Perawatan Sawi Putih Yang Benar Supaya Pertumbuhannya Sehat

jarak tanam sawi, tanam sawi putih, umur panen sawi putih, pohon sawi putih, Belanja Tani

Jual Bibit Sawi Putih Harga Murah Berkualitas Terbaik | Belanja Tani

Selain memperhatikan jarak tanam sawi putih serta cara menanam dengan tepat, petani juga perlu menjalankan perawatan sawi putih secara benar.

Menjalankan perawatan tanaman sawi putih dengan tepat, dapat mendukung fase pertumbuhannya, agar tanaman tumbuh lancar, sehingga berpotensi dapat memproduksi panen melimpah.

Oleh karena itu, petani juga harus melakukan perawatan sawi putih yang tepat, selain menerapkan jarak tanam sawi putih serta cara menanam dengan benar.

Berikut adalah berbagai perawatan sawi putih yang benar, supaya tanaman tumbuh sehat, agar dapat menghasilkan panen berproduktivitas melimpah.

Pengairan

Tanaman sawi putih memerlukan kelembaban tanah yang cukup, namun jangan sampai ada air yang menggenang pada lahan pertanian.

Proses pengairan ke tanaman sawi putih perlu petani jalankan dengan teratur, terutama waktu pertumbuhan awal atau ketika cuaca sedang panas.

Waktu yang cocok untuk pengairan ke tanaman sawi putih yang tepat adalah saat pagi atau sore hari. Supaya tanaman tidak terbakar cahaya matahari secara langsung.

Pastikan penyiraman secara merata hingga ke akar tanaman sawi putih, tetapi hindari genangan yang bisa mengakibatkan pembusukan akar.

Pemupukan Tambahan

Tanaman sawi putih membutuhkan nutrisi yang cukup selama pertumbuhannya, sehingga petani harus melakukan pemupukan tambahan ke tanaman.

Gunakan pupuk NPK, seperti NPK 16-16-16 setiap 1 – 2 minggu sekali. Pemberian pupuk sebaiknya petani lakukan pada akar tanaman untuk menghindari pembakaran daun.

Saat tanaman sawi putih berumur 14 – 21 hari, berikan pupuk nitrogen (misalnya urea) untuk mendukung pertumbuhan daun.

Pada umur 4 – 6 minggu, berikan pupuk yang mengandung kalium dan fosfor untuk mendukung pembentukan batang dan daun tanaman sawi putih yang sehat.

Penyiangan

Secara rutin, petani harus melakukan penyiangan gulma yang tumbuh secara liar pada lingkungan sekitar lahan budidaya tanaman sawi putih.

Gulma liar bisa bersaing dengan tanaman sawi putih untuk mendapatkan kebutuhan air, sinar matahari serta nutrisi.

Untuk penyiangan gulma liar, petani perlu melaksanakannya secara hati – hati, dengan memakai peralatan pertanian tajam.

Jika memang perlu, petani juga bisa mengaplikasikan herbisida untuk menyiangi gulma liar, dengan memperhatikan dosisnya.

Pemusnahan Hama dan Penyakit

Hama berbahaya yang seringkali dapat menyerang ke tanaman sawi putih, meliputi ulat, kutu daun serta belalang.

Gunakan insektisida organik atau pestisida nabati untuk mengendalikan hama pada tanaman sawi putih. Bisa juga dengan cara manual, misalnya dengan mengambil secara langsung.

Atau, petani juga dapat menggunakan beberapa pestisida berbahan kimia untuk menumpas hama pada tanaman sawi putih, dengan memperhatikan dosisnya.

Untuk penyakit berbahaya yang sering menyerang pada tanaman sawi putih seperti downy mildew atau bercak daun.

Selalu awasi tanaman sawi putih secara rutin serta petani harus memastikan terdapat sirkulasi udara yang baik, untuk mencegah penyebaran penyakit.

Pakai fungisida organik jika memang perlu, atau lakukan rotasi tanaman jika terdapat penyakit yang menyerang secara berulang.

Penopang Tanaman

Walaupun tanaman sawi putih tidak membutuhkan penopang yang besar seperti tanaman lainnya, pastikan tanaman tidak jatuh atau terjatuh karena angin atau berat daun.

Jika memang perlu, petani dapat melakukan penyulaman atau pemberian penopang kecil untuk tanaman sawi putih yang terlihat lemah.

Pengaturan Ruang Pertumbuhan dan Pemangkasan Daun

Apabila terdapat tanaman sawi putih yang tumbuh terlalu rapat atau tidak sehat, lakukan pemangkasan atau pencabutan tanaman yang tidak berkembang baik.

Setelah tanaman sawi putih mencapai usia beberapa minggu, daun yang sudah tua atau rusak sebaiknya petani pangkas.

Hal tersebut bermanfaat untuk tidak mengganggu pertumbuhan daun baru tanaman sawi putih yang lebih segar.

Tidak hanya itu, praktek ini juga dapat membantu mencegah serangan hama yang biasanya lebih suka menempel ke daun tanaman sawi putih yang rusak.

Pemanenan

Sawi putih biasanya siap petani panen pada umur 60 – 90 hari setelah tanam, menyesuaikan dengan varietas dan kondisi pertumbuhan.

Pemanenan petani lakukan saat tanaman sawi putih telah membentuk kepala atau krop yang padat dan kompak. Tetapi belum terlalu tua agar tidak mengeras atau pahit.

Sebaiknya petani melakukan pemanenan pada pagi atau sore hari agar daun tetap segar dan tidak layu akibat paparan sinar matahari.

Teknik pemanenannya adalah, petani bisa memakai pisau tajam untuk memotong bagian pangkal batang tanaman sawi putih, sekitar 2 – 3 cm dari permukaan tanah.

Jika ingin panen selektif, cabut hanya daun luar yang sudah cukup besar, sehingga daun muda sawi putih tetap bisa tumbuh.

Pastikan tanaman sawi putih tidak tertarik atau tercabut secara kasar agar tidak merusak struktur akar dan tanah pada sekitar tanaman lainnya.

Pasca Panen

Bersihkan sayuran sawi putih dari sisa tanah dan daun yang layu atau rusak. Jika perlu, cuci sayuran sawi putih dengan air bersih, kemudian tiriskan supaya tidak terlalu basah.

Simpan sayuran sawi putih pada tempat yang sejuk atau bungkus dengan plastik berlubang untuk mempertahankan kelembaban dan kesegarannya.

Untuk penyimpanan lebih lama, sawi putih bisa petani simpan pada lemari pendingin pada suhu 0 – 5°C. Dengan kelembaban 90 – 95% agar tetap segar hingga beberapa minggu.

Baca Juga : Jual Bibit Sawi Putih Itto F1 Cocok Untuk Dataran Menengah