Contoh Penyakit Pada Tanaman Yang Bisa Menghambat Pertumbuhannya

harga fungisida revus, revus, fungisida revus 250 sc, bahan aktif revus 250 sc, Belanja Tani

Jual Harga Revus 250 SC Murah Yang Menjadi Favorit Petani | Belanja Tani

Dalam membudidayakan berbagai jenis tanaman pada lahan tanam, petani petani merawat tanaman secara rutin, supaya pertumbuhannya berjalan dengan lebih maksimal.

Contoh perawatan ke tanaman budidaya yang bisa petani lakukan yaitu, petani harus mengawasi adanya penyakit berbahaya yang menyerang pada tanaman tersebut.

Serangan penyakit berbahaya pada tanaman budidaya akan mengganggu proses pertumbuhan tanaman, yang sedang dibudidayakan petani pada lahan tanam.

Dengan masa pertumbuhan tanaman yang menjadi terhambat, bisa berefek terhadap penurunan hasil panen secara signifikan, sehingga bisa merugikan petani.

Oleh sebab itu, jika petani mengetahui terdapat penyakit berbahaya yang menyerang tanaman, perlu segera mengatasinya, agar tanaman tetap dalam keadaan aman.

Namun, sebelum petani mengatasi serangan penyakit pada tanaman budidaya, jenis dari penyakit tersebut terlebih dahulu perlu untuk petani kenali.

Berikut merupakan beraneka contoh penyakit pada tanaman yang dapat menyerang selama budidaya serta mampu untuk mengganggu proses pertumbuhannya.

Busuk Daun

Busuk daun merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang ke tanaman, terutama tanaman kentang dan tomat.

Penyakit ini terjadi akibat infeksi patogen Phytophthora infestans, yang merupakan jenis jamur air atau oomycete.

Gejala awal penyakit ini biasanya berupa bercak berwarna coklat atau hitam yang lembab pada bagian daun tanaman.

Bercak tersebut mampu untuk berkembang dengan sangat cepat, terutama apabila lingkungan sekitar dalam keadaan yang lembab.

Infeksi tersebut juga dapat meluas ke tangkai daun dan batang, menyebabkan area yang terinfeksi menjadi lunak dan busuk.

Pada tanaman tomat, buah yang terinfeksi akan menunjukkan bercak coklat gelap dan busuk yang biasanya dimulai dari ujung buah.

Dalam kasus yang parah, tanaman yang terinfeksi akan mengeluarkan bau busuk akibat pembusukan jaringan.

Siklus hidup penyakit busuk daun berawal saat Phytophthora infestans menghasilkan spora yang menyebar lewat udara, air, atau kontak langsung dengan tanaman yang terinfeksi.

Spora yang jatuh pada permukaan daun atau tanah yang lembab akan berkecambah dan menyerang jaringan tanaman.

Kemudian, patogen mampu menembus jaringan tanaman, memanfaatkan luka atau stomata untuk masuk ke dalam sel tanaman.

Setelah infeksi berhasil, patogen akan berkembang biak dan menghasilkan lebih banyak spora yang dapat menyebar ke tanaman budidaya lainnya.

Untuk mengendalikan penyakit busuk daun, petani bisa memakai varietas tanaman yang tahan penyakit, merotasi tanaman dengan rutin.

Mengelola sistem irigasi pada tanaman dengan baik, membuang bekas tanaman yang terinfeksi, rutin untuk membersihkan alat pertanian.

Aplikasi fungisida untuk mengatasi penyakit busuk daun juga bisa petani lakukan, dengan dosis serta cara pemakaian yang sesuai.

Embun Bulu

Embun bulu, atau downy mildew, adalah suatu penyakit tanaman yang terjadi akibat patogen yang termasuk dalam genus oomycete.

Penyakit ini dapat menyerang berbagai jenis tanaman, termasuk anggur, mentimun, bawang, serta berbagai tanaman hias.

Gejala awal penyakit embun bulu seringkali berupa bercak berwarna kuning, coklat, atau ungu pada permukaan atas daun. Bercak tersebut biasanya berbentuk tidak beraturan.

Pada permukaan bawah daun, tepat bagian bawah bercak, akan muncul lapisan tipis mirip bulu berwarna putih, kelabu, atau ungu tergantung spesies patogennya.

Daun yang terinfeksi parah akan mengalami nekrosis, mengering, hingga pada akhirnya akan tampak gugur.

Siklus hidup penyakit ini berawal saat patogen bisa menghasilkan sporangium yang menyebar melalui udara atau air.

Sporangium yang mencapai permukaan daun yang lembab akan berkecambah dan dapat melepaskan zoospora. Zoospora akan menembus jaringan daun melalui stomata atau luka.

Patogen dapat berkembangbiak pada dalam jaringan tanaman dan menghasilkan lebih banyak sporangium yang menyebar ke tanaman lain.

Untuk mengendalikan penyakit embun bulu, petani bisa mengatur pengairan dengan baik, memakai varietas tanaman yang tahan penyakit.

Mengatur jarak tanam dengan sesuai, membersihkan bekas tanaman yang terinfeksi, serta aplikasi fungisida dengan dosis yang tepat.

Busuk Buah

Busuk buah merupakan salah satu jenis penyakit tanaman yang menyerang buah, menyebabkan pembusukan, penurunan kualitas, dan kehilangan hasil panen.

Penyakit ini dapat terjadi akibat infeksi dari berbagai jenis patogen, termasuk jamur, bakteri, serta virus.

Beberapa jamur yang sering menyebabkan busuk buah termasuk Botrytis cinerea, Rhizopus stolonifer, dan Monilinia spp.

Bakteri seperti Erwinia carotovora juga dapat menyebabkan busuk lunak pada berbagai jenis buah serta sayuran.

Meskipun jarang, beberapa virus juga mampu untuk menyebabkan gejala penyakit busuk pada buah.

Gejala penyakit busuk buah awalnya adalah adanya bercak kecil pada buah, yang akan membesar. Warna bercak dapat bervariasi tergantung patogen penyebab infeksi.

Area yang terinfeksi akan menjadi lunak dan berair, menunjukkan tanda pembusukan. Pembusukan dapat menyebar cepat, terutama dalam kondisi lembab.

Pada infeksi jamur, seringkali terlihat pertumbuhan miselium atau sporangia pada permukaan buah yang terinfeksi.

Bagian buah tanaman yang terinfeksi seringkali akan mengeluarkan bau busuk akibat pembusukan jaringan.

Untuk mengendalikan penyakit busuk buah, petani harus membuang serta menghancurkan buah yang terinfeksi, menghindari penyiraman yang berlebihan.

Mencegah adanya luka pada buah atau bagian lain tanaman, menyimpan buah pada suhu yang aman dan aplikasi fungisida dengan dosis yang sesuai.

Baca Juga : Manfaat Fungisida Infinito Mampu Menumpas Penyakit Tanaman