiazon, Diuron, Ametrin, Butaklor, Oksifluorfen serta masih banyak lagi yang lainnya.

Herbisida Jenis Pasca Tumbuh

Herbisida dengan jenis ini biasanya petani gunakan, pada saat gulma sudah tumbuh pada sekitar lahan tanam dari tanaman budidaya.

Jenis pasca tumbuh adalah foliage applied herbicide atau yang petani aplikasikan pada gulma, serta memiliki sifat sistemik maupun nonsistemik.

Beberapa merek dari herbisida yang berjenis pasca tumbuh, contohnya adalah Glifosat, Topshot, Glufusinat, Paraquat dan banyak lagi yang lainnya.

Menurut tipe translokasi pada tanaman budidaya, herbisida terbagi menjadi beberapa jenis seperti berikut ini.

Herbisida Jenis Kontak

Herbisida dengan jenis kontak dapat mengatasi serangan gulma dengan cara membunuh bagian dari gulma yang mendapat herbisida langsung.

Sifat dari herbisida jenis ini tidak dapat teralirkan langsung pada bagian dalam dari tubuh gulma atau rumput liar.

Beraneka merek dari herbisida yang berjenis kontak serta bersifat selektif adalah Propanil, Oksadiazon, Oksifluorfen serta banyak lainnya.

Sementara untuk merek herbisida dengan jenis kontak yang bersifat non selektif seperti Glufosinat, Paraquat dan banyak lagi lainnya.

Herbisida Jenis Sistemik

Herbisida yang berjenis sistemik dapat mengatasi serangan gulma, yang bekerja dengan cara menyebarkan racun pada semua bagian dari gulma.

Jenis herbisida ini dapat petani berikan pada gulma, melalui bagian dari gulma atau dapat juga petani berikan langsung pada tanah.

Merek dari herbisida dengan jenis kontak, yang dapat petani berikan pada bagian gulma adalah Ester, Sulfosat, Glifosat dan yang lainnya.

Sedangkan untuk merek herbisida kontak, yang bisa petani berikan pada tanah langsung adalah Diuron, Atrazin, Metribuzin serta lainnya.

Menurut selektifitasnya pada tanaman budidaya, herbisida terbagi menjadi beberapa jenis contohnya seperti berikut ini.

Herbisida Jenis Selektif

Herbisida dengan jenis selektif mempunyai sifat racun, yang dapat petani gunakan hanya pada beberapa gulma tertentu.

Contoh dari merek herbisida dengan jenis selektif adalah Klomazon, Karfentrazon, Diuron, Ametrin, Oksifluorfen serta banyak lagi yang lainnya.

Herbisida Jenis Nonselektif

Herbisida dengan jenis nonselektif merupakan herbisida yang dapat membunuh semua jenis dari tanaman, termasuk tanaman yang sedang petani budidayakan.

Merek dari herbisida yang berjenis nonselektif adalah Paraquat, Glifosat dan masih ada lagi beberapa merek yang lainnya.

Baca Juga : Herbisida Purna Tumbuh Untuk Bawang Merah Usaha Menjanjikan