Thrips, Salah Satu Hama Berbahaya Yang Mengancam Tanaman Budidaya
Buka Daftar Isi :
Ketika menjalankan kegiatan budidaya, petani perlu melakukan perawatan ke tanaman dengan sesuai, agar tanaman dapat tumbuh dengan lebih sehat.
Salah satu teknik perawatan pada tanaman budidaya yang benar adalah, petani harus selalu memperhatikan adanya serangan hama berbahaya pada tanaman.
Hama berbahaya yang menyerang ke tanaman dapat mengakibatkan kerusakan terhadap beberapa bagian tanaman, sehingga pertumbuhannya terancam terhambat.
Oleh sebab itu, petani harus selalu mengenal bermacam – macam jenis hama berbahaya, yang dapat menyerang ke tanaman, supaya bisa segera memusnahkannya.
Contoh hama berbahaya yang dapat menyerang ke tanaman budidaya merupakan hama thrips atau dalam bahasa latin mempunyai nama Thysanoptera.
Infeksi dari hama thrips pada tanaman, dapat menyebabkan kematian sel tanaman, yang mengakibatkan proses fotosintesis tanaman menjadi terganggu.
Sehingga, apabila petani mengetahui adanya hama thrips yang menyerang ke tanaman budidaya, perlu memusnahkannya segera, agar kondisi tanaman tetap aman.
Namun, sebelum mengatasi serangan hama thrips pada tanaman budidaya, petani harus mengetahui lebih jelas, mengenai hama thrips terlebih dahulu.
Berikut adalah penjelasan mengenai hama thrips, yang dapat menyerang ke tanaman budidaya, dan bisa menghambat fase pertumbuhannya.
Penjelasan Umum
Thrips adalah suatu serangga kecil yang menjadi hama utama pada berbagai jenis tanaman, termasuk hortikultura seperti cabai, tomat, bawang, stroberi.
Beberapa tanaman hias semacam anggrek, krisan serta dapat juga menyerang tanaman perkebunan seperti teh atau kakao.
Hama thrips dapat merusak tanaman dengan cara menghisap cairan sel, yang akan menyebabkan deformasi daun, pertumbuhan terhambat, dan penurunan hasil panen.
Ciri – Ciri Thrips
Ciri hama thrips adalah, mempunyai ukuran yang cukup kecil, yaitu hanya sekitar 0.5 – 2 mm, dan sulit terlihat tanpa kaca pembesar.
Bentuk tubuh hama ini lumayan ramping, yang memanjang dengan warna bervariasi, seperti kuning, coklat dan hitam.
Hama thrips juga mempunyai sayap tipis dengan rambut halus, yang memungkinkan mereka dapat berpindah dengan lumayan cepat.
Thrips juga dapat bergerak dengan lincah pada bagian permukaan bawah daun atau bagian dalam kuncup bunga.
Gejala Serangan Thrips
Gejala infeksi hama thrips bermula dengan adanya bercak keperakan pada daun, karena cairan sel yang terhisap. Yang dapat menyebabkan sel mati dan daun tampak berwarna perak.
Akibat sel daun yang mati, bisa membuat daun berubah menjadi kering dan mengeriting, terutama pada tanaman tomat atau cabe.
Dengan daun tanaman yang berubah menjadi kering, proses fotosintesis menjadi terganggu, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.
Thrips juga menjadi vektor virus seperti Tomato Spotted Wilt Virus (TSWV) yang berbahaya untuk beberapa jenis tanaman hortikultura.
Cara Pengendalian Thrips
Terdapat beberapa cara pengendalian serangan hama thrips pada tanaman yang dapat petani lakukan, seperti berikut ini :
- Pengendalian Kultur Teknik : Seperti rotasi tanaman dengan rutin, rutin memangkas gulma liar dan sisa tanaman budidaya sebelumnya. Serta pengairan dengan rajin, karena thrips tidak suka lingkungan lembab.
- Pengendalian Mekanis : Petani dapat memakai perangkap hama serta menyemprotkan air yang bertekanan tinggi, untuk mengurangi populasi thrips pada daun tanaman.
- Pengendalian Hayati : Memakai predator alami hama ini, seperti Orius sp. (serangga predator), Amblyseius sp. (tungau pemangsa), dan Beauveria bassiana (jamur entomopatogen).
- Pengendalian Kimia (Insektisida) : Gunakan beberapa produk insektisida sistemik untuk hama trips dengan mengawasi dosisnya.
Baca Juga : Jual Harga Insektisida Tenchu Terjangkau Ampuh Mengatasi Hama
Siklus Hidup Hama Thrips Yang Harus Petani Ketahui
Hama thrips yang menyerang ke tanaman budidaya, bisa menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian tanaman, sehingga dapat menghambat fase pertumbuhannya.
Sehingga, apabila petani mengetahui terdapat infeksi hama thrips pada tanaman, perlu mengatasinya segera, agar tanaman tetap dalam keadaan aman.
Namun, sebelum petani mengatasi adanya hama thrips yang menyerang tanaman, harus mengetahui siklus hidupnya terlebih dahulu.
Pada bawah ini adalah beberapa siklus hidup hama thrips yang perlu petani ketahui, agar bisa mengambil tindakan pemberantasan yang tepat.
Telur
Hama betina akan meletakkan telur pada bagian dalam jaringan tanaman, seperti daun, bunga, atau buah. Ukurannya sangat kecil dan berbentuk seperti kacang atau oval.
Telur hama thrips akan menetas dalam 2 – 7 hari, yang akan tergantung dengan suhu lingkungan lahan budidaya. Yang biasanya lebih cepat menetas dalam kondisi hangat dan kering.
Nimfa
Setelah telur menetas, hama thrips akan memasuki fase nimfa, yang akan menghisap cairan sel tanaman budidaya. Warna tubuh umumnya putih kekuningan dan belum memiliki sayap.
Periode nimfa dapat berlangsung selama 5–10 hari. Setelah tahap ini, nimfa akan turun ke tanah atau bagian tersembunyi untuk bertransformasi ke tahap berikutnya.
Prapupa & Pupa
Pada fase prapupa, hama thrips akan mulai berkembang sayap yang lumayan kecil, namun masih tidak aktif makan.
Sementara pada masa pupa, bentuk sayap akan lebih berkembang, tetapi tetap masih belum aktif untuk berpindah ke tanaman lainnya.
Kedua tahap ini biasanya terjadi pada tanah lahan budidaya, permukaan daun yang tampak kering, atau bisa juga pada lipatan bunga. Tahap ini dapat berlangsung sekitar 2 – 5 hari.
Dewasa
Hama thrips dewasa memiliki tubuh ramping dengan sayap berumbai, dengan warna bervariasi, seperti coklat, hitam atau kuning.
Pada fase dewasa, hama thrips akan aktif berpindah dari satu tanaman ke tanaman lainnya serta berkembang biak dan akan mulai bertelur lagi.
Umur fase dewasa hama thrips dapat mencapai 30 – 45 hari, dengan betina mampu bertelur hingga 80 – 300 butir sepanjang hidupnya.
Baca Juga : Jual Harga Matador 250 Ml Terjangkau Yang Efektif Membasmi Hama


Leave A Comment