Contoh Hama Pada Tanaman Yang Mampu Mengganggu Pertumbuhannya

diazinon insektisida, harga diazinon, fungsi diazinon, bahan aktif diazinon, Belanja Tani

Jual Harga Insektisida Diazinon Murah Bisa Melindungi Tanaman Dari Hama | Belanja Tani

Bermacam – macam hama berbahaya yang menyerang ke tanaman budidaya, akan mengancam masa pertumbuhan dari tanaman tersebut.

Dengan masa pertumbuhan tanaman yang terganggu, akan berdampak terhadap turunnya hasil panen dengan drastis serta kualitas panen tersebut akan menjadi buruk.

Oleh sebab itu, petani perlu memperhatikan adanya serangan hama berbahaya pada tanaman budidaya, agar dapat menumpasnya dengan segera.

Jika petani segera memberantas hama berbahaya yang menyerang ke tanaman, keadaannya akan cenderung aman, sehingga pertumbuhan tanaman akan berjalan maksimal.

Akan tetapi, sebelum mengatasi serangan hama berbahaya pada tanaman, petani perlu mengenal beberapa contoh hama yang membahayakan tanaman tersebut.

Pada bawah ini adalah beberapa contoh hama pada tanaman yang mampu mengganggu fase pertumbuhannya dan bisa menyerang ketika budidaya.

Plutella Xylostella

Plutella xylostella atau terkenal sebagai ulat daun kubis, merupakan hama yang sangat merusak tanaman dari keluarga Brassicaceae.

Hama ini menjadi masalah serius bagi pertanian karena kemampuannya untuk cepat berkembang biak.

Siklus hidup hama Plutella xylostella melibatkan empat tahap, yaitu tahap telur, larva, pupa hingga berubah menjadi ngengat dewasa.

Kerusakan utama dari hama ini biasanya terjadi akibat larva yang mampu untuk memakan jaringan daun tanaman.

Hama ini dapat membuat tanaman kehilangan sebagian besar daunnya, hingga pada akhirnya akan mengurangi produktivitas hasil panen.

Pada serangan yang lumayan berat, daun tanaman bisa menjadi terlihat bolong – bolong, rusak total, dan tidak bisa pulih.

Salah satu alasan mengapa Plutella xylostella sulit petani kendalikan adalah kemampuannya untuk dengan cepat mengembangkan resistensi terhadap berbagai jenis insektisida.

Hal tersebut akan memaksa para petani untuk mencari beberapa metode pengendalian yang lebih berkelanjutan.

Untuk mengendalikan hama Plutella xylostella, petani dapat memanfaatkan musuh alami dari hama ini, merotasi tanaman dengan rutin.

Memakai varietas tanaman yang tahan hama, menjaga kebersihan lahan untuk mengurangi tingkat serangan hama tanaman.

Petani juga bisa memanfaatkan insektisida untuk mengatasi hama Plutella xylostella, dengan dosis dan cara pemakaian yang tepat.

Heteropsylla sp.

Heteropsylla sp. atau terkenal sebagai kutu loncat adalah hama yang sering menyerang tanaman, terutama dari keluarga Fabaceae.

Hama ini menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman dengan mengisap getah dari jaringan daun dan tunas, yang akan menurunkan kualitas serta pertumbuhan tanaman.

Siklus hidup hama Heteropsylla sp. akan melibatkan tiga tahap, yaitu pada tahap telur, nimfa hingga tahap dewasa.

Akibat dari serangan Heteropsylla sp., adalah akan menyebabkan berbagai bentuk kerusakan pada tanaman, seperti :

  • Daun Mengkerut dan Menguning : Hama ini menyerang dengan mengisap getah dari daun muda dan tunas, menyebabkan daun menjadi keriting, kering, menguning, dan akhirnya gugur.
  • Pertumbuhan Terhambat : Serangan berat akan mengganggu pertumbuhan tanaman, karena tunas muda yang terserang tidak bisa berkembang dengan baik.

Heteropsylla sp. dapat berkembang biak dengan cepat dalam kondisi ideal, sehingga serangan bisa terjadi secara tiba – tiba dan meluas.

Mereka lebih suka menyerang tanaman muda atau bagian tunas dan daun muda, yang menjadi sumber nutrisi utama mereka.

Kutu loncat dewasa bisa melompat dari satu tanaman ke tanaman lainnya, membuat penyebaran hama ini sangat cepat.

Untuk mengendalikan hama Heteropsylla sp., petani dapat memanfaatkan musuh alami hama ini, memangkas bagian tanaman yang terserang hama ini.

Merotasi tanaman dengan rutin, selalu menjaga kebersihan lahan tanam dan aplikasi insektisida dengan dosis yang tepat.

Spodoptera Litura

Spodoptera litura atau terkenal sebagai ulat grayak merupakan hama yang sangat merusak berbagai jenis tanaman.

Terutama pada tanaman hortikultura serta pertanian semacam kapas, kedelai, jagung, tomat, dan sayuran daun.

Hama ini terkenal karena sifatnya yang agresif dan kemampuan menyerang daun tanaman hingga menyebabkan defoliasi parah.

Siklus hidup Spodoptera litura terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap telur, larva, pupa hingga tahap dewasa.

Dampak serangan hama Spodoptera litura menyebabkan kerusakan yang signifikan pada tanaman, seperti berikut ini :

  • Defoliasi : Ulat memakan daun dengan cepat, seringkali meninggalkan tulang daun saja, yang mengurangi kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis.
  • Kerusakan Ekonomi : Tanaman yang kehilangan banyak daun akan mengalami penurunan hasil panen, baik dalam kualitas maupun kuantitas.
  • Serangan Tanaman Muda : Ulat juga dapat menyerang tunas atau tanaman muda, yang mengakibatkan kematian tanaman sebelum tumbuh dewasa.

Spodoptera litura adalah hama polifag, yang berarti mereka mampu untuk memakan berbagai jenis tanaman.

Ini membuat mereka lebih sulit petani kendalikan karena hama ini dapat berpindah dari satu tanaman inang ke tanaman lainnya.

Untuk mengendalikan hama Spodoptera litura, petani harus memakai musuh alami hama ini, merotasi tanaman dengan rutin.

Memakai varietas tanaman yang tahan hama, selalu menjaga kebersihan lahan tanam dan aplikasi insektisida dengan dosis yang tepat.

Baca Juga : Jual Harga Sivanto 100 Ml Murah Efektif Membasmi Hama Tanaman