Jenis Hama Tanaman Yang Bisa Menyerang Saat Budidaya

insektisida cronus, cronus insektisida, cronus 18 ec, cronus pestisida, Belanja Tani

Jual Harga Insektisida Cronus Murah Dapat Menjaga Tanaman | Belanja Tani

Beberapa jenis serangan hama berbahaya pada tanaman budidaya, dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman tersebut.

Dengan masa pertumbuhan tanaman yang terganggu, dapat berdampak pada produktivitas hasil panen yang menurun drastis serta kualitasnya cenderung menjadi lebih buruk.

Oleh karena itu, petani perlu untuk memperhatikan terdapat bermacam – macam hama yang menyerang ke tanaman, agar bisa dengan segera menumpasnya.

Jika hama yang menyerang tanaman dapat dengan segera petani musnahkan, tanaman akan aman dari hama, sehingga dapat tumbuh secara optimal.

Akan tetapi, sebelum petani menumpas hama yang menyerang pada tanaman budidaya, beberapa jenis dari hama tersebut perlu petani ketahui terlebih dahulu.

Pada bawah ini adalah berbagai jenis hama tanaman, yang bisa menghambat masa pertumbuhannya serta dapat menyerang pada saat budidaya.

Pengorok Daun

Pengorok daun adalah suatu serangga yang larvanya bisa hidup pada bagian dalam jaringan daun serta memakan jaringan internal daun tersebut.

Hama ini terkenal karena dapat merusak berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman hortikultura, pangan, serta tanaman hias.

Ada beberapa jenis hama pengorok daun yang umum menyerang tanaman, seperti Liriomyza spp., Phyllocnistis Citrella, dan Tuta Absoluta.

Siklus hidup hama pengorok daun biasanya terdiri dari beberapa tahap, yaitu meliputi telur, larva, pupa, dan dewasa.

Betina dewasa dapat meletakkan telurnya pada sekitar permukaan daun. Setelah menetas, larva segera masuk ke dalam daun dan mulai menggali lorong – lorong sambil memakan jaringan daun.

Setelah periode tertentu, larva keluar dari daun dan berubah menjadi pupa pada tanah atau permukaan daun.

Kemudian, serangga dewasa akan mulai muncul dari pupa serta siklus hidup akan berawal kembali.

Gejala serangan hama pengorok daun adalah, adanya jalur berkelok pada permukaan daun akibat larva yang menggali pada bagian dalam daun.

Daun yang terserang akan terlihat kering, berubah warna menjadi coklat serta mengalami penurunan dalam proses fotosintesis.

Pada serangan yang parah, daun dapat gugur lebih awal, bisa mempengaruhi pertumbuhan serta produktivitas hasil tanaman.

Untuk mengendalikan hama pengorok daun, petani bisa memanfaatkan varietas tanaman yang tahan hama, mengawasi tanda serangan hama sejak awal.

Memakai musuh alami seperti parasit, mengatur jarak tanam, merotasi tanaman dengan rutin, dan selalu menjaga kebersihan lahan tanam.

Petani juga bisa memanfaatkan insektisida untuk mengatasi hama pengorok daun, dengan dosis dan cara pemakaian yang tepat.

Thrips

Thrips merupakan kelompok serangga kecil dari ordo Thysanoptera yang menjadi hama penting pada berbagai jenis tanaman pertanian dan hortikultura.

Serangga ini mampu untuk menghisap cairan sel dari tanaman melalui bagian daun, buah, bunga dan bisa menginfeksi penyakit ke tanaman.

Beberapa jenis thrips yang umum menjadi hama pada tanaman pertanian seperti Thrips tabaci, Frankliniella occidentalis dan Scirtothrips dorsalis.

Thrips memiliki siklus hidup yang cepat, terdiri dari beberapa tahap, yaitu telur, larva (nimfa), pre pupa, pupa, dan dewasa.

Betina dewasa biasanya meletakkan telur pada dalam jaringan tanaman. Telur menetas menjadi larva yang bergerak aktif dan memakan jaringan tanaman.

Setelah beberapa kali berganti kulit, larva berubah menjadi prepupa dan kemudian pupa, yang biasanya terjadi pada tanah atau tempat terlindung lainnya.

Serangga dewasa kemudian muncul dari pupa serta siklus hidup dapat berawal kembali.

Gejala serangan hama thrips adalah, daun tanaman yang mengalami perubahan warna menjadi perak atau kecoklatan.

Serta akan terdapat bintik hitam kecil, jaringan daun akan rusak serta daun akan tampak menggulung dan mengkerut.

Thrips juga dapat menyebabkan kerusakan pada bunga dan buah, menyebabkan deformasi dan penurunan kualitas hasil.

Kerusakan yang terjadi akibat hama thrips tidak hanya mekanis, tetapi juga karena kemampuan mereka sebagai vektor penyakit.

Beberapa thrips dapat menularkan virus tanaman, seperti Tomato Spotted Wilt Virus (TSWV) yang menyebabkan kerugian besar pada tanaman tomat dan cabai.

Untuk mengendalikan hama thrips, petani bisa membasmi tanaman yang sudah terinfeksi, memakai musuh alami dari hama ini.

Selalu menjaga kebersihan lahan pertanian, merotasi tanaman dengan rutin dan memanfaatkan insektisida dengan dosis dan cara pemakaian yang tepat.

Kutu Daun

Kutu daun adalah serangga kecil yang termasuk dalam famili Aphididae serta dapat berada pada berbagai jenis tanaman.

Mereka sering kali hidup secara berkelompok dan menghisap cairan tumbuhan dari daun, batang, atau buah tanaman.

Hama kutu daun dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman karena kemampuannya dalam menularkan virus, mengurangi pertumbuhan tanaman, serta mengganggu proses fotosintesis.

Siklus hidup hama  kutu daun melibatkan beberapa tahap, yaitu telur, larva (nimfa), pupa, dan dewasa.

Betina dewasa menghasilkan telur yang menetas menjadi larva. Larva kemudian berkembang menjadi pupa sebelum menjadi serangga dewasa.

Siklus ini bisa sangat cepat, terutama pada lingkungan yang hangat dan subur, sehingga populasi kutu daun dapat berkembang dengan cepat.

Gejala serangan hama kutu daun adalah, daun tanaman yang tampak kering akibat dari cairan yang terhisap oleh hama ini.

Hama ini juga dapat menghasilkan cairan manis yang bernama madu kutu, yang dapat menarik serangga lain, seperti jamur serta semut.

Kutu daun juga dapat menularkan penyakit virus dan jamur melalui gigitan dan kontak dengan tanaman lain.

Untuk mengendalikan hama kutu daun, petani bisa memakai predator alami hama ini, merotasi tanaman dengan rutin, selalu menjaga kebersihan lahan tanam.

Serta memanfaatkan insektisida dengan dosis dan cara penggunaan yang tepat, agar tanaman tetap aman.

Baca Juga : Bahan Aktif Insektisida Preza Ampuh Menumpas Hama Tanaman