Jenis Gulma Liar Yang Dapat Bersaing Dengan Tanaman Budidaya

ricestar herbisida, ricestar, harga ricestar, keunggulan herbisida ricestar, Belanja Tani

Jual Harga Herbisida Ricestar Murah Yang Efektif Membasmi Gulma Liar | Belanja Tani

Kehadiran rumput liar atau gulma pada lingkungan sekitar lahan tanam sebagai tempat budidaya, akan menghambat fase perkembangan tanaman budidaya.

Sebab, gulma liar bisa bersaing dengan tanaman untuk mendapatkan asupan cahaya matahari, air, unsur hara yang tanaman perlukan, supaya dapat tumbuh optimal.

Beberapa jenis hama atau penyakit berbahaya, yang bisa menyerang ke tanaman, juga mampu untuk bersarang pada gulma liar.

Sehingga, apabila petani mengetahui tumbuhnya gulma liar pada sekitar lingkungan lahan tanam, harus segera memberantasnya, agar perkembangan tanaman tidak terganggu.

Namun, sebelum memberantas pertumbuhan gulma liar, jenis jenis gulma tersebut perlu untuk petani kenali terlebih dahulu.

Dengan petani mengenal beberapa jenis gulma liar tersebut, akan mengerti bagaimana cara pemusnahan yang lebih optimal.

Berikut adalah berbagai jenis gulma liar yang dapat tumbuh pada sekitar lahan pertanian dan dapat bersaing dengan tanaman budidaya.

Limnocharis Flava

Limnocharis flava atau terkenal sebagai genjer, merupakan tumbuhan air yang sering petani anggap sebagai gulma pada lahan pertanian. Terutama pada sawah dan lahan basah lainnya.

Tanaman ini termasuk dalam keluarga Alismataceae dan berasal dari Amerika tropis, namun telah menyebar luas ke berbagai wilayah tropis, termasuk Asia Tenggara.

Daun tanaman genjer mempunyai bentuk lonjong hingga berbentuk hati, dengan panjang sekitar 15 – 30 cm.

Umumnya daun tersebut tumbuh pada tangkai panjang yang berongga, membuatnya mengapung pada bagian atas permukaan air.

Bunganya berwarna kuning dan tumbuh dalam kelompok pada ujung batang. Bunga genjer memiliki tiga kelopak dan cukup mencolok, tetapi berukuran kecil.

Limnocharis flava tumbuh pada daerah basah dan tergenang air seperti sawah, pinggiran sungai, kolam, dan parit.

Tanaman ini sangat adaptif terhadap kondisi air yang tergenang dan bisa bertahan pada lingkungan dengan kadar nutrisi yang rendah.

Sebagai gulma, limnocharis flava dapat bersaing dengan tanaman budidaya, untuk memperoleh asupan air, nutrisi serta ruang tumbuh.

Daun tanaman genjer yang besar dan mengapung dapat menghalangi cahaya matahari masuk ke tanaman di bawahnya, sehingga mengganggu fase fotosintesis.

Untuk mengendalikan gulma limnocharis flava, petani dapat mencabutnya secara manual, mengeringkan lahan tanam selama beberapa waktu.

Aplikasi herbisida juga dapat petani lakukan untuk mengatasi gulma ini, dengan dosis serta cara pemakaian yang harus sesuai.

Eleusine Indica

Eleusine indica atau rumput belulang adalah jenis gulma liar yang bisa tumbuh dengan baik pada beberapa tempat.

Tanaman ini termasuk dalam keluarga Poaceae atau rumput – rumputan dan terkenal karena daya tahannya terhadap kondisi lingkungan beragam.

Daun tanaman ini berwarna hijau tua, sempit, dan berbentuk linier dengan ujung tajam. Daun ini memiliki permukaan licin dan biasanya tumbuh tegak atau sedikit melengkung.

Batangnya tegak, berwarna hijau keputihan, dan seringkali menyebar pada permukaan tanah sebelum tumbuh tegak, dengan bentuk pipih.

Eleusine indica dapat tumbuh baik hampir pada segala tempat, tetapi lebih sering tumbuh pada tanah terbuka, padat, dan sering terinjak.

Seperti lahan pertanian, ladang, area sekitar pinggir jalan, halaman rumah dan masih banyak lagi tempat yang lain.

Tanaman ini toleran terhadap kekeringan dan dapat bertahan pada berbagai kondisi tanah, dari yang berpasir hingga tanah liat.

Sebagai gulma, eleusine indica memiliki dampak pada tanaman dan lahan pertanian, seperti bisa bersaing dengan tanaman untuk mendapat asupan nutrisi.

Untuk mengendalikan gulma eleusine indica, petani dapat mencabutnya secara manual, mengolah lahan tanam dengan baik.

Pemakaian herbisida untuk membasmi gulma eleusine indica juga dapat petani lakukan, dengan dosis serta cara aplikasi yang tepat.

Fimbristylis Littoralis

Fimbristylis littoralis merupakan jenis gulma dari keluarga Cyperaceae, yang sering tumbuh pada lahan basah. Contohnya sawah, tepi saluran irigasi, dan rawa – rawa.

Seperti banyak gulma lain dalam keluarga Cyperaceae, fimbristylis littoralis bisa menjadi masalah serius pada lahan pertanian, terutama sistem pertanian yang tergenang air.

Daun dari tanaman fimbristylis littoralis berbentuk sempit, panjang, dan linier, dengan ujung yang meruncing.

Untuk batang tanaman ini biasanya cukup tegak, ramping, dan memiliki penampang berbentuk bulat atau sedikit segitiga.

Fimbristylis littoralis merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat adaptif terhadap kondisi lembab serta basah.

Tanaman ini lebih suka tanah yang basah dan berlumpur, tetapi juga dapat tumbuh pada area yang sedikit lebih kering.

Sebagai gulma, fimbristylis littoralis memberikan dampak negatif signifikan, seperti bersaing dengan tanaman untuk mendapat asupan sumber daya.

Tanaman ini dapat berkembang biak dengan cepat melalui biji, yang membuatnya sulit untuk petani kendalikan jika tidak segera diatasi sejak awal.

Untuk mengendalikan gulma fimbristylis littoralis, petani dapat memangkasnya secara manual, mengolah tanah pada lahan tanam dengan teratur.

Mengatur air irigasi dengan baik dan mengaplikasikan herbisida, dengan dosis serta cara pemakaian yang harus petani perhatikan.

Baca Juga : Jual Harga Rumpas 100 Ml Murah Dapat Melindungi Tanaman Dari Gulma