Cara Menanam Semangka Dengan Tepat Agar Tumbuh Sehat Dan Maksimal

benih semangka terbaik, harga benih semangka, bibit semangka unggul, benih semangka unggulan, bibit semangka

Jual Benih Semangka Unggul Bali Flower Harga Murah Kualitas Terbaik | Belanja Tani

Dalam kegiatan budidaya semangka, sebaiknya petani harus menanam dengan tepat supaya tanaman dapat tumbuh dengan sehat serta maksimal.

Dengan tanaman semangka yang tumbuh sehat dan maksimal, maka dapat berpotensi mendapatkan hasil panen yang berproduksi tinggi.

Berikut ini adalah beberapa cara menanam semangka yang tepat agar tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan maksimal.

Memilih Benih Unggulan

Supaya dapat menghasilkan panen yang berproduksi tinggi, petani harus menggunakan benih yang memiliki kualitas unggulan serta tahan penyakit.

Contohnya seperti benih semangka unggul Bali Flower yang terbukti berkualitas unggulan serta tahan serangan penyakit layu bakteri.

Petani dapat menanam benih semangka unggul Bali Flower pada daerah dataran rendah, atau pada ketinggian kurang dari 400 mdpl.

Untuk 1 hektar lahan tanam, petani membutuhkan benih semangka unggul Bali Flower sekitar 250 sampai  350 gram.

Buah dari benih semangka unggul Bali Flower mempunyai warna hijau terang, serta mempunyai garis dengan warna hijau pekat.

Dengan menggunakan benih semangka unggul Bali Flower, petani dapat melakukan proses pemanenan saat tanaman berusia 60 – 85 hari setelah tanam.

Selain itu benih semangka unggul Bali Flower juga dapat menghasilkan buah yang cukup besar, yaitu dapat mencapai hingga 10 kg/buah.

Oleh karena itu, benih semangka unggul Bali Flower menjadi salah satu favorit petani dalam melaksanakan budidaya semangka.

Mengolah Lahan Tanam

Setelah memilih benih semangka unggul Bali Flower, petani dapat melakukan pengolahan lahan tanam agar semangka dapat tumbuh sehat dan sempurna.

Pengolahan lahan tanam yang pertama kali petani lakukan adalah dapat membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh pada sekitar lahan.

Setelah lahan tanam bersih, petani dapat membajak tanah agar tanaman semangka dapat tumbuh sehat dan maksimal.

Kemudian petani memeriksa pH tanah, jika kurang dari 6 petani dapat menaburkan kapur dolomit pada sekitar lahan tanam.

Pemberian Pupuk Susulan

Setelah pemberian kapur dolomit, petani dapat mencampurkan tanah dengan pupuk kandang fermentasi dengan jumlah 1.5 ton/ha.

Selain menggunakan pupuk kandang, petani juga dapat menggunakan pupuk NPK 15:15:15 dengan dosis sekitar 100 kg/ha.

Petani dapat mengaduk pupuk pada tanah lahan tanam, agar tercampur rata sehingga tanaman semangka dapat tumbuh dengan baik.

Pembuatan Bedengan dan Pemasangan Mulsa

Tahap selanjutnya setelah petani memberikan pupuk susulan, petani dapat membuat bedengan pada lahan tanam.

Dengan lebar 5 meter, tingginya 40 – 60 cm, jarak tiap bedengan 60 cm, serta panjangnya sesuai dengan luas dari lahan.

Kemudian petani dapat membagi menjadi dua bagian pada tengah bedengan, lalu angkat pada tepi bedengan.

Sehingga pada kedua tepi bedengan nantinya akan terbentuk tanah dengan lebar sekitar 1 sampai 1.5 meter.

Sehingga pada satu bedengan akan terdapat dua bedeng tanam pada sisi kana serta kiri dengan lebar satu meter.

Kedua bedengan tanam tersebut, petani buat miring pada arah tengah dan bagian tengahnya petani buat saluran air.

Saluran air pada tengah bedengan tersebut, petani buat dengan lebar sekitar 20 cm, serta dengan kedalaman 10 cm.

Berikutnya petani dapat menutupi bedengan lahan tanam dengan menggunakan mulsa plastik untuk mencegah tumbuhnya gulma atau rumput liar.

Pada pinggiran mulsa plastik yang sudah terpasang pada atas bedengan, dapat petani pasak menggunakan bilah bambu.

Setelah itu petani dapat membuat lubang tanam dengan diameter sekitar 10 cm, dengan jarak tanam sekitar 80 cm.

Proses Menyemai Benih

Petani perlu untuk menyemai benih semangka unggul Bali Flower supaya saat penanaman dapat tumbuh dengan sehat dan sempurna.

Langkah pertama saat melakukan persemaian, sebaiknya petani menyiapkan media semai yang berupa campuran pupuk kandang, tanah serta pupuk NPK Halus.

Dengan dosisnya adalah petani menyiapkan 10 liter pupuk kandang, 20 liter tanah, dan 150 gram pupuk NPK halus.

Kemudian petani dapat mencampur media semai tersebut hingga tercampur rata, lalu dapat petani masukkan pada tempat semai yang berupa polybag.

Sebelum menyemai benih, petani harus merendam pada air hangat, selama kurang lebih sekitar 8 sampai 12 jam.

Setelah itu, petani dapat meniriskan benih semangka unggul Bali Flower sampai kering lalu petani masukkan pada plastik berukuran 1 kg.

Benih semangka unggul Bali Flower akan mulai berkecambah setelah tiga sampai lima hari setelah petani masukkan pada plastik.

Sambil menunggu benih berkecambah petani dapat melakukan penyiraman pada media semai,  hingga seperlunya saja.

Setelah tiga hingga lima hari, petani dapat menyemai benih semangka unggul Bali Flower secara langsung pada polybag.

Berikutnya petani menunggu daun sejati pada benih semangka unggul Bali Flower sudah mulai tumbuh sekitar empat helai.

Jika daun sudah mulai tumbuh, maka dapat petani pindahkan pada lahan tanam agar dapat berkembang dengan baik.

Proses Menanam Semangka

Benih semangka unggul Bali Flower yang sudah tumbuh sekitar empat helai daun sejati, maka sudah siap pindah pada lahan tanam.

Supaya dapat tumbuh sehat dan maksimal, sebaiknya pada satu lubang tanam hanya petani berikan satu benih semangka unggul Bali Flower.

Proses penanaman dari semangka sebaiknya petani lakukan pada pagi hari sebelum jam 10, serta sore hari setelah jam 15.

Baca Juga : Bibit Semangka Inul Super Besar Redin Dan Kandungan Gizinya