Hama Tanaman Menjadi Salah Satu Gangguan Selama Budidaya

Hama tanaman merupakan suatu organisme yang merugikan tanaman dengan cara mengganggu pertumbuhan, menyerang bagian – bagian tanaman, atau menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Jenis hama tersebut dapat berupa serangga, hewan kecil, mikroorganisme, atau bahkan gulma yang bersaing dengan tanaman untuk mendapatkan nutrisi dan ruang.

Penanganan dari serangan hama yang berbahaya sangat penting dalam sektor pertanian serta hortikultura.

Karena, akibat serangan hama yang tidak terkendali dapat menyebabkan penurunan hasil panen, kualitas tanaman yang buruk, atau bahkan kematian tanaman.

Berikut merupakan bermacam – macam hama utama yang dapat menyerang ke tanaman budidaya :

Serangga

Serangga merupakan salah satu jenis hama yang paling umum menyerang pada beberapa tanaman budidaya.

Beraneka jenis serangga merusak tanaman dengan memakan daun, akar, batang, atau buah, sementara yang lain menyebabkan kerusakan dengan menyebarkan penyakit.

Contoh beberapa hama serangga yang dapat menyerang ke tanaman, seperti berikut ini :

  • Kutu daun (Aphids) : Menghisap getah dari tanaman, menyebabkan daun menguning, layu, dan pertumbuhan tanaman terhambat. Kutu daun juga bisa menjadi pembawa virus yang menyebabkan penyakit pada tanaman.
  • Ulat : Banyak jenis ulat memakan daun, menyebabkan lubang dan merusak fotosintesis.
  • Wereng : Hama yang sering menyerang padi dan tanaman pangan lainnya, dapat menyebarkan penyakit tanaman.
  • Kumbang : Kumbang sering menyerang bagian daun, buah, atau biji – bijian.

Tungau

Tungau merupakan suatu hewan kecil mirip seperti laba – laba yang memakan daun tanaman dengan cara mengisap cairan sel.

Salah satu contoh tungau yang sering menjadi hama pada tanaman adalah tungau laba – laba merah atau Tetranychus urticae.

Mereka dapat menyebabkan daun tanaman tampak menjadi kuning, kering, hingga pada akhirnya akan rontok.

Nematoda

Nematoda merupakan salah satu cacing mikroskopis yang hidup pada bagian dalam tanah dan menyerang bagian akar tanaman budidaya.

Serangan nematoda akan mengakibatkan akar menjadi rusak, mengganggu penyerapan air dan nutrisi oleh tanaman, sehingga tanaman layu dan pertumbuhannya terhambat.

Mikroorganisme (Patogen)

Selain serangga dan hewan kecil, mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan virus juga petani anggap sebagai hama.

Ini karena mikroorganisme tersebut mampu untuk menyebabkan berbagai infeksi penyakit pada tanaman, seperti berikut ini :

  • Jamur : Penyakit seperti karat daun dan embun tepung terjadi akibat jamur yang menyerang bagian tanaman. Serangan tersebut menyebabkan daun mengering dan mengurangi kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis.
  • Bakteri : Penyakit busuk daun atau busuk batang seringkali dapat terjadi akibat infeksi bakteri.
  • Virus : Virus juga mampu untuk menginfeksi tanaman dan menyebabkan gejala seperti daun yang terlihat keriting atau kerdil.

Itu tadi merupakan beberapa jenis hama berbahaya, yang mampu untuk menyerang tanaman budidaya serta bisa mengganggu fase pertumbuhannya.

Selain beberapa hama tersebut, ada juga berbagai hewan besar, yang bisa menjadi salah satu hama pada tanaman.

Contohnya adalah burung, babi hutan, tikus, yang dapat menyerang tanaman secara langsung, dengan mengkonsumsi buah, biji atau bagian tanaman lainnya.

Baca Juga : Jual Insektisida Pegasus Untuk Cabe Efektif Membasmi Hama

Penggerek Batang Padi Kuning, Hama Yang Menjadi Ancaman Petani

incipio syngenta, harga incipio syngenta, insektisida incipio 200sc harga, harga incipio 200sc, Belanja Tani

Jual Harga Insektisida Incipio Terjangkau Menjadi Idola Petani | Belanja Tani

Penggerek batang padi kuning atau Scirpophaga incertulas adalah salah satu hama utama yang menyerang tanaman padi, terutama wilayah Asia, termasuk Indonesia.

Hama ini termasuk dalam kelompok Lepidoptera (ngengat atau kupu – kupu), dan larvanya yang berperan sebagai perusak utama tanaman.

Siklus hidup hama penggerek batang padi kuning bermula dari ngengat betina dewasa yang bertelur pada bagian daun tanaman padi.

Jika telur sudah menetas, larva atau ulat akan mulai merayap ke bagian batang tanaman padi dan masuk ke dalamnya.

Larva tersebut kemudian dapat menggerogoti bagian dalam batang tanaman, terutama titik tumbuh, yang bisa mengakibatkan gangguan pertumbuhan.

Setelah fase larva, hama ini akan berpuput pada dalam batang, yang memberikan perlindungan sebelum mereka menjadi dewasa.

Kemudian, setelah larva hama akan menjadi ngengat dewasa, serangga betina akan terbang dan meletakkan telur pada tanaman padi lain.

Hama penggerek batang padi kuning dapat menyebabkan dua tipe kerusakan pada tanaman padi, yaitu kerusakan sundep dan beluk.

Kelembaban tinggi dan curah hujan tinggi pada sawah yang terdapat sistem irigasi adalah kondisi ideal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan hama ini.

Penanaman padi secara terus – menerus tanpa rotasi tanaman juga dapat meningkatkan populasi hama karena habitat yang stabil untuk mereka berkembang.

Untuk mengendalikan serangan hama penggerek batang padi kuning, petani bisa menerapkan beberapa metode.

Seperti petani harus merotasi tanaman secara rutin, memakai varietas tanaman padi yang tahan terhadap serangan hama.

Mengatur waktu tanaman dengan serentak, memakai lampu perangkap untuk menangkap ngengat dewasa, memangkas batang tanaman padi setelah panen.

Memanfaatkan predator alami dari hama penggerek batang padi kuning, serta petani dapat mengaplikasikan insektisida dengan mengawasi dosis yang tepat.

Baca Juga : Jual Insektisida Plenum Obat Pembasmi Hama Produk Syngenta