Hama Kacang Panjang Yang Menghambat Fase Pertumbuhan Tanaman
Buka Daftar Isi :
Banyak masyarakat sangat menyukai sayuran kacang panjang, sebab mempunyai beberapa manfaat untuk kesehatan dan menjadi bahan dasar dalam beberapa masakan.
Sehingga, dengan melaksanakan budidaya tanaman kacang panjang, bisa membuat petani memperoleh untung besar, karena sayuran ini menjadi kesukaan banyak masyarakat.
Waktu budidaya kacang panjang, petani harus merawat tanaman dengan baik, salah satunya adalah memperhatikan adanya hama berbahaya yang menyerang tanaman.
Infeksi hama berbahaya pada tanaman kacang panjang akan menghambat masa pertumbuhannya, sehingga petani perlu untuk segera memusnahkannya.
Tetapi, sebelum membasmi hama berbahaya yang menginfeksi tanaman kacang panjang, petani perlu untuk mengenal beberapa contoh hama tersebut.
Pada bawah ini merupakan berbagai contoh hama kacang panjang yang dapat mengancam fase pertumbuhannya, selama proses budidaya.
Aphis Craccivora
Aphis craccivora atau terkenal sebagai kutu daun kacang, termasuk salah satu hama utama yang seringkali menginfeksi tanaman kacang panjang.
Kutu daun ini adalah jenis Aphididae dan umumnya mampu untuk menyerang jenis tanaman polong – polongan, terutama pada wilayah tropis.
Ukuran dari hama Aphis craccivora cukup kecil, yaitu panjangnya sekitar 1.5 – 2 mm, dengan warna hitam atau bervariasi, seperti hijau.
Tubuhnya bulat dan lembek, dengan dua tanduk pada bagian belakang yang berfungsi sebagai alat pertahanan dan penghasil getah.
Kutu daun ini menyerang dengan cara menghisap getah dari bagian daun, pucuk, dan batang muda tanaman kacang panjang, menyebabkan daun menguning, layu, dan kerdil.
Daun tanaman kacang panjang yang terserang biasanya akan menggulung, menciut, atau pertumbuhannya menjadi tidak normal.
Aphis craccivora juga dapat menjadi pembawa berbagai virus, seperti virus mosaik (Cowpea mosaic virus dan Pea early browning virus).
Infeksi virus tersebut dapat menyebabkan bercak kuning pada bagian daun dan deformasi lebih lanjut pada tanaman kacang panjang.
Untuk mengendalikan hama Aphis craccivora, petani bisa memanfaatkan musuh alami hama ini, membuang bagian tanaman kacang panjang yang terinfeksi.
Petani juga dapat menanam tanaman legum, agar siklus hidup hama ini terputus dan aplikasi insektisida untuk tanaman kacang panjang, dengan mengawasi dosisnya.
Maruca Testulalis
Maruca testulalis atau penggerek polong kacang merupakan hama yang seringkali menginfeksi tanaman kacang panjang serta beberapa tanaman polong – polongan lainnya.
Hama ini tergolong dalam kelompok Crambidae, yang bisa menyebabkan kerusakan cukup signifikan terhadap tanaman kacang panjang, terutama pada bagian polong.
Ciri khas hama Maruca testulalis adalah, hama dewasa memiliki sayap depan berwarna coklat, sementara sayap belakangnya berwarna putih. Panjang sayap tersebut mencapai 12 – 14 mm.
Sementara untuk tahap larvanya berwarna putih kekuningan dengan bagian kepalanya coklat muda, serta panjangnya mencapai 2 cm ketika dewasa.
Tahap larva dari hama Maruca testulalis yang dapat menyebabkan kerusakan utama pada polong tanaman kacang panjang.
Larva Maruca testulalis akan menggerogoti polong kacang panjang, menyebabkan polong menjadi berlubang dan rusak.
Polong yang terserang seringkali tidak dapat berkembang dengan baik, dan bijinya menjadi cacat atau bahkan mengalami pembusukan.
Selain itu, polong yang terinfeksi juga akan memiliki lubang kecil tempat larva memasuki, dan terkadang ada jejak atau kotoran larva pada bagian dalam polong.
Dampak lainnya juga dapat menyebabkan polong terdistorsi dan berwarna coklat, bahkan terkadang tidak terbuka, membuat biji di dalamnya tidak dapat berkembang.
Akibat polong yang gagal berkembang, hasil panen sayuran kacang panjang akan menurun, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.
Untuk mengendalikan hama Maruca testulalis, petani dapat memanfaatkan musuh alami hama ini, membuang polong kacang panjang yang sudah rusak atau terinfeksi.
Merotasi tanaman dengan rutin, memangkas bagian tanaman yang terinfeksi Maruca testulalis dan penggunaan insektisida sesuai cara penggunaan dan dosisnya.
Spodoptera spp.
Spodoptera spp. atau ulat grayak, adalah suatu hama yang sering menyerang berbagai jenis tanaman, salah satunya adalah kacang panjang.
Hama ini terkenal karena kemampuannya untuk menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman, terutama pada bagian daun dan batang muda.
Ciri – ciri dari hama Spodoptera spp. adalah ngengat dewasa berukuran kecil hingga sedang, dengan warna sayap abu – abu kecoklatan hingga coklat kekuningan.
Sayap depan mempunyai pola bergaris yang jelas, sedangkan sayap belakang lebih terang dengan pola lebih sederhana.
Ngengat hama Spodoptera spp. sangat aktif pada malam hari dan bertelur pada bagian daun atau batang tanaman.
Untuk ulat yang baru menetas biasanya berwarna hijau muda hingga coklat dengan garis memanjang pada sepanjang tubuhnya.
Ketika dewasa, ulat tersebut akan mulai berubah menjadi lebih besar dan memiliki warna yang lebih gelap.
Ulat dewasa dapat mencapai panjang hingga 4 cm dan memiliki kepala berwarna coklat dengan garis gelap pada sepanjang tubuhnya.
Hama Spodoptera spp. bisa menginfeksi jaringan daun tanaman kacang panjang, yang akan meninggalkan bekas lubang atau daun yang terkoyak.
Daun tanaman kacang panjang yang terinfeksi biasanya hanya akan menyisakan bagian tulang daunnya saja.
Serangan berat dapat mengakibatkan daun menjadi keriput, kering, dan gugur, yang dapat mengurangi kemampuan fotosintesis tanaman kacang panjang secara signifikan.
Akibat dari kerusakan daun tanaman kacang panjang yang terlalu parah, akan mengurangi hasil polong, sehingga menyebabkan penurunan produksi panen.
Untuk mengendalikan hama Spodoptera spp. pada tanaman kacang panjang, petani dapat memanfaatkan perangkap hama, merotasi tanaman dengan rutin.
Membuang bagian tanaman yang terinfeksi, memakai predator alami hama ini serta memakai insektisida dengan memperhatikan dosis dan cara aplikasinya.
Baca Juga : Jual Bibit Kacang Panjang Pertiwi Harga Murah Hasil Panen Tinggi


Leave A Comment