Beberapa Penyakit Tanaman Yang Mengacaukan Fase Pertumbuhannya

polycom, polycom 70 wg, harga fungisida polycom, bahan aktif fungisida polycom, Belanja Tani

Jual Harga Polycom 70 WG Terjangkau Yang Menjadi Favorit Petani | Belanja Tani

Dalam membudidayakan tanaman pada lahan budidaya, petani perlu melakukan perawatan tanaman dengan sesuai, agar pertumbuhan tanaman bisa berjalan lebih optimal.

Salah satu perawatan pada tanaman dengan sesuai yang perlu petani jalankan adalah, perlu memperhatikan adanya serangan penyakit berbahaya pada tanaman.

Penyakit berbahaya yang menyerang ke tanaman mampu mengganggu proses perkembangan tanaman, yang sedang petani laksanakan kegiatan budidayanya.

Dengan masa pertumbuhan tanaman yang terhambat, dapat berefek terhadap turunnya produksi panen dengan signifikan, sehingga akan merugikan petani.

Oleh karena itu, apabila petani mendapati adanya infeksi penyakit berbahaya pada tanaman, harus segera membasminya, supaya tanaman tetap dalam keadaan aman.

Namun, sebelum petani membasmi penyakit berbahaya yang menyerang tanaman, harus mengenal beberapa penyakit tanaman tersebut.

Pada bawah ini merupakan beraneka jenis penyakit tanaman yang bisa mengganggu masa pertumbuhannya dan mampu menyerang ketika budidaya.

Antraknosa

Antraknosa merupakan suatu penyakit tanaman yang terjadi akibat jamur dari genus Colletotrichum, terutama Colletotrichum gloeosporioides dan Colletotrichum acutatum.

Penyakit ini sering menyerang berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, mangga, pepaya, dan kacang – kacangan.

Gejala penyakit antraknosa pada bagian buah tanaman adalah munculnya bercak melingkar dengan warna hitam sampai coklat tua.

Bercak tersebut bisa berkembang luas dan menyebabkan busuk pada buah. Dalam kondisi lembab, permukaan bercak akan tertutup oleh massa spora berwarna merah muda.

Sementara pada bagian daun, gejala penyakit antraknosa adalah munculnya bercak kecil yang berbatas tegas. Bercak akan menyebabkan kerontokan dan kekeringan pada jaringan daun.

Jamur penyebab antraknosa berkembang biak dengan spora yang menyebar melalui angin, air hujan, serangga, atau peralatan yang terkontaminasi.

Dampak dari serangan penyakit antraknosa adalah, turunnya kualitas serta kuantitas produksi panen. Sedangkan pada buah, penyakit ini akan mengakibatkan kebusukan pada buah.

Untuk mengendalikan penyakit antraknosa, petani bisa menjaga jarak tanam dengan baik, merotasi tanaman secara rutin.

Memangkas bagian tanaman yang terinfeksi, menggunakan varietas tanaman yang tahan penyakit dan aplikasi fungisida dengan dosis dengan benar.

Bercak Daun

Bercak daun adalah salah satu jenis penyakit yang sering terjadi, terutama pada tanaman hortikultura dan tanaman pangan.

Penyebab utama penyakit bercak daun adalah jamur, dengan patogen yang paling umum dari genus Cercospora, Alternaria, Colletotrichum, dan Ascochyta.

Jamur ini berkembang lewat spora yang terbawa angin, air hujan, atau melalui peralatan pertanian yang terkontaminasi.

Bakteri seperti Xanthomonas dan Pseudomonas juga dapat menyebabkan bercak daun dengan memproduksi toksin yang merusak jaringan tanaman.

Umumnya, bakteri tersebut seringkali dapat menyebar melalui air, terutama saat pengairan atau hujan.

Beberapa virus juga dapat menyebabkan bercak daun, meskipun lebih jarang daripada jamur dan bakteri.

Gejala penyakit bercak daun bermula dengan munculnya bercak berwarna hitam, kuning atau hitam pada daun dengan batas jelas.

Bercak tersebut biasanya berawal pada bagian bawah daun dan dapat menyebar ke seluruh bagian daun tanaman.

Daun yang terinfeksi mulai menguning dan dapat mengering seiring waktu. Pada beberapa kasus, daun bisa rontok jika serangannya cukup parah.

Penyakit bercak daun sering berkembang dalam kondisi kelembaban yang tinggi atau curah hujan secara sering.

Efek dari serangan penyakit bercak daun pada tanaman adalah, produksi dan kualitas panen akan menurun drastis. Dan dalam serangan parah akan menyebabkan kematian tanaman.

Untuk mengendalikan penyakit bercak daun, petani dapat memakai varietas tanaman yang tahan penyakit, merotasi tanaman dengan rutin.

Memperhatikan jarak tanam dengan tepat, mengatur penyiraman secara baik, rutin membersihkan lahan pertanian.

Petani juga dapat memanfaatkan fungisida untuk membasmi penyakit bercak daun, dengan mengawasi dosis dan cara aplikasi yang tepat.

Bercak Ungu

Bercak ungu merupakan suatu penyakit yang sering menyerang tanaman bawang – bawangan, terutama bawang merah (Allium cepa).

Penyakit ini dapat terjadi akibat jamur Alternaria porri, yang bisa berkembang dalam kondisi lingkungan tertentu, seperti kelembaban tinggi dan suhu hangat.

Serangan penyakit ini sangat merugikan karena bisa menurunkan panen secara signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Pemicu penyakit bercak ungu dapat terjadi karena jamur dari genus Alternaria porri. Jamur tersebut dapat memproduksi spora yang bertahan pada bekas tanaman yang terserang.

Spora jamur mampu untuk tersebar lewat angin, percikan air hujan, air irigasi atau peralatan pertanian yang terkontaminasi.

Infeksi penyakit berawal saat spora jamur menginfeksi jaringan daun melalui luka atau pori alami pada tanaman.

Setelah infeksi, jamur membentuk bercak – bercak yang terus berkembang dan menyebar jika kondisinya mendukung.

Gejala penyakit bercak ungu adalah, pada bagian permukaan daun akan muncul bercak kecil dengan warna putih atau keabu – abuan.

Seiring berjalannya waktu, bercak dapat membesar dan berubah warna menjadi ungu tua atau coklat dengan tepi kekuningan.

Dampak serangan penyakit bercak ungu pada tanaman adalah, produksi dan kualitas hasil panen akan menurun drastis.

Untuk mengendalikan penyakit bercak ungu, petani dapat merotasi tanaman secara rutin, menjaga kelembaban pada lahan budidaya.

Membuang bagian tanaman yang terinfeksi serta aplikasi fungisida dengan mengawasi dosis dan cara aplikasi yang tepat.

Baca Juga : 4 Fungisida Tahan Hujan Berkat Perekat Terbaik