Contoh Hama Yang Bisa Mengacaukan Pertumbuhan Tanaman

belt insektisida, belt expert, harga belt expert, dosis belt per tangki, Belanja Tani

Jual Harga Insektisida Belt Murah Dapat Melindungi Tanaman Dari Hama | Belanja Tani

Bermacam – macam hama berbahaya yang menyerang tanaman, bisa mengganggu masa pertumbuhan dari tanaman, yang sedang petani jalankan proses budidayanya.

Dengan fase pertumbuhan tanaman yang terganggu, akan berdampak terhadap turunnya produktivitas hasil panen secara drastis serta kualitasnya berubah menjadi buruk.

Oleh sebab itu, petani perlu memperhatikan adanya serangan hama berbahaya pada tanaman, agar bisa segera menumpasnya.

Jika petani segera membasmi hama berbahaya yang menyerang tanaman, keadaannya cenderung akan aman, sehingga pertumbuhan tanaman akan berjalan lancar.

Tetapi, sebelum mengatasi serangan hama pada tanaman budidaya, petani perlu untuk mengenal berbagai contoh hama pada tanaman tersebut.

Berikut adalah beraneka contoh hama berbahaya yang bisa menyerang ke tanaman budidaya dan menghambat fase perkembangannya.

Oxya Sp.

Oxya sp. merupakan suatu genus belalang yang termasuk dalam keluarga Acrididae dan menjadi hama signifikan pada tanaman pertanian, terutama tanaman padi.

Hama ini memiliki beberapa spesies yang sering berada pada berbagai wilayah Asia, salah satunya adalah Indonesia.

Oxya sp. mempunyai tubuh yang cukup besar dan berwarna hijau, yang membantunya berkamuflase pada sekitar dedaunan.

Belalang ini memiliki antena yang relatif pendek dan sayap yang cukup kuat untuk terbang, meskipun biasanya tidak melakukan migrasi jarak jauh.

Fase berkembang biak dari belalang Oxya sp. melalui siklus tidak sempurna (hemimetabolisme), yaitu melalui tahap telur, nimfa, dan dewasa.

Nimfa biasanya berkembang menjadi dewasa dalam beberapa minggu, tergantung kondisi lingkungan, terutama suhu dan kelembaban.

Oxya sp. bisa mengakibatkan kerusakan serius pada tanaman padi dan beberapa tanaman biji – bijian lainnya dengan memakan daun dan batang tanaman.

Kehadirannya dalam jumlah besar akan menyebabkan pengurangan luas daun hijau yang berfungsi untuk fotosintesis, sehingga menurunkan hasil panen.

Untuk mengendalikan hama Oxya sp., petani bisa memantau hama tersebut secara langsung, menggunakan musuh alami hama ini.

Aplikasi insektisida juga dapat petani lakukan untuk menumpas hama Oxya sp., dengan memperhatikan dosis dan cara pemakaian yang tepat.

Scirpophaga Incertulas

Scirpophaga incertulas atau terkenal sebagai penggerek batang padi kuning, adalah salah satu hama utama pada tanaman padi.

Hama ini termasuk dalam famili Carabidae dan banyak berada pada sekitar Asia, terutama wilayah penghasil padi seperti Indonesia, India, dan Filipina.

Ngengat dewasa dari hama ini berwarna kuning pucat dengan sayap berwarna kekuningan, sementara betina memiliki bercak hitam kecil pada tengah sayap depan.

Larva, yang merupakan tahap paling merusak, berwarna putih krem dan dapat tumbuh sepanjang 2 – 3 cm.

Umumnya, ngengat akan meletakkan telurnya secara berkelompok pada bagian daun tanaman padi.

Hama ini memiliki siklus hidup lengkap (holometabolisme), mulai dari telur, larva (ulat), pupa, sampai dewasa.

Fase larva adalah yang paling merusak karena larva masuk ke dalam batang padi dan menggerek jaringan tanaman.

Kerusakan pada tanaman dari hama ini adalah, larva akan menggerek batang padi dari bagian dalam, yang akan merusak jaringan tanaman.

  • Tanda kerusakan yang khas adalah “sundep” dan “beluk”, yang penjelasaan seperti berikut ini :
  • Sundep : Kerusakan ini terjadi saat fase vegetatif, yang mana pucuk atau titik tumbuh tanaman mati, membuat tanaman menjadi kerdil.
  • Beluk : Kerusakan terjadi saat fase generatif, yang mengakibatkan malai tidak berkembang sempurna sehingga biji padi kosong dan gagal panen.

Kehilangan hasil panen akibat serangan hama Scirpophaga incertulas bisa mencapai 10 – 50% tergantung tingkat serangan.

Untuk mengendalikan hama Scirpophaga incertulas, petani dapat mengelola lingkungan lahan tanam dengan baik, memanfaatkan musuh alami hama ini.

Merotasi tanaman dengan rutin serta aplikasi insektisida dengan memperhatikan dosis dan cara pemakaian yang tepat.

Spodoptera Frugiperda

Spodoptera frugiperda yang terkenal sebagai ulat grayak merupakan hama invasif yang merusak dan sering menyerang berbagai jenis tanaman pangan, terutama jagung.

Hama ini berasal dari daerah tropis dan subtropis pada sekitar Amerika. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir menyebar ke Asia dan Afrika, termasuk Indonesia.

Ngengat dewasa Spodoptera frugiperda memiliki warna coklat tua hingga abu – abu, dengan rentang sayap sekitar 3 – 4 cm.

Tahap larva merupakan yang paling merusak, yang akan menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan merusak tanaman budidaya.

Hama ini memiliki siklus hidup lengkap (holometabolisme), mulai dari telur, larva (tahap destruktif), pupa, hingga ngengat dewasa.

Siklus hidup Spodoptera frugiperda cukup singkat, tergantung suhu dan kondisi lingkungan, seringkali hanya memerlukan waktu sekitar 30 hari pada iklim tropis.

Tanaman utama yang terserang hama ini adalah jagung, meskipun Spodoptera frugiperda juga dapat menyerang tanaman lain seperti padi, gandum, kapas, dan kacang – kacangan.

Gejala khas serangan meliputi daun yang berlubang besar, jaringan daun yang hancur, dan adanya kotoran ulat pada sekitar daerah yang terserang.

Kerusakan pada fase vegetatif bisa menghentikan pertumbuhan tanaman, sementara serangan pada fase generatif mengakibatkan hasil biji kosong atau rusak.

Untuk mengendalikan hama Spodoptera frugiperda, petani harus mengatur waktu tanam dengan tepat, merotasi tanaman secara rutin.

Memanfaatkan varietas tanaman yang tahan hama, menggunakan musuh alami hama ini, dan aplikasi insektisida dengan dosis yang sesuai.

Baca Juga : Jual Harga Matador 250 Ml Terjangkau Yang Efektif Membasmi Hama