Jarak Tanam Cabe Keriting Yang Ideal Dan Penanaman Dengan Tepat
Buka Daftar Isi :
Banyak masyarakat yang sudah mengetahui, cabe keriting memiliki banyak sekali manfaat, baik untuk kehidupan sehari – hari atau untuk kesehatan manusia.
Tidak mengherankan, cabe keriting menjadi incaran oleh banyak masyarakat, karena berguna untuk menjaga kesehatan serta untuk kehidupan sehari – hari masyarakat.
Dengan melaksanakan budidaya tanaman cabe keriting, bisa membantu petani mendapat untung besar, karena banyak masyarakat yang mengincar cabe keriting.
Ketika menjalankan budidaya tanaman cabe keriting pada lahan tanam pertanian, petani harus menerapkan jarak tanam cabe keriting yang ideal.
Melaksanakan jarak tanam cabe keriting yang ideal, akan mendukung pertumbuhan tanaman supaya berjalan dengan lebih sehat serta maksimal.
Pertumbuhan dari tanaman cabe keriting yang berjalan lebih sehat dan maksimal, berpotensi dapat menghasilkan panen yang berproduksi tinggi dan berkualitas bagus.
Maka dari itu, saat proses budidaya, petani harus menerapkan jarak tanam cabe keriting yang ideal, supaya hasil panennya melimpah.
Agar pertumbuhan tanaman cabai keriting berjalan lancar, jarak tanam cabe keriting yang ideal adalah sekitar 60X60 cm.
Selain memperhatikan jarak tanam cabe keriting yang ideal, petani juga perlu menjalankan penanaman dengan tepat, supaya pertumbuhannya lancar.
Pada bawah ini merupakan beberapa teknik penanaman cabe keriting dengan tepat, agar pertumbuhan tanaman berjalan lancar serta memproduksi panen melimpah.
Persiapan Lahan Pertanian
Teknik penanaman cabe keriting yang pertama, yaitu petani harus melakukan persiapan pada lahan pertanian yang akan petani manfaatkan.
Pertumbuhan tanaman cabe keriting akan berjalan lancar pada lahan yang mengandung unsur hara tinggi.
Proses awal dari persiapan lahan pertanian, yakni petani harus membersihkan lahan dari gulma dan bekas tanaman budidaya sebelumnya.
Setelah lahan pertanian terbebas dari gulma dan bekas tanaman, petani bisa memberikan pupuk dasar, sebelum melakukan penggemburan tanah.
Tujuannya adalah, supaya kandungan unsur hara pada dalam pupuk dapat tersebar merata pada lahan tanam.
Jenis pupuk yang bisa petani manfaatkan merupakan pupuk kandang atau dapat juga memakai pupuk kompos.
Dosis pemberian pupuk tersebut adalah sekitar 20 – 25 ton, jika petani melakukan budidaya pada lahan seluas satu hektar.
Proses selanjutnya adalah, petani dapat menggemburkan tanah, dengan kedalaman sekitar 20 – 35 cm.
Lalu, setelah penggemburan tanah, petani dapat membuat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 30 – 45 cm, serta jarak tiap bedengan 60 cm.
Sementara itu, untuk panjang bedengan bisa petani sesuaikan dengan luas lahan, agar memudahkan petani ketika melakukan perawatan.
Sistem drainase pada lahan pertanian juga harus petani perhatikan, sebab tanaman cabe keriting tidak bisa tahan genangan air.
Langkah berikutnya adalah, petani bisa memeriksa pH tanah, jika kurang dari 6 petani dapat menaburkan kapur dolomit.
Dosis pemberian kapur dolomit tersebut adalah sekitar 2 – 4 ton, untuk budidaya pada lahan dengan luas satu hektar.
Setelah pemberian kapur dolomit, petani bisa menutup bedengan menggunakan mulsa plastik berwarna hitam.
Persemaian Bibit Cabe Keriting
Proses berikutnya dari teknik penanaman tanaman cabe keriting adalah, petani dapat melakukan persemaian bibit.
Ketika akan melakukan persemaian, petani harus menyiapkan polybag serta media persemaian terlebih dahulu.
Media semai yang harus petani siapkan berupa campuran tanah, arang sekam dan pupuk kompos, dengan perbandingan 2:1:1.
Jika tidak menggunakan arang sekam, media semai yang bisa petani gunakan adalah tanah dan pupuk kompos, yang perbandingannya 1:1.
Apabila semua media semai sudah siap, petani bisa mencampurkannya hingga merata, namun harus petani ayak terlebih dahulu agar halus.
Setelah mencampur media semai, petani bisa menyiapkan naungan sebagai tempat semai, agar bibit cabe keriting tidak terkena cahaya matahari serta hujan langsung.
Tempat semai tersebut harus petani petani tutup memakai jaring pelindung, agar tidak terserang hama atau serangga.
Berikutnya, petani dapat mengisi polybag dengan media semai, kemudian tinggal petani susun pada naungan.
Sebelum memasukkan ke dalam polybag, petani perlu merendam bibit cabe keriting pada air hangat, sekitar 3 jam.
Kemudian, setelah 3 jam, petani bisa memasukkan bibit cabe keriting pada dalam polybag, dengan kedalaman 0.5 cm.
Petani bisa menutup lubang polybag, dengan memakai kompos halus dan siram sedikit air, supaya kelembaban media semai terjaga.
Tempat semai harus rutin untuk petani siram dengan air saat pagi dan sore hari, agar tanaman tumbuh sehat.
Saat menyirami polybag semai, petani dapat memanfaatkan kertas tipis, dan berikutnya tinggal petani siram hingga basah.
Pemindahan Bibit Cabe Keriting
Teknik penanaman cabe keriting yang terakhir adalah, petani bisa melakukan pemindahan bibit cabe keriting pada lahan pertanian.
Sebelum melaksanakan pemindahan, petani dapat membuat lubang tanam, dengan jarak tanam cabe keriting yang baik adalah sekitar 60X60 cm.
Jarak tanam cabe keriting tersebut cukup ideal untuk pertumbuhan tanaman, agar berjalan maksimal dan menghasilkan panen berproduksi tinggi.
Untuk kedalaman dan diameter dari lubang tanam dari tanaman cabe keriting bisa petani buat sekitar 10 – 15 cm.
Agar tanaman memperoleh cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik, lubang tanam bisa petani buat secara zig zag.
Ketika bibit cabe keriting sudah berumur 3 minggu setelah semai, petani bisa mulai memindahkan pada bedengan.
Untuk menghindari tanaman mengalami stres, petani bisa memindahkan bibit cabe keriting saat pagi serta sore hari dan petani lakukan dengan bersamaan.
Saat melakukan pemindahan bibit, petani harus melakukannya dengan perlahan, agar akar tanaman tidak mengalami kerusakan.
Petani bisa menyirami bibit cabe keriting dengan volume rendah setelah pemindahan, untuk menjaga kelembabannya.
Baca Juga : Keunggulan Cabe Sios Tavi Yang Beragam Menjadi Idola Petani


Leave A Comment