Jenis Hama Tanaman Yang Akan Mengganggu Pertumbuhannya

ammate, ammate insektisida, harga ammate 100 ml, harga ammate 50 ml, Belanja Tani

Jual Harga Insektisida Ammate Yang Murah Menjadi Favorit Petani | Belanja Tani

Bermacam – macam hama berbahaya yang menyerang tanaman, mampu untuk menghambat masa perkembangan tanaman, yang sedang petani laksanakan proses budidayanya.

Dengan fase pertumbuhan tanaman budidaya yang terhambat, akan berefek pada penurunan produktivitas panen dengan signifikan dan kualitasnya akan menjadi lebih jelek.

Maka dari itu, petani harus mengawasi adanya serangan hama berbahaya pada tanaman budidaya, supaya bisa mengatasinya dengan segera.

Apabila petani dengan segera memberantas hama, kondisi dari tanaman akan tetap aman, sehingga tanaman akan mampu untuk tumbuh dengan lebih maksimal.

Namun, sebelum petani memberantas hama berbahaya yang menyerang tanaman, berbagai jenis hama berbahaya tersebut harus petani kenali terlebih dahulu.

Berikut merupakan beberapa jenis hama yang mampu menyerang ke tanaman budidaya dan dapat menghambat fase pertumbuhannya.

Penggerek Buah

Penggerek buah adalah suatu jenis serangga yang menyerang buah – buahan dengan cara melubangi dan memakan bagian dalam buah.

Hama ini sangat merugikan karena dapat menyebabkan kerusakan pada buah sehingga tidak layak konsumsi atau jual.

Beraneka jenis – jenis hama penggerek buah, meliputi

  • Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus Hampei) : Serangga kecil ini menyerang biji kopi, mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi.
  • Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha Cramerella) : Larva dari ngengat kecil ini menggerek buah kakao, menyebabkan buah menjadi busuk dan tidak dapat digunakan.
  • Penggerek Buah Mangga (Sternochetus Frigidus) : Serangga ini menyerang buah mangga dengan melubangi dan meninggalkan kotoran pada dalam buah, sehingga mengurangi kualitas buah.

Siklus hidup hama penggerek buah melibatkan empat tahap, yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Tahap larva yang akan paling merusak pada buah tanaman.

Gejala serangan hama penggerek buah adalah, adanya lubang kecil pada permukaan buah yang seringkali diikuti dengan keluarnya cairan atau getah.

Buah dari tanaman yang terserang akan menjadi busuk atau cacat, mengakibatkan penurunan kualitas dan nilai jual.

Apabila serangan hama penggerek buah tidak segera petani basmi, berpotensi akan menurunkan produktivitas hasil panen secara drastis.

Untuk mengendalikan hama penggerek buah, petani harus membasmi buah yang terserang hama, mencegah kelembaban pada lahan tanam.

Melakukan pemangkasan dengan tepat, memakai perangkap dan aplikasi insektisida dengan dosis dan cara pemakaian yang tepat.

Thrips

Thrips merupakan salah satu serangga kecil dari ordo Thysanoptera yang menjadi hama penting pada berbagai tanaman pertanian dan hortikultura.

Mereka bisa menyebabkan kerusakan pada tanaman dengan cara menghisap cairan dari sel tanaman, yang mengakibatkan deformasi, perubahan warna, dan turunnya kualitas hasil panen.

Ukuran hama thrips biasanya cukup kecil, yaitu sekitar 1 – 2 mm, dengan bentuk tubuh ramping serta mempunyai sayap sempit yang berjumbai.

Warna tubuh hama thrips bervariasi, biasanya mempunyai warna kuning, coklat, atau hitam.

Siklus hidup hama thrips akan melibatkan empat tahap, yaitu tahap telur, larva atau nimfa, pupa serta tahap dewasa.

Gejala serangan hama thrips, yaitu hama ini akan meninggalkan bercak putih atau perak pada daun dan buah akibat penghisapan cairan sel.

Daun serta bunga dari tanaman yang terserang hama ini dapat menggulung, mengkerut, atau mengalami deformasi.

Buah dan bunga yang terserang oleh hama thrips seringkali akan mengalami kecacatan, sehingga tidak layak jual.

Serangan dari hama thrips yang cukup berat dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan pertumbuhannya akan terhambat.

Untuk mengendalikan hama thrips, petani perlu merotasi tanaman dengan rutin, memakai predator alami hama ini, memanfaatkan perangkap.

Penggunaan mulsa pada lahan tanam, selalu menjaga kebersihan lahan tanam dan aplikasi insektisida dengan dosis yang sesuai.

Ulat Grayak

Ulat grayak atau Spodoptera frugiperda, adalah hama yang sangat merusak berbagai jenis tanaman pertanian, terutama jagung, padi, dan tanaman hortikultura lainnya.

Hama ini menjadi masalah serius karena tingkat kerusakannya yang tinggi dan kemampuannya untuk menyebar dengan sangat cepat.

Warna dari hama ulat grayak umumnya hijau hingga coklat tua dengan garis – garis longitudinal pada sepanjang tubuhnya.

Panjang dari hama ulat grayak dapat mencapai sekitar 3 – 4 cm pada tahap akhir larva. Pada bagian kepala hama ini, akan terdapat pola yang berbentuk huruf Y terbalik.

Siklus hidup ulat grayak melibatkan empat tahap, yaitu tahap telur, larva, pupa dan dewasa. Tahap larva dari hama ulat grayak yang sangat aktif serta merusak tanaman.

Gejala dari serangan hama ulat grayak adalah, adanya daun tanaman yang terlihat sobek akibat pengunyahan oleh larva hama ini.

Ulat juga mampu untuk merusak bagian tunas, bunga, dan buah, mengakibatkan deformasi serta penurunan hasil panen.

Dalam serangan hama ulat grayak yang berat, akan mengakibatkan tanaman menjadi kerdil serta mengurangi produktivitas panen.

Untuk mengendalikan hama ulat grayak, petani harus merotasi tanaman secara rutin, menjaga bekas tanaman yang terserang.

Selalu menjaga kebersihan lahan tanam, memakai musuh alami hama ini, dan pemakaian insektisida dengan dosis dan cara pemakaian yang tepat.

Baca Juga : Jual Obat Ulat Grayak Pada Jagung Paling Ampuh Kualitas Terbaik